Latest Post

Anis Matta: Kita Menangkan Empat Pertarungan di Parlemen

Written By pksdepok on 27 Sep 2014 | 9/27/2014

PKSDepok - Vivanews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, kembali menegaskan bahwa partai Koalisi Merah Putih masih solid.

Kemenangan pertarungan keempat di parlemen yang salah satunya adalah mengenai RUU Pilkada yang telah diputuskan untuk dipilih melalui DPRD."Alhamdullilah kita memenangkan empat pertarungan di parlemen. Alhamdullilah koalisi ini tetap solid, semoga sampai 5 tahun ke depan," kata Anis dalam pembekalan anggota DPR terpilih dari Koalisi Merah Putih di Hotel Sultan, Jumat 26 September 2014.

Anis Matta menambahkan, perjuangan kedepan yang akan dihadapi Koalisi Merah putih adalah merekontruksi kembali bangunan perundang-undangan negara ini. Apa yang dilakukan ini adalah keberhasilan paling besar Koalisi Merah Putih.

"Dari pemilihan umum yang paling mahal dari sejah demokrasi kita. Siapun yang terpilih adalah orang yang lolos dalam seleksi alam. Ini pemilu paling brutal, sadis dan mahal, kita perlu mengapresiasi teman-teman yang lolos," katanya lagi.Ditambahkan Anis Matta, telah terjadi pembelahan ideologi politik, terutama saat pilpres lalu.

Pembelahan antara Koalisi Merah Putih yang konservatif dan koalisi lain yang liberalis."Saat kampanye terlihat pembelahan itu. Ada pembelahan juga di lapisan sosial politik kita. Semua terlibat, dan kemarin kita menyaksikan kembali dua kubu ini. Saya merasa penting menggaris bawahinya," kata dia. (ren)

Sumber: http://m.news.viva.co.id/news/read/542346-anis-matta--kita-menangkan-empat-pertarungan-di-parlemen

Membela Keadilan, Membela Palestina

Written By pksdepok on 31 Jul 2014 | 7/31/2014

Oleh Shofwan Al Banna Choiruzzad, Executive Secretary ASEAN Study Center UI

Anak-anak kecil itu berlari terengah-engah menuju hotel di tepi pantai Gaza yang berisi puluhan wartawan internasional yang sedang meliput Gaza.“Setelah asap dari ledakan pertama mulai memudar, terlihatlah empat sosok yang memaksa kaki mereka berlari kencang...dari jarak sejauh 200 meter pun terlihat jelas bahwa setidaknya tiga dari mereka adalah anak-anak,” tulis Peter Beaumont, seorang wartawan The Guardian yang sedang bertugas di sana.

Mereka terus berteriak dan meminta bantuan. Para wartawan memberi mereka semangat untuk berlari menyelamatkan diri ke hotel. Namun, kecanggihan teknologi (dan kekejaman yang mengoperasikannya) rupanya jauh melampaui kecepatan kaki-kaki kecil mereka. Sebelum sampai ke hotel, ledakan keras menghantam anak-anak itu.

"Mereka yang menembak jelas-jelas menyesuaikan arah tembakan mereka untuk memburu mereka yang sedang mencoba menyelamatkan diri,” tutur Beaumont. Empat anak-anak berusia tujuh hingga sebelas tahun itu pun tewas. Terbunuh. Oleh senjata dari salah satu angkatan perang paling kuat di dunia yang didanai negara adidaya terkuat di dunia tetapi terus membangun narasi sebagai korban yang terzalimi.

Nama mereka tidak boleh kita lupakan: dua bernama Muhammad, satu bernama Zakaria dan satu lagi bernama Ahed. Mereka semua dari keluarga Bakr. Mereka adalah anak-anak manusia.

Kekejian ini hanya fragmen kecil dari kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel. Hingga tanggal 20 kemarin, tercatat 434 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Mayoritas korban adalah masyarakat sipil. Namun, peristiwa yang memilukan ini merupakan cermin dari apa yang sedang terjadi di Palestina.

Israel dapat membunuh anak-anak dengan tenang, bahkan di depan hotel yang disesaki para wartawan, karena mereka tahu bahwa tidak akan ada yang menghukum mereka. Mereka memiliki kekebalan. Amerika Serikat buru-buru menyesalkan peristiwa tersebut, tapi menegaskan bahwa yang bersalah adalah HAMAS dan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri. Ini adalah lampu hijau untuk pembantaian selanjutnya. Israel selalu bisa membunuh dan tinggal mengarahkan telunjuk mereka ke HAMAS (atau siapapun yang mereka kehendaki). Para pembelanya akan mengulang-ulang kaset rusak tentang bahwa “Israel hanya membela diri”.

Media massa internasional juga mengalami kesulitan untuk menceritakan apa yang terjadi. New York Times bahkan mengganti judul untuk menghilangkan kesan bahwa “Israel adalah penjahatnya.”Berita NBC yang menyiarkan peristiwa di Gaza bahkan harus diawali dengan framing yang tegas “saat HAMAS meluncurkan roket dari Gaza, Israel membalas.”Seorang wartawan senior yang meliput Gaza, Ayman Mohyeldin, ditarik oleh NBC setelah melaporkan situasi di Gaza dan menunjukkan simpatinya pada para korban. Ia kemudian dikembalikan lagi untuk bertugas setelah kritik bertubi-tubi datang pada NBC dari para jurnalis lain yang menilai Ayman sebagai seorang wartawan yang memiliki rekam jejak dan integritas sangat baik.

Benarkah Israel hanya membela diri? Sebelum bicara soal roket, Israel awalnya memulai operasi ini dengan dalih untuk mencari tiga remaja Israel yang diklaim oleh Netanyahu diculik oleh HAMAS (tapi HAMAS menolak tuduhan ini).Dengan dalih ini, Israel memulai operasi besar-besaran dan menangkap 350 orang Palestina, termasuk mereka yang dibebaskan melalui perjanjian gencatan senjata pada agresi militer mereka yang terakhir ke Gaza. Sekedar catatan, ketiga remaja tersebut tinggal di Gush Etzion, sebuah kawasan pemukiman yang menurut hukum internasional (Pasal 49 Konvensi Jenewa) disepakati sebagai daerah pemukiman ilegal. Namun, jika penculikan itu, kalaupun benar dilakukan oleh HAMAS, dapat dijadikan dalih untuk serangan membabi buta ke Gaza, bukankah Palestina lebih memiliki hak untuk “membela diri”?

Menurut data resmi dari Kementrian Informasi Otoritas Palestina, sejak tahun 2000 hingga 2013, ada 1.518 anak-anak Palestina dibunuh oleh Israel. Artinya, setiap tiga hari, ada satu anak Palestina terbunuh. Banyak yang dibunuh tanpa alasan yang jelas, selain bahwa mereka adalah anak-anak Palestina.

Sebelum peristiwa penculikan tiga remaja Israel, Naftali Fraenkel, Gilad Shaer, dan Eyal Yifrah, yang terjadi pada tanggal 12 Juni 2014, terjadi pembunuhan terhadap dua remaja Palestina oleh tentara Israel.

Pada tanggal 15 Mei 2014, empat remaja Palestina ditembak dengan peluru tajam oleh serdadu Israel padahal mereka tidak bersenjata dan tidak melakukan apa-apa yang membahayakan. Dua meninggal dunia, bernama Nadim Nuwarah dan Muhammad Salameh.

Israel tidak menyesal dan malah mengintimidasi saksi yang memiliki video yang merekam peristiwa tersebut. Seperti direkam oleh Human Rights Watch, serdadu Israel mengancam saksi tersebut dengan mengatakan bahwa “kami akan meremukkanmu seperti serangga.

”Kesimpulannya sederhana. Kalau Israel yang membunuh dan menculik, tidak apa-apa. Hanya membela diri. Kalau ada orang Palestina membalas, mereka adalah teroris dan Israel harus menghukum seluruh Gaza, termasuk anak-anaknya. Argumen “Israel hanya membela diri” menutupi akar masalah yang sebenarnya: penjajahan atas Palestina dan kehendak Israel untuk memberangus segala hambatan atas proyek penjajahan yang mereka lancarkan.

Argumen lain yang sering digunakan untuk membela adalah bahwa “Israel ingin damai, tetapi Palestina yang tidak ingin berdamai.” Karena itu, HAMAS-lah (dan seluruh gerakan perlawanan yang lain) yang harus disalahkan karena tidak ingin berdamai.

Ada yang membela Israel dengan mengatakan bahwa orang-orang Yahudi dahulu membeli tanah di Palestina dengan harga mahal. Ya, tentu saja. Hal ini justru menunjukkan bahwa bangsa Arab Palestina tidak memiliki masalah dengan Yahudi yang ditindas oleh Eropa.Yang mereka lawan adalah ideologi politik rasis bernama Zionisme, yang mengusir dua pertiga penduduk Palestina dari rumah mereka pada tahun 1948 dan melakukan pembantaian keji seperti yang terjadi di Deir Yasin. Yang mereka lawan adalah Zionisme yang memberikan semua Yahudi hak untuk menjadi warga negara Israel sambil mengusir orang-orang Palestina dan membuldozer rumah-rumah mereka untuk dijadikan pemukiman-pemukiman khusus Yahudi.

Proses perundingan damai yang sekarang dilakukan disponsori oleh Amerika Serikat yang keberpihakannya jelas. Israel menggunakan “perundingan-perundingan damai” (sekaligus menyiapkan beragam alasan untuk memperlambat prosesnya) untuk membeli waktu memperluas pemukiman ilegal sambil mengusir warga Palestina demi menciptakan politik ruang yang menghapus kemungkinan kemerdekaan Palestina. Yang Israel dan Amerika Serikat tawarkan adalah Palestina yang “abal-abal”, karena kendali sepenuhnya tetap ada di Israel.

Menurut perjanjian Oslo II, Palestina dibagi menjadi tiga kawasan: A, B, dan C. Kawasan A berada di bawah kendali otoritas Palestina. Kawasan B (22%) berada di bawah kendali otoritas Palestina dalam urusan sipil, tapi di bawah kendali militer Israel. Kawasan C, 60% dari total wilayah, berada di bawah kendali penuh Israel.

Ini bagaikan Belanda mengakui Indonesia merdeka tapi tentara Belanda masih bisa seenak hati masuk ke rumah-rumah kita. Negara boneka Palestina yang ditawarkan oleh Israel adalah negara yang dapat menjadi tempat Israel membuang ancaman demografis dari pertumbuhan penduduk Arab dan menjadi tempat membuang pengungsi, sambil tetap menguasai negara itu dalam kendalinya.

Palestina akan menjadi seperti “Bantustan” di Afrika Selatan pada zaman apartheid Afrika Selatan. Negaranya seakan merdeka, tapi tanpa kedaulatan politik, tanpa ekonomi, tanpa kuasa atas batas-batas wilayahnya, serta tetap menjadi subordinat dari Israel. (Saya tidak perlu menjelaskan blokade Gaza di sini. Sudah terlalu panjang. Google it.)

Perdamaian tentu baik, tapi ia harus berangkat dari keadilan. Indonesia harus tegas berpihak pada kalimat dalam mukadimah konstitusinya:“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

Sumber: https://www.selasar.com/politik/membela-keadilan-membela-palestina

Baksos Dpra Bedahan, Zeni Serap Aspirasi Warga

Written By pksdepok on 7 Jul 2014 | 7/07/2014






PKSDEPOK, Depok (6/7) – Kegiatan bakti sosial kembali diselenggarakan oleh Dpra Bedahan, Sawangan Depok pada 5 Juli 2014. Dengan jargon PKS Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Melayani, kegiatan bakti sosial ini tidak absen selama bulan Ramadhan.


Hadir dalam kegiatan bakti sosial ini, Aleg DPRD PKS, Zeni Faizah yang turut membagikan sembako serta memberikan tausiyah kepada warga. Selain menguatkan silahturahim kader PKS dengan warga di daerah Bedahan, bakti sosial ini juga digunakan Zeni untuk menyerap aspirasi warga Bedahan serta mengingatkan warga untuk menggunakan hak suaranya pada pemilihan presiden 9 Juli mendatang.

Terlihat antusias warga yang datang ke acara bakti sosial ini. Warga berharap kegiatan seperti ini dapat kembali terselenggara dan mengucapkan terima kasih kepada Zeni telah mengunjungi warga meskipun pemilihan Aleg baru beberapa bulan yang lalu. (An/ccm)


Dpra Pengasinan Gelar Family Gathering Kader & Simpatisan PKS






PKSDEPOK, Depok (6/7) – Dpra Pengasinan Depok mengelar acara Family Gathering kader dan simpatisan PKS di wilayah Pengasinan, Depok. Acara yang diselenggarakan di Sekolah Alam Depok ini diikuti oleh 70 orang.

Family Gathering ini diisi dengan serangkaian kegiatan diantaranya atraksi sulap Islami, fun games keluarga, tausiyah menjelang buka bersama, serta ifthor bersama. Tujuannya ialah menguatkan silahturahmi masyarakat di Kelurahan Pengasinan.

Panitia juga menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat anak kader maupun simpatisan PKS pada tanggal 5 sampai 6 Juli 2014. Pesantren Kilat ini dimulai dari kelompok TK sampai SD kelas 2, SD kelas 3 sampai kelas 6, serta SMP. Remaja Masjid yang berada di lingkungan Kelurahan Pengasinan turut berpartisipasi dalam agenda pesantren kilat ini. (An/ccm)



Debat Final Capres: Prabowo Siap Menang Siap Kalah, Lawannya Tak Mau Mengaku Salah

Written By pksdepok on 6 Jul 2014 | 7/06/2014

PKSDepok, JAKARTA - Pengamat Politik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra memuji penampilan kandidat presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto dalam acara debat final, Sabtu(5/7/2014) malam. Menurutnya, Prabowo menonjolkan sikap siap menang dan siap pula kalah.

"Prabowo ksatria tulen. Sepanjang debat dia tunjukkan sikap untuk siap menang dan siap kalah dalam pilpres," ujar Iswandi dalam pernyataannya, Minggu(6/7/2014).
Sebaliknya lanjut Iswandi, calon presiden nomor urut dua Joko Widodo justru terlihat tidak siap untuk kalah.

"Bukan hanya tidak siap untuk kalah, Jokowi bahkan tidak mau mengaku salah untuk sesuatu yang benar. Pertanyaan Prabowo tentang koperasi dibantah Jokowi. Kalau menguntungkan, diakuinya kalau merugikan dibantahnya. Ukuran nilainya jadi untung rugi bukan benar atau salah," ujarnya.
Dijelaskannya, keunggulan sikap ksatria Prabowo dalam debat tersebut terlihat dari tiga hal. Pertama, Prabowo berani mengakui kelebihan lawan. Kedua, Prabowo mau mengakui salah. Ketiga, Prabowo siap menang dan kalah dalam Pilpres.

"Tidak banyak orang yang punya karakter yang kuat seperti ini", ujarnya.
Selain itu, dalam debat tersebut Iswandi juga menyesalkan sikap kekanakan yang dipertontonkan oleh Jusuf Kalla. "Padahal kekeliruan penggunaan istilah oleh Hatta Rajasa tidak mengurangi substansi masalahnya, tapi JK tetap tidak ingin menjawab pertanyaan Hatta. Sepertinya dia menikmati sekali kalau ada orang yang keliru. Memang benar kata orang, semakin tua semakin seperti anak-anak," ujar Iswandi.

Sumber: http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/07/06/debat-final-capres-prabowo-siap-kalah-jokowi-tak-mau-mengaku-salah

Sudah 16 Lembaga Survei Menangkan Prabowo-Hatta

PKSDepok, JAKARTA - Pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diprediksi akan memenangkan Pilpres 2014, hal itu berdasarkan hasil survei elektabilitas Calon Presiden di 16 lembaga survei di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun Okezone, Minggu (6/7/2014). 16 lembaga survei yang menggelar survei elektabilitas pasangan Capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla di seluruh Indonesia ialah, Indonesia Network Elections Survey (INES), Pusat Data Bersatu (PDB), Institut Survei Indonesia (ISI), The Institute Indonesian Development Monitoring (IDM).

Selain itu, Lembaga Survei dari Political Communication Institute (Polcomm), Lembaga Survei Jakarta (LSJ), Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Lembaga Survei Nasional (LSN), Media Survei Nasional (Median), Evello, Fakultas Ekonomi Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB), Indonesia Research Center (IRC), Forum Indonesia Maju (Forima), Vox Populi Survey, Rectoverso Institute, dan Oranye Survei Indonesia (OSI).

Pada tanggal 1 juli 2014, Pusat Data Bersatu (PDB) melakukan survei dan hasilnya pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 40,6%, sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla hanya mendapatkan 32,2%.

Dan Institut Survei Indonesia (ISI) menggelar survei dan hasilnya pasangan Prabowo-Hatta 52,55% dan Jokowi-Jusuf Kalla hanya 47,45%.

Tanggal 2 Juli 2014, Indonesia Network Elections Survey (INES) melakukan survey dan hasilnya, pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 54,3%, sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla 37,6%.

Selain itu, The Institute Indonesian Development Monitoring (IDM) menggelar survei pada tanggal 30 Juni 2014 dan hasilnya pasangan Prabowo-Hatta 48,4%, dan Jokowi-Jusuf Kalla 34,7%.

Dan pada tanggal 27 juni 2014, Political Communication Institute (Polcomm) menggelar survei dan pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 46,8%, sedangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla 45,3%.

Lembaga Survei Jakarta (LSJ) pada tanggal 27 Juni 2014, menggelar survei dan hasilnya Prabowo-Hatta 47,5% dan Jokowi-Jusuf Kalla 41,3%. Per 27 juni, Prabowo-Hatta 43,68% dan Jokowi-Jusuf Kalla 40,83%, hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

Dan per 26 juni 2014, Prabowo-Hatta 46,6% dan Jokowi-Jusuf Kalla 39,9%, hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN). Per 26 juni, Prabowo-Hatta 46,2% dan Jokowi-JK 44,3% dari survei Media Survei Nasional (Median). Per 23 juni, Prabowo-Hatta 50,85% dan Jokowi-Jusuf Kalla 49,15% hasil survei Evello.

Sedangkan per 23 juni, Prabowo-Hatta 47% dan Jokowi-Jusuf Kalla 42%, hasil survei Fakultas Ekonomi Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB). Per 20 juni, Prabowo-Hatta 47,5% dan Jokowi-Jusuf Kalla 43%, hasil Indonesia Research Center (IRC).

Pada tanggal 17 juni 2014, Forum Indonesia Maju (Forima) menggelar survei dan hasilnya Prabowo-Hatta 45,7% sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla 41,4%. Per 15 juni, Prabowo-Hatta 52,8% dan Jokowi-Jusuf Kalla 37,7% dari hasi survei Vox Populi Survey.

Rectoverso Institute menggelar survei di wilayah Jawa Barat pada tanggal 14 Juni 2014, dan hasil Prabowo-Hatta 55,64% dan Jokowi-Jusuf Kalla 38,72%. Dan Oranye Survei Indonesia (OSI) menggelar survei di Jawa Timur per 2 juni, dan hasilnya Prabowo-Hatta 39,04%, sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla 32,32%.

(teb)

Sumber: http://pemilu.okezone.com/read/2014/07/06/567/1008947/sudah-16-lembaga-survei-menangkan-prabowo-hatta [6 Juli 2014 - 14:00 wib | Awaludin - Okezone]

Survei LKP: Warga NU Lebih Banyak Pilih Prabowo-Hatta



PKSDepok, JAKARTA - Survei Lembaga Klimatologi Politik (LKP) menemukan warga organisasi Nahdlatul Ulama (NU) atau kaum Nahdliyin, cenderung memilih pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada pemilu presiden 9 Juli mendatang.

Bahkan barisan warga Nahdliyin yang mengidolakan KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang dikenal dengan sebutan Gusdurian juga cenderung memilih Prabowo-Hatta ketimbang pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Kristalisasi dukungan terhadap Prabowo-Hatta juga terjadi di kalangan orang-orang yang mengagumi mantan presiden Abdurahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gusdurian," kata CEO LKP, Usman Rachman, di Hotel Grand Menteng, Matraman, Jakarta Pusat, Minggu (6/7/2014).

Menurut temuan survei LKP, sebanyak 48,8 persen warga Nahdliyin akan memilih pasangan Prabowo-Hatta pada pemungutan suara 9 Juli mendatang. Sedangkan, 35 persen warga Nahdliyin memilih pasangan Jokowi-JK.

"Sisanya sebanyak 16,1 persen belum dapat memutuskan akan memimilih pasangan yang mana," ujar Usman.

Usman menambahkan, pada survei LKP yang dilakukan pada akhir Mei 2014, pihaknya menemukan jumlah persentase pemilih dari kalangan warga Nahdliyin masih berimbang untuk memilih pasangan nomor urut 1 dan pasangan nomor urut 2.

Namun katanya, menjelang pemungutan suara yang tinggal menghitung hari lagi, sikap dan pilihan warga Nahdliyin semakin condong dan kuat memilih pasangan Prabowo-Hatta.

"Kaum Nahdliyin yang masih undecided (belum memutuskan) belakangan cenderung mengarahkan dukungannya ke Prabowo-Hatta," tandas Usman.

Survei LKP dilaksanakan 19 Juni hingga 30 Juni 2014 di 33 provinsi di Seluruh Indonesia. Popilasi dari survei ini adalah seluruh penduduk Indonesia, yang sudah tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres 2014. Jumlah sampel sebanyak 1.240 responden diperoleh melalui teknik pemilihan secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Margin of Error (MoE) sebesar 2,8 persen dan pada tingkat kepercayaan atau level of confidence sebesar 95 persen.
(Yus Ariyanto)

Sumber: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2073835/survei-lkp-warga-nu-lebih-banyak-pilih-prabowo-hatta [6 Juli 2014 - 13.57 WIB]

Anis Matta Sebut Prabowo Beri Pembelajaran Politik yang Bagus

PKSDepok, JAKARTA – Menjadi narasumber Apa Kabar Indonesia (AKI) Pagi yang disiarkan secara langsung oleh TV One pada Sabtu (5/7), Anis Matta mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Prabowo Subianto selama masa kampanye pemilihan presiden.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebutkan bahwa Prabowo telah memberi pembelajaran politik yang bagus kepada masyarakat Indonesia. Salah satu contohnya adalah ketika calon presiden nomor urut 1 itu mengunjungi Dr (HC) Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, pada Jumat (4/7) malam.

“Semalam kita berkunjung ke kediaman Presiden SBY di Cikeas. Ini tradisi pembelajaran politik yang bagus dari Pak Prabowo. Beliau meminta saran dan nasehat kepada Pak SBY yang memimpin negeri ini hampir 10 tahun,” kata Anis.

SBY, menurut Anis, menasehati Prabowo agar menjadi orang yang sabar, kuat, dan tegar.
“Jika menjadi seorang kepala negara, Anda memang harus benar-benar sangat sabar. Karena memimpin negara sebesar Indonesia yang sedang berkembang ini tidak gampang,” jelasnya.

Dalam analisis Anis, Prabowo akan sanggup menjalankan nasehat dari tokoh Partai Demokrat itu.
“Pak Prabowo memiliki kombinasi sifat yang unik. Beliau pernah sekolah di luar, di Malaysia dan Amerika, tapi setelah itu menjadi tentara. Tentara tempur lagi. Jadi, dia punya sikap demokrat sejati, juga punya kepribadian yang kuat,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Anis juga mengungkapkan bahwa Prabowo merupakan sosok yang tampil apa adanya. “Pak Prabowo suka bercanda. Beliau orang yang suka ketawa. Dan ketawanya lepas. Beliau natural,” pungkas Anis. (DLS/MFS)

Sumber: http://www.anismatta.net/2014/07/05/anis-matta-sebut-prabowo-beri-pembelajaran-politik-yang-bagus/ [5 Juli 2014]

Kader Muda PKS Depok Sebar Ta’jil On The Road





PKSDepok, DEPOK - Kader muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok mengadakan sebar Ta’jil On The Road   di depan Terminal Depok, Jumat (4/7) pukul 17:00 WIB.
 
Ta’jil berisi kurma, kue-kue, dan air mineral dalam gelas dibagikan kepada pengguna jalan dan angkutan umum. Selain ta’jil, dibagikan pula stiker dukungan kepada capres Prabowo-Hatta.
 
“Acara Ta’jil On The Road ini juga sekaligus mengkampanyekan kepada masyarakat di Kota Depok untuk memberikan suaranya kepada pasangan capres nomor 1 pada 9 Juli besok,” kata Ketua Bidang Humas DPD PKS Kota Depok, El Shanti Yuliana.
 
Dikatakan El Shanti, Ramadhan tahun ini, PKS Depok memberi tema “Ramadhan Bulan Kemenangan” selaras dengan momentum pemilihan presiden pada 9 Juli depan.
 
Dalam wawancara terpisah, El Shanti menambahkan bahwa seluruh kader PKS bersemangat untuk memenangkan pasangan capres Prabowo-Hatta sesuai dengan arahan Presiden PKS, Anis Matta pada 17 Mei 2014 lalu.
 
Lebih lanjut, El Shanti menyatakan bahwa acara sebar Ta’jil On The Road ini adalah salah satu bukti misi PKS menjadi partai yang selalu dekat dan melayani masyarkat.

“PKS rutin mengadakan acara sebar ta’jil ini setiap tahunnya di bulan Ramadhan, ada atau tidak ada agenda pilpres,” papar El Shanti.

Masyarakat terlihat antusias dan beramai-ramai mendatangi kader PKS yang sedang bertugas membagikan ta’jil.”Alhamdulillah, seneng banget deh. Lumayan banget buat buka puasa nanti,” ucap Saidi, 40 thn, warga Pancoranmas. (rls/dn)

Sumber: http://depoknews.com/kader-muda-pks-depok-sebar-tajil-on-the-road/
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKSDEPOK.com - All Rights Reserved
Support by. Blogger