Latest Post

Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah oleh (Alm) Ust. Rahmat Abdullah

Written By pksdepok on 24 Okt 2014 | 10/24/2014

Sebait Catatan Nasihat
(Alm) Ustadz Rahmat Abdullah.
"Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah"

Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.

Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita, tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.

Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang, tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.

Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.

Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri pertemuan forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang,
tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.

Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan memukuli orang-orang yang bermaksiat.

Sungguh teramat merugi... mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dlm dakwah ilallah, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan. Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah..

Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan 'manusiawi' yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.

Memang... Dakwah ini berat... karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang :

1. Memiliki hati sekuat baja.

2. Memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya.

3. Memiliki kekuatan yang berlipat.

4. Memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi.

5. Memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.

Siapapun tak akan pernah bisa bertahan...melalui
jalan dakwah ini... mengarungi jalan perjuangan... kecuali dengan KESABARAN!!!

Karenanya... Tetaplah disini... dijalan ini...bersama kafilah dakwah ini. Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh... Sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya...tetaplah disini...

Buanglah hawa nafsu dalam mengarungi perjalanannya, karena telah banyak yang bergugugran karenanya.

Gandenglah selalu iman kemana saja kita melangkah, karena iman akan menjagamu setiap waktu. Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, jangan lah sekali2 mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri... karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam disamudra kehidupan...

Jika bersama dakwah saja... kau serapuh itu...Bagaimana mungkin dengan seorang diri?? Sekuat apa kau jika seorang diri...???

PKS akan Berpartisipasi Aktif Dalam Tatanan Pemerintahan


Jakarta (23/10) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan partainya akan berpartisipasi aktif dalam tatanan pemerintahan. Hal ini ditulisnya dalam akun Twitter @anismatta, Kamis (23/10).
"PKS akan berpartisipasi aktif dlm tatanan pemerintahan ini melalui kader-kader di DPR, DPD dan DPRD. PKS juga tetap berkontribusi melalui kader-kadernya yang menjadi gubernur, walikota, dan bupati," tulis Anis.
Dia juga mengatakan, pemerintah harus segera melakukan kerja-kerja nyata untuk merealisasikan janji-janji kampanyenya.
"Kita harus berjalan terus, pemerintah harus segera bekerja, DPR mengawasi, dalam dinamika yang sehat. Kita harus memberi waktu kepada @jokowi_do2 dan @Pak_JK untuk bekerja, merealisasikan janji-janjinya," tambahnya.
Anis menilai, rakyat juga harus turut mengawasi berjalannya kinerja presiden dan anggota DPR. "Kritik konstruktif dibutuhkan dalam semua sistem demokratis," ujarnya.
Pada akhirnya, tambah Anis, mengelola pemerintahan itu soal mengelola manusia, setiap ide, teori dan agenda akan diuji di lapangan.
"Kita akan melihat bagaimana @jokowi_do2 dan @Pak_JK mengeksekusi ide dan agenda, terutama bagaimana rakyat merasakan hasilnya," imbuhnya.
Lebih lanjut Anis mengajak rakyat Indonesia untuk mensyukuri proses demokrasi yang sudah berjalan lancar ini.
"Besok akan jadi hari baru, dengan tantangan yang baru pula. Semoga Allah selalu meridhoi perjalanan bangsa Indonesia," pungkasnya.

Sumber : DPP PKS

Sumatera Barat Dukung Pemerintahan Jokowi-JK

Written By pksdepok on 22 Okt 2014 | 10/22/2014



Padang (22/10) - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mendukung pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, meskipun pada saat Pilpres 2014 pasangan Prabowo-Hatta menjadi pemenang di daerahnya. Irwan mengatakan masa hiruk pikuk pemilu telah berakhir. Pemenang telah ditentukan dan seluruh pihak harus menghormatinya. Oleh karena itu, Gubernur Irwan Prayitno akan mendukung pilihan rakyat yang telah didaulat memimpin Indonesia lima tahun kedepan.

Sebagai perpanjangtanganan pemerintah pusat, Irwan memastikan akan ikut mendukung program dan kebijakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, terutama kebijakan pro rakyat. Irwan berharap agar program pengurangan kemiskinan dan pengangguran yang telah dilaksanakan pemerintahan sebelumnya tetap dilanjutkan. Hal ini disebabkan program tersebut cukup berhasil diselenggarakan di daerah.

“Pemimpin yang baru kita dukung sepenuhnya. Pasti Jokowi-JK punya program unggulan di berbagai bidang dan wajib untuk didukung di daerah. Tapi kita juga harapkan program pemerintah sebelumnya, zaman SBY, tetap dilanjutkan. Seperti program pengurangan kemiskinan dan pengangguran yang terbukti berhasil. Ada juga BPJS, BOS, bantuan pertanian, dan peternakan,” harapnya.

Sementara itu, muncul isu bahwa Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi yang akan dianaktirikan oleh pemerintah pusat. Hal ini dilatarbelakangi sikap sebagian besar kepala daerah di provinsi tersebut mendukung pasangan Prabowo-Hatta pada masa pilpres lalu. Menanggapi isu tersebut, Irwan tidak khawatir.

“Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla merupakan negarawan yang berpikir demi keutuhan dan kesatuan NKRI, bukan untuk kepentingan politik semata. Sehingga, tidak mungkin ada perlakuan berbeda bagi Sumatera Barat,” tutupnya.
 
 
Sumber : Kabar PKS

PKS Siap Kawal Reformasi Birokrasi Banten

 
 
Serang (21/10) - Setelah pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banten dilantik, Anggota Fraksi PKS DPRD Banten, Sanuji Pentamarta, mendesak agar pimpinan terpilih berkomitmen untuk mengawasi secara ketat pengelolaan APBD Banten sehingga memperoleh opini wajar (tanpa terkecuali) dari Badan Pemeriksa Keuangan.

"Kami siap mengawal anggaran yang ada serta mengefektifkan fungsi pengawasan. Sehingga ke depan penggunaan anggaran benar-benar untuk kepentingan rakyat dan sesuai dengan aturan," kata Sanuji usai Pelantikan Pimpinan DPRD, Selasa (21/10).
Sanuji mengatakan hasil temuan serta tidak adanya opini terhadap laporan keuangan Provinsi Banten 2013 dari BPK, menjadi pelajaran berharga bagi anggota DPRD Banten untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap tata kelola APBD Banten.
Namun, Sanuji optimis laporan keuangan Banten akan mengalami perbaikan. Meskipun Sanuji menyadari bahwa untuk mencapai perbaikan yang signifikan, Pemprov Banten akan menemui berbagai hambatan. Akan tetapi, jika Plt Gubernur serius dalam membangun Banten, maka provinsi yang dikenal sebagai daerah santri tersebut akan menjadi lebih maju.
"Kami siap mengawal reformasi birokrasi di Banten. Kami juga siap membangun sinergi dengan eksekutif," tegas Sanuji.
Sanuji meminta masyarakat untuk ikut serta mengawal dan mengawasi kinerja DPRD Banten dalam melaksanakan tugas dan funsginya, antara lain legislasi, kontrol, dan anggaran terhadap eksekutif.
"Kami akan berupaya untuk bisa menjalankan amanah rakyat dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, masyarakat juga harus memberikan kontrol terhadap kinerja para anggota dewan agar berjalan sesuai aturannya, jelas Sanuji.
Rapat Paripurna Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten pada hari Selasa (21/10) menetapkan lima orang pimpinan. Asep Rahmatullah dilantik sebagai Ketua DPRD Provinsi Banten. Sedangkan H. SM. Hartono, Ali Zamroni, Nur’aeni, dan Muflikhah dilantik sebagai Wakil Ketua.

Selanjutnya, Ketua dan para Wakil Ketua memimpin Rapat Paripurna Pengesahan Peraturan Tata Tertib DPRD Provinsi Banten sebagai landasan untuk pembentukan alat kelengkapan dewan. (AKD)


Sumber : Kabar PKS

Lagi, Jawa Barat Dianugerahi Penghargaan Bidang Pendidikan



 
Jakarta – Jawa Barat kembali mendapatkan penghargaan atas kinerjanya dalam memajukan bidang pendidikan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), atas kesadaran, komitmen, dan dukungan besar terhadap dunia pendidikan. Penghargaan diterima oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), di malam Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2014 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (15/10) malam.

Dari 5 penghargaan APP 2014 kategori Provinsi dan Kabupaten/Kota, 2 di antaranya diraih oleh Provinsi Jawa Barat dan Kota Depok. Prestasi tersebut diperoleh Jawa Barat atas program-program pendidikan yang bermutu, seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SD dan SMP yang mencapai 20% lebih dari total APBD Jabar, serta penambahan ruang kelas baru dan pengajuan revisi Perda Nomor 5 Tahun 2003, tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Daerah, agar dapat diajarkan di sekolah dan digunakan di keluarga dan lingkungan kerja.

Adapun bagi Kota Depok, penghargaan yang diterima langsung oleh Walikota Depok DR. Nur Mahmudi Isma’il, diperoleh atas penetapan kebijakan program pendidikan “Education For All”, yang memberikan akses pendidikan kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Aher mengaku bahwa seluruh program pendidikan tersebut semata-mata untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetensi (berdaya saing) dan menjadi motivasi Pemprov Jabar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat.

“Alhamdulillah, saya tidak mencari penghargaan ketika membuat program berpihak pada pendidikan. Malam hari ini Jabar dapat penghargaan bukan yang pertama kalinya, karena perhatian kita pada pendidikan untuk membangun masa depan Jawa Barat”, ungkap Aher usai menerima penghargaan.

“Beratnya tantangan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Mohammad Nuh, “tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat luas dan corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di Indonesia”.

“Beratnya persoalan dan tantangan dalam menangani pendidikan, tidak boleh dan tidak mungkin mengandalkan pemerintah saja. Karena itulah, sebesar apapun partisipasi masyarakat akan memberikan makna yang sangat luar biasa”, imbuh M Nuh dalam sambutannya.

Untuk itu, Kemendikbud juga memberikan penghargaan APP kepada 5 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT. Huawei, Bank BCA Tbk., Lippo Group, Frisian Flag, dan Permata Bank.

Bersamaan dengan itu disampaikan juga penghargaan untuk 9 individu yang menjadi inovator pendidikan di Indonesia, 3 diantaranya diraih putra-putra asal Jawa Barat, yaitu Ridwan Hasan Saputra dengan Klinik Pendidikan MIPA-nya, Bode Riswandi dengan Komunitas Sastra Beranda-nya, dan Marlock dengan Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia (FP3MKI) yang digagasnya.



Sumber : PKS Jawa Barat

Hilman Rosyad Syihab: Sudah Siapkah ketika Orangtua Kita Berkata Jujur?

Written By pksdepok on 21 Okt 2014 | 10/21/2014

PKSDepok - Kemarin lalu, saya bertakziah mengunjungi salah seorang kerabat yang sepuh. Umurnya sudah 93 tahun. Beliau adalah veteran perang kemerdekaan, seorang pejuang yang shalih serta pekerja keras. Kebiasaan beliau yang begitu hebat di usia yang memasuki 93 tahun ini, beliau tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid untuk Maghrib, Isya dan Shubuh.

Qadarallah, beliau mulai menua dan tidak mampu bangun dari tempat tidurnya sejak dua bulan lalu. Sekarang beliau hanya terbaring di rumah dengan ditemani anak-anak beliau. Kesadarannya mulai menghilang. Beliau mulai hidup di fase antara dunia nyata dan impian. Sering menggigau dan berkata dalam tidur, kesehariannya dihabiskan dalam kondisi tidur dan kepayahan.

Anak-anak beliau diajari dengan cukup baik oleh sang ayah. Mereka terjaga ibadahnya, berpenghasilan lumayan, dan akrab serta dekat. Ketika sang ayah sakit, mereka pun bergantian menjaganya demi berbakti kepada orangtua.

Namun ada beberapa kisah yang mengiris hati; kejadian jujur dan polos yang terjadi dan saya tuturkan kembali agar kita bisa mengambil ibrah.

Terkisah, suatu hari di malam lebaran, sang ayah dibawa ke rumah sakit karena menderita sesak nafas. Malam itu, sang anak yang kerja di luar kota dan baru saja sampai bersikeras menjaga sang ayah di kamar sendirian. Beliau duduk di bangku sebelah ranjang. Tengah malam, beliau dikejutkan dengan pertanyaan sang ayah,

"Apa kabar, pak Rahman? Mengapa beliau tidak mengunjungi saya yang sedang sakit?" tanya sang ayah dalam igauannya.

Sang anak menjawab, "Pak Rahman sakit juga, Ayah. Beliau tidak mampu bangun dari tidurnya." Dia mengenal Pak Rahman sebagai salah seorang jamaah tetap di masjid.

"Oh...lalu, kamu siapa? Anak Pak Rahman, ya?" tanya ayahnya kembali.

"Bukan, Ayah. Ini saya, Zaid, anak ayah ke tiga."

"Ah, mana mungkin engkau Zaid? Zaid itu sibuk! Saya bayar pun, dia tidak mungkin mau menunggu saya di sini. Dalam pikirannya, kehadirannya cukup digantikan dengan uang," ucap sang ayah masih dalam keadaan setengah sadar.

Sang anak tidak dapat berkata apa-apa lagi. Air mata menetes dan emosinya terguncang. Zaid sejatinya adalah seorang anak yang begitu peduli dengan orangtua. Sayangnya, beliau kerja di luar kota. Jadi, bila dalam keadaan sakit yang tidak begitu berat, biasanya dia menunda kepulangan dan memilih membantu dengan mengirimkan dana saja kepada ibunya. Paling yang bisa dilakukan adalah menelepon ibu dan ayah serta menanyakan kabarnya. Tidak pernah disangka, keputusannya itu menimbulkan bekas dalam hati sang ayah.

Kali yang lain, sang ayah di tengah malam batuk-batuk hebat. Sang anak berusaha membantu sang ayah dengan mengoleskan minyak angin di dadanya sembari memijit lembut. Namun, dengan segera, tangan sang anak ditepis.

"Ini bukan tangan istriku. Mana istriku?" tanya sang ayah.

"Ini kami, Yah. Anakmu." jawab anak-anak.

"Tangan kalian kasar dan keras. Pindahkan tangan kalian! Mana ibu kalian? Biarkan ibu berada di sampingku. Kalian selesaikan saja kesibukan kalian seperti yang lalu-lalu."

Dua bulan yang lalu, sebelum ayah jatuh sakit, tidak pernah sekalipun ayah mengeluh dan berkata seperti itu. Bila sang anak ditanyakan kapan pulang dan sang anak berkata sibuk dengan pekerjaannya, sang ayah hanya menjawab dengan jawaban yang sama.

"Pulanglah kapan engkau tidak sibuk."

Lalu, beliau melakukan aktivitas seperti biasa lagi. Bekerja, shalat berjamaah, pergi ke pasar, bersepeda. Sendiri. Benar-benar sendiri. Mungkin beliau kesepian, puluhan tahun lamanya. Namun, beliau tidak mau mengakuinya di depan anak-anaknya.

Mungkin beliau butuh hiburan dan canda tawa yang akrab selayak dulu, namun sang anak mulai tumbuh dewasa dan sibuk dengan keluarganya.

Mungkin beliau ingin menggenggam tangan seorang bocah kecil yang dipangkunya dulu, 50-60 tahun lalu sembari dibawa kepasar untuk sekadar dibelikan kerupuk dan kembali pulang dengan senyum lebar karena hadiah kerupuk tersebut. Namun, bocah itu sekarang telah menjelma menjadi seorang pengusaha, guru, karyawan perusahaan; yang seolah tidak pernah merasa senang bila diajak oleh beliau ke pasar selayak dulu. Bocah-bocah yang sering berkata, "Saya sibuk...saya sibuk. Anak saya begini, istri saya begini, pekerjaan saya begini." Lalu berharap sang ayah berkata, "Baiklah, ayah mengerti."

Kemarin siang, saya sempat meneteskan air mata ketika mendengar penuturan dari sang anak. Karena mungkin saya seperti sang anak tersebut; merasa sudah memberi perhatian lebih, sudah menjadi anak yang berbakti, membanggakan orangtua, namun siapa yang menyangka semua rasa itu ternyata tidak sesuai dengan prasangka orangtua kita yang paling jujur.

Maka sudah seharusnya, kita, ya kita ini, yang sudah menikah, berkeluarga, memiliki anak, mampu melihat ayah dan ibu kita bukan sebagai sosok yang hanya butuh dibantu dengan sejumlah uang. Karena bila itu yang kita pikirkan, apa beda ayah dan ibu kita dengan karyawan perusahaan?

Bukan juga sebagai sosok yang hanya butuh diberikan baju baru dan dikunjungi setahun dua kali, karena bila itu yang kita pikirkan, apa bedanya ayah dan ibu kita dengan panitia shalat Idul Fitri dan Idul 'Adha yang kita temui setahun dua kali?

Wahai yang arif, yang budiman, yang penyayang dan begitu lembut hatinya dengan cinta kepada anak-anak dan keluarga, lihat dan pandangilah ibu dan ayahmu di hari tua. Pandangi mereka dengan pandangan kanak-kanak kita. Buang jabatan dan gelar serta pekerjaan kita. Orangtua tidak mencintai kita karena itu semua. Tatapilah mereka kembali dengan tatapan seorang anak yang dulu selalu bertanya dipagi hari, "Ke mana ayah, Bu? Ke mana ibu, Ayah?"

Lalu menangis kencang setiap kali ditinggalkan oleh kedua orangtuanya.

Wahai yang menangis kencang ketika kecil karena takut ditinggalkan ayah dan ibu, apakah engkau tidak melihat dan peduli dengan tangisan kencang di hati ayah dan ibu kita karena diri telah meninggalkan beliau bertahun-tahun dan hanya berkunjung setahun dua kali?

Sadarlah wahai jiwa-jiwa yang terlupa akan kasih sayang orangtua kita. Karena boleh jadi, ayah dan ibu kita, benar-benar telah menahan kerinduan puluhan tahun kepada sosok jiwa kanak-kanak kita; yang selalu berharap berjumpa dengan beliau tanpa jeda, tanpa alasan sibuk kerja, tanpa alasan tiada waktu karena mengejar prestasi.

Bersiaplah dari sekarang, agar kelak, ketika sang ayah dan ibu berkata jujur tentang kita dalam igauannya, beliau mengakui, kita memang layak menjadi jiwa yang diharapkan kedatangannya kapan pun juga. [Rahmat Idris]

Almuzzammil Dukung Kebijakan Maritim Presiden Jokowi

Written By pksdepok on 20 Okt 2014 | 10/20/2014


PKSDepok - Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Almuzzammil Yusuf, mengapresiasi pidato pertama Presiden Jokowi yang menekankan pada pemberdayaan potensi maritim Indonesia untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat pada Sidang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung MPR/DPR/DPD pada Senin (20/10).

“Saya mengapresiasi dan mendukung penekanan pidato Presiden Jokowi pada sektor maritim. Meskipun aspek yang disampaikan beliau tidak banyak, tetapi kita dapat menangkap konsentrasi Pemerintahan Jokowi kedepan,” kata politisi PKS asal Lampung ini dalam siaran persnya (20/10).

Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang, tidak mustahil Indonesia bisa maju dan makmur melalui pemberdayaan potensi laut.

”Ingat, panjang garis pantai Indonesia adalah keempat sedunia, lebih dari 90 ribu kilometer. Kita memiliki luas laut 5,8 juta km2 dan lebih dari 17 ribu pulau. Ini adalah aset sumber daya alam Indonesia yang perlu diberdayakan dan dikelola oleh Pemerintahan Jokowi kedepan,” terangnya.

Konsekuensinya, terang Muzzammil, kedepan perlu ada kebijakan yang masif dalam modernisasi industri strategis di bidang perkapalan sesuai dengan amanat Undang-Undang No.16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

“Selama ini kita banyak membeli kapal dari luar negeri. Kedepan kita harus memberikan perhatian khusus kepada industri perkapalan dalam negeri, sehingga kita dapat memproduksi kapal yang berkualitas dan membelinya untuk keperluan bangsa sendiri,” paparnya.

Ke depan Muzzammil menyarankan agar para nelayan, lulusan sarjana perkapalan, kelautan, dan pertanian diberikan posisi khusus untuk mendukung kebijakan Pemerintahan Jokowi.

“Disisi lain, TNI dan Polri perlu memperkuat keamanan laut agar bebas dari eksploitasi negara lain,” ujarnya.
Namun, Muzzammil berharap penekanan pada sisi maritim ini tidak menjadikan Jokowi mengabaikan aspek lain seperti pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

“Pak Jokowi tetap perlu memberikan penekanan khusus pada peningkatan aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang sudah dilakukan oleh Pemerintahan Pak SBY,” tutupnya.

Sumber: http://pks.or.id/content/almuzzammil-dukung-kebijakan-maritim-presiden-jokowi

Prabowo-Hatta Tunjukkan Kelas Negarawan


PKSDepok - Kehadiran Prabowo-Hatta dalam Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi dan Jusuf Kalla hari ini mendapat respon positif dari Anggota DPR RI, Almuzzammil Yusuf.

“Jenderal Prabowo dan Pak Hatta telah menunjukan kelasnya sebagai negarawan. Ini budaya politik yang baik dan patut ditiru oleh politisi, baik di pusat maupun daerah dalam proses transisi pemerintahan,” jelas Muzzammil di Gedung Nusantara MPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10).

Kehadiran Prabowo-Hatta, menurut Muzzammil, juga memberikan nuansa yang kondusif untuk pemerintahan baru dan iklim investasi bagi para investor guna pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan.
“Kehadirannya sekaligus menepis kekhawatiran beberapa kalangan akan gangguan stabilitas politik dan keamanan,” tegas Muzzammil.

Sikap kenegarawanan Prabowo-Hatta tersebut, kata Politisi PKS ini, patut diapresiasi karena telah turut serta menghantarkan proses transisi pemerintahan yang damai, aman dan demokratis.

“Sikap politik dewasa dan matang yang ditunjukkan oleh Pak Prabowo dan Pak Hatta pada hari ini patut diapresiasi dan diteladani sebagai budaya politik bangsa Indonesia. Kita patut bangga memiliki keduanya,” tutup Politisi PKS asal Lampung ini.

Sumber: http://pks.or.id/content/prabowo-hatta-tunjukkan-kelas-negarawan

Aleg Termuda Di FPKS Depok ini Peduli Pendidikan

Written By pksdepok on 14 Okt 2014 | 10/14/2014

PKSDepok-SAWANGAN | Anggota DPRD Kota Depok Zeni Faizah melakukan kunjungan ke Kelompok Belajar Kejar Paket yang berlokasi di SDN Sawangan 02 pada Minggu (12/10). Dalam kegiatan tersebut, wakil masyarakat  Sawangan, Bojongsari, Cipayung ini menyapa dan memberikan semangat kepada para pengajar dan peserta kejar paket.

"Kelompok belajar ini untuk mengakomodir warga Kota Depok yang putus sekolah, banyak warga punya semangat untuk menuntut ilmu sampai dengan jenjang pendidikan SMA tapi mereka tak punya biaya, solusinya ya kejar paket ini, gratis," kata Zeni sambil tersenyum.

"Jumlah peserta yang ada di kelompok Belajar Sawangan ini cukup lumayan, Paket A ada 8 orang, Paket B ada 12 orang, dan paket C ada 61 orang," tambahnya dengan wajah yang antusias.

Aleg termuda dari Fraksi PKS ini berharap Kelompok Belajar yang ada di kecamatan Sawangan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar yang putus sekolah. Ijazah yang diperoleh diharapkan dapat dipakai untuk mendapatkan pekerjaan dengan tingkat pendapatan yang lebih layak. Bagi Kota Depok sendiri keberadaan kelompok belajar kejar paket ini diharapkan dapat menaikan indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

Sekolah Kejar Paket yang belokasi di SDN Sawangan 02 ini tidak membebankan biaya kepada peserta didiknya alias gratis. Kegiatan belajar mengajar diadakan pada Hari Sabtu dan Minggu setiap pekannya. Peserta didik juga akan mendapatkan Ijazah SMA sebagaimana mereka yang bersekolah di sekolah umum. (Fit/Mpu)
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKSDEPOK.com - All Rights Reserved
Support by. Blogger