Latest Post

Pembekalan Spirit Al-Qur’an bagi Pengurus PKS Depok

Written By pksdepok on Dec 5, 2016 | 12/05/2016

PKSDEPOK.com— Depok, 2-4 Desember 2016 bertempat di Wisma Haji Ciloto, dimulai Jum’at malam, dilaksanakan Pembekalan Spirit Al-Qur’an bagi Pengurus PKS Depok bagi seluruh pengurus dari tingkatan Kota hingga kecamatan dengan tema “Meningkatkan Tarbiyah diri Bersama Al-qur’an”.

Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas ruhiyah dan bentuk kecintaan kader-kader PKS terhadap Al-Qur’an. Kegiatan ini bersifat “wajib dan mengikat” bagi para pengurus.

Kemenangan dakwah itu berbanding lurus dengan spirit ruhiyah kita. Kesibukan kita dengan kegiatan kemasyarakatan hendaknya diimbangi dengan kedekatan kita dengan Al-Qur’an”. Ujar Hafid Nasir, ketua DPD PKS Kota Depok.

Kegiatan yang dimulai Jum’at malam ini diikuti oleh sekitar 80 orang. Selain menerima ilmu dan wawasan tentang Al-Qur’an, selama di lokasi, setiap peserta ditargetkan dapat melaksanakan tilawah (membaca) 15 juz dan menyetorkan hafalan minimal 2 Juz Al-Qur’an. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya berhenti di pembekalan namun dapat terus berkembang dan berkelanjutan.
(in/ccm)

Memaknai Hari Pahlawan

Written By pksdepok on Nov 10, 2016 | 11/10/2016

PKSDEPOK.com-Depok, Mengulas sedikit sejarah revolusi Revolusi Nasional indonesia Surabaya, 10 November 1945 dikenal sebagai puncak dari pertempuran yang di anggap paling berat bagi tentara Indonesia saat melawan Inggris yang membawa pasukan kurang lebih tiga pulih ribu dilengkapi dengan tambahan alat tempur seperti pesawat , kapal perang dan tank Pertempuran Surabaya ini terjadi dari tanggal 27 Oktober hingga 20 November tahun 1945 dengan jumlah tentara 20.000 infanteri dan 100.000 pasukan milisi di sisi Indonesia.
Peristiwa ini seringkali disebut sebagai aksi heroik karena membantu menggembleng seluruh rakyat Indonesia dan bantuan dari pihak internasional untuk Indonesia. Awal munculnya hari pahlawan berasal dari hasil deklarasikan kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan Hatta pada tanggal 17 agustus 1945 usai Jepang menyerah pada perang Pasifik .

Terjadinya perang ini berawal dari pesawat milik Inggris yang terbang dari Jakarta dan membuat selebaran yang berisi tentang paksaan kepada para tentara Indonesia untuk menyerahkan senjata mereka hingga membuat geram dan di anggap sebagai pelanggaran atas kesepakatan yang di buat di Wallaby. Pada tanggal 28 Oktober, hingga terjadinya serangan kepada tentara inggris yang menewaskan 200 pasukan.

Pihak Inggris kemudian mengadakan negosiasi kepada Indonesia dengan mengundang Soekarno, Hatta, & Amir Syarifuddin untuk mengajukan kesepakatan gencatan senjata pada pertemuan tersebut hingga kesempatan damai terjadi dan di sepakati oleh kedua belah pihak. Namun karena adanya rasa saling tidak percaya terhadap kedua pihak, masalah komunikasi yang buruk menyebabkan terjadinya perang kembali pada tanggal 30 Oktober 1945, kala itu A.W.S Mallaby sedang melakukan perjalanan ke Surabaya dengan tujuan menyebarkan berita tentang persetujuan gencatan senjata kepada tentaranya.

Pasukan Indonesia di pandang sebagai tentara berani mati karena itu pihak Inggris tidak boleh menganggap remeh, hasil di pertempuran tersebut menewaskan kurang lebih 6,000 – 16,000 tentara serta 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Makna yang terkandung dari peristiwa itu Mudah-mudahan dapat menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat untuk tetap tetap berjuang tanpa rasa takut dan mengambil hikmah dari hari pahlawan 10 November.(in/ccm)

RKI Beji Depok Gelar Seminar Keluarga "Membumikan Harapan"

Written By pksdepok on Oct 25, 2016 | 10/25/2016

PKSDEPOK.com-Depok, Ahad, 23 Oktober 2016, di aula salah satu Sekolah di Kukusan Beji, Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Beji menyelenggarakan Seminar Keluarga ini berbentuk Bedah Buku. Judul buku yang dibedah “Membumikan Harapan: Rumah Tangga Islam Idaman” karya Abu Al-Hamd Rabi’.

Seminar yang diikuti sekitar 148 pasangan ini menghadirkan dua narasumber yaitu ibu Dr. Anis Byarwati, ketua Dewan Pembina Lembaga Kajian Ketahanan Keluarga Indonesia-LK3I dan Ustadz Hilman Rosyad Shihab, Lc.

Narasumber Dr. Anis Byarwati memulai pembahasan dengan menampilkan kondisi global potensi kepunahan peradaban karena menurunnya tingkat kelahiran dalam keluarga terutama di negara-negara barat. Kondisi ini sungguh mengkhawatirkan kalau tak ingin disebut bahaya. Karena keluarga adalah pilar peradaban. Tidak ada peradaban yg bisa dibangun tanpa adanya keluarga. Dan tentu saja peradaban yg ingin kita bangun adalah peradaban yang mulia.

Menyadari pentingnya itulah maka mempertahankan keutuhan keluarga adalah sebuah jihad. Inilah yang menjadi salah satu visi rumah tangga idaman.

Dari sisi lain, Ustadz Hilman Rosyad sebagai narasumber kedua menyampaikan tentang pengasuhan dan menyiapkan generasi. Karena bicara tentang anak adalah bicara tentang masa depan. Kewajiban orangtualah menyiapkan peradaban masa depan yang mulia. Semua itu melalui keluarga sebagai sistem Allah dan petunjuk Nabi. Keluarga sebagai sistem Allah itulah yang menjadi ruh dan intisari dari buku ini.

Menurut Ust Hilman Rosyad, setidaknya ada 4 kemampuan dasar yang mesti dipersiapkan bagi generasi ke depan: 1. Matematika, untuk bantu perhitungan dan analisa 2. Bahasa, untuk bantu ungkapkan ekspresi 3. Kesenian, untuk bantu kreativitas dan 4. Internet

Di sesi tanya jawab banyak peserta antusias mengajukan pertanyaan, terutama pada masalah pola asuh dan beberapa problem komunikasi di antara anggota keluarga. (in/ccm)

PKS Depok Launching Pusat Khidmat dan Rumah Keluarga Indonesia

Written By pksdepok on Sep 24, 2016 | 9/24/2016

PKSDEPOK.com, Depok- Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Depok launching Pusat Khidmat PKS dan Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Launching tersebut merupakan realisasi komitmen PKS yang berkhidmat untuk rakyat. Hal ini disampaikan Ketua DPD PKS Depok, Hafid Nasir dalam sambutan acara. Turut hadir dalam acara ini Walikota Depok Idris Abdul Shomad memberikan sambutan sekaligus meresmikan launching Pusat Khidmat PKS dan RKI Kota Depok di halaman kantor sekretariat DPD PKS Depok, Sabtu (24/9).
"Semuanya diperuntukkan untuk masyarakat sebagai bukti PKS berkhidmat untuk rakyat, " ungkap Hafid. Diketahui, Pusat Khidmat PKS Depok terdiri dari Rumah Sehat, Rumah Cerdas, Rumah Peduli, Rumah Aspirasi& Advokasi, Rumah Keluarga Indonesia.
Sementara itu T.Farida Damayanti, aleg PKS di DPRD Depok menambahkan, PKS telah menyiapkan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) sebagai bagian dari pusat Khidmat PKS Depok. Kedepan RKI ini akan memberikan pelayanan dalam bentuk kegiatan konsultasi perihal permasalahan remaja. Pelayanan konsultasi gratis ini diperuntukkan untuk keluarga atau para orang tua di Kota Depok.
"Melalui Pusat Khidmat PKS Depok kami ingin berpartisipasi mengokohkan ketahanan keluarga di Kota Depok. RKI Kota Depok siap menjadi sahabat keluarga dalam menghadapi permasalahan remaja," imbuh Farida.
"Tidak dipungkiri tingginya permasalahan sosial yang menimpa remaja seperti narkoba, seks bebas, tawuran pelajar dan pornografi perlu urgent untuk mendapatkan perhatian serius. Benteng pertama yang harus dikokohkan adalah keluarga. Setiap orang tua harus dapat memposisikan diri sebagai sahabat bagi remaja. Sehingga komunikasi dalam keluarga menjadi harmonis." Tambah Farida.
Bagi remaja atau orang tua yang ingin memanfaatkan salah satu pelayanan pusat Khidmat PKS Depok yaitu RKI ini bisa langsung mendatangi ke Griya Konsultasi Remaja RKI Depok yang buka sepekan sekali setiap hari Jumat pukul 09.00-11.00. Pendaftaran konsultasi dapat menghubungi Ibu Ganti di nomer 081310305389. Demikian disampaikan Farida sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Depok.
(In/ccm)

Terbangnya Ratusan Balon sebagai Tanda Dibukanya Pusat Khidmat PKS Depok

PKSDEPOK.com, Depok- Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Depok me-launching Pusat Khidmat PKS di halaman kantor sekretariat DPD PKS Depok, Sabtu (24/9).
Mengusung tagline PKS yaitu berkhidmat untuk rakyat, kegiatan itu dihadiri Walikota Depok Idris Abdul Shomad, Ketua Fraksi PKS Depok Qurtifa Wijaya, sejumlah tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.
Ketua DPD PKS Depok Hafid Nasir memberikan sambutan dilanjutkan berbagai rangkaian acara hiburan dan acara puncaknya sambutan oleh Walikota Depok sekaligus pelepasan dua ratus balon tanda dibukanya pelayanan Pusat Berkhidmat PKS Depok.
Pusat Khidmat memiliki lima bidang pelayanan antara lain Rumah Sehat, Rumah Cerdas, Rumah Peduli,Rumah Aspirasi & Advokasi, Rumah Keluarga Indonesia.
Menurut Hafid Pusat Khidmat PKS bertujuan untuk pemberdayaan, pelayanan dan pembelaan kepada masyarakat."Harapan kami dengan launching seperti ini sebagai bentuk sosialisasi informasi kami kepada masyarakat Depok agar ini menjadi salah satu bagian program Pusat Khidmat PKS untuk memberikan kontribusi konkrit kepada hal-hal yang bersifat positif demi membentuk generasi bangsa yang berkarakter," kata Hafid.
(In/ccm)

Walikota Depok Resmikan Kantor DPC PKS Pancoran Mas

Written By pksdepok on Jul 31, 2016 | 7/31/2016

PKSDEPOK.com—Depok, Walikota Depok Idris Abdul Somad meresmikan kantor sekretariat Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pancoran Mas, Ahad (31/7).

Peresmian kantor yang disebut sebagai ‘Markaz Dakwah’ itu sekaligus merayakan kegiatan halal bi halal kader dan simpatisan PKS se-Kecamatan Pancoran Mas. Acara berlangsung di halaman depan kantor DPC PKS Pancoran Mas, Rangkapan Jaya.

“Sebagai pribadi, keluarga, sekaligus pemimpin Kota Depok, saya mengucapkan taqabballahu minna waminkum, kullu amin wa antum bikhair, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya di hadapan ratusan stuktur DPC, DPRa, kader dan simpatisan PKS, sesaat sebelum pengguntingan pita tanda peresmian.

Idris mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PKS, khususnya di Pancoran Mas yang telah ikut andil dalam kegiatan pembangunan Kota Depok. Selain itu, katanya, PKS merupakan partai dakwah yang tak kenal lelah membangunkan masyarakat untuk terus bersama nilai-nilai Islam yang rahmatan lil’alamin.

“Saya berharap kantor baru ini dapat menjadi sarana untuk menebarkan dakwah serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, sehingga dapat menebarkan kemaslahatan di masyarakat, khususnya di Kecamatan Pancoran Mas,” harapnya.

Usai peresmian Markaz Dakwah, kader dan simpatisan PKS tersebut mendapat siraman ruhani dari motivator reliji dari “Formula Hati” Muhsinin Fauzi, Lc, MM. Menurutnya, melahirkan keluarga yang shalih di era digital, sebagaimana tema halal bihalal, tidaklah mudah dan sederhana.

“Keluarga shalih itu kelihatannya mudah, cukup anak-anak yang nurut kepada orang tuanya, shalatnya rajin, dan tampak baik-baik saja. Tapi sesungguhnya menuju keluarga yang shalih dibutuhkan sejumlah perangkat,” ujar Muhsinin.

Akidah yang benar, ibadah yang lurus, menurutnya, adalah sesuatu yang clear (jelas). Namun, lanjutnya, masih ada beberapa perangkat lain yang harus diperhatikan dan diadakan jika ingin menjadi keluarga shalih.

“Yang shalih itu, tidak cukup anaknya saja, ibu dan ayahnya juga harus shalih,” terangnya. Menurut Muhsinin, ada dua perangkat yang di era sekarang sebagian orang tua tak memperhatikan masalah ini dengan cukup serius. Pertama, katanya, soal etika atau moral, dan keduanya adalah pemikiran (mindset).

Etika, tambahnya, tak banyak dipengaruhi kecuali dalam lingkungan keluarga. Karena itu, pengaruh dari kebiasaan atau budaya orang tuanya yang mempengaruhi perilaku anak-anaknya di masa depan. “Kebiasaan orangtua menjadi cerminan bagi anak, maka berhati-hatilah dalam berkomunikasi dan berperilaku di hadapan anak-anak kita,” terangnya.

Di era digital seperti sekarang ini, menurut Muhsinin, orang tua menghadapi tantangan yang lebih berat dari era-era sebelumnya. Jika dulu orang tua dan guru menjadi sumber referensi utama informasi dan pengetahuan bagi anak, kini dengan hadirnya digitalisasi perangkat komunikasi dan informatika yang kian canggih, membuat anak bergeser pemahamannya. “Kecepatan informasi melalui perangkat gadget itu, jika tak disikapi dengan baik dan benar, akan menjadikan anak distrust terhadap orang tua. Orang tua harus bijak dan memahami kondisi ini dengan tepat,” tandasnya.

Kegiatan halal bihalal tersebut juga dihadiri Ketua DPD PKS Kota Depok, Hafid Nasir, Kapolsek Pancoran Mas Kompol Tata Irawan, dan sejumlah tokoh masyarakat. Ketua DPC PKS Pancoran Mas Imam Musanto bersyukur atas peresmian kantor DPC PKS di Kecamatan Pancoran Mas ini. “Alhamdulillah, setelah sekian tahun lamanya PKS Pancoran Mas belum memiliki kantor sekretariat, kini sudah mampu memilikinya berkat peranserta kader dalam mewujudkan kantor ini,” ujarnya.

Terletak di Komplek Rukan Pesona Mutiara Depok, Pitara, Rangkapan Jaya, DPC PKS Pancoran Mas memiliki dua lantai yang cukup representatif. Menurut Imam, kantor ini akan dijadikan sebagai tempat kegiatan dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan untuk kader dan warga. Dia berharap dengan sekretariat yang permanen ini, eksistensi PKS di Pancoran Mas akan kian kokoh dan mengakar.
(In/ccm)

Training Tim Kesehatan Pusat Khidmat DPC PKS Pancoran Mas Kota Depok

Written By pksdepok on May 3, 2016 | 5/03/2016

PKSDEPOK.com- Depok, Pada Minggu ini (1/5) bertempat di Aula DPC (Dewan Pengurus Cabang) PKS (Partai Keadilan Sejahtera) melangsungkan Training Tim Kesehatan Pusat Khidmat DPC PKS Panmas (Pancoran Mas) Depok.

Imam Musanto, Ketua DPC PKS Panmas, memberikan apresiasi untuk acara training ini. “Acara ini merupakan kegiatan unggulan dari sie Kesra (Kesejahteraan Rakyat) DPC PKS Panmas dan sebagai bekal tim dalam berkhidmat untuk masyarakat di wilayah kecamatan Pancoran Mas dan kelurahan didalamnya”. Ujarnya disela-sela acara.

Juarti, Ketua sie Kesra DPC PKS Pancoran Mas, mengatakan bahwa Tim Khidmat DPC PKS Panmas harus bisa memanfaatkan ilmu yang diajarkan untuk berkiprah di kelurahan masing-masing dengan selalu berkoordinasi dengan Kesra DPC PKS Panmas.

Dengan mengusung tema: “Sehat-Ikhlas dengan sepenuh cinta”, training kali ini, dihadiri oleh tim dari 6 kelurahan di wilayah kecamatan Panmas yaitu : Depok, Depok Jaya, Pancoran Mas, Mampang, Rangkapan Jaya, Rangkapan Jaya Baru.

Selain informasi terkait Kesra DPC PKS Panmas, materi yang diajarkan adalah tata cara pelayanan kesehatan dan praktek pelayanan kesehatan.

Dalam training ini dilakukan pengukuhan Tim Kesehatan Pusat KhidmatDPC PKS Panmas oleh ketua DPC PKS Panmas Depok.

(Depoknews/InCcm)

Ada Sedekah Sampah di Bazar PKS


PKSDEPOK.com- Depok, DPRa PKS Tanah Baru, kemarin (1/5) melaksanakan bazar di Lapangan RW 06, Kelurahan Tanah Baru, Beji. Ketua DPRa PKS Kelurahan Tanah Baru, Rasul mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu program yang digagas Rumah Keluarga Indonesia (RKI) DPRa Kelurahan tanah Baru untuk menjalin silaturahmi antara kader dan masyarakat.

"Kegiatan ini sudah tahun kedua kami laksanakan, sebelumnya tahun lalu sudah kami lakukan dan responnya cukup baik," ujarnya kepada Radar Depok, kemarin.

Dirinya menjelaskan, salah satu tujuan utama dari adanya kegiatan ini juga sebagai upaya DPRa PKS Kelurahan Tanah Baru untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

"Walau mendaftarnya ke kami tetapi kami tidak ada income yang masuk. Mereka (masyarakat) membuka stand dan berjualan."ujarnya.

Tak hanya menggelar bazar, ia juga menambahkan, yang unik dari kegiatan ini ialah program sedekah dengan sampah. Program ini juga digagas oleh RKI DPRa Tanah Baru untuk mengumpulkan sampah-sampah dari para kader Tanah Baru yang tempat tinggalnya belum ada kegiatan Bank Sampah.

"Selain sebagai bentuk penggalangan dana untuk kegiatan-kegiatan sosial, program ini juga sebagai salah satu kegiatan yang mendukung program Pemerintah Daerah menuju Depok Zero Waste," paparnya.

(In/ccm)

Kartini, Perempuan dan Keluarga

Written By pksdepok on Apr 22, 2016 | 4/22/2016

Oleh : T. Farida Rachmayanti
Ketua Bidang Perempuan & Ketahanan Keluarga
DPD PKS Kota Depok

PKSDEPOK.com-Depok, “Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali kali karena kami menginginkan anak anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi perempuan, agar perempuan dapat lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yag pertama-tama.” (Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902)

Mengenang perjuangan RA Kartini selalu mengingatkan kita tentang tuntutan emansipasi dan kebangkitan gerakan perempuan. Emansipasi yang menuntut agar perempuan mendapatkan kebebasan, merdeka dan berdiri sendiri. Namun jika kita telaah lebih dalam surat RA Kartini kepada teman korespondensinya di atas, tuntutan yang diinginkan Kartini adalah pengajaran dan pendidikan untuk perempuan bukan untuk menyaingi kaum laki-laki namun agar perempuan dapat lebih cakap menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu.

Karena bagi Kartini perjuangan untuk menghapus diskriminasi terhadap perempuan pada masa itu, bukan berarti perempuan meninggalkan peran dan fungsi sesuai kodratnya, yaitu sebagai seorang istri, dan sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya.

Dalam pandangan Kartini, kondisi tradisi, adat istiadat buatan manusia serta penjajahan yang mengabaikan nilai kemanusiaan pada akhirnya akan merusak tatanan sosial. Karena itu Kartini tahu darimana dan bagaimana cara memulainya. Perempuan  sebagai pendidik pertama harus mendapatkan hak pendidikan yang memadai untuk menjalankan peran dan fungsinya. Tugas peradaban yang diemban oleh perempuan membutuhkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan yang bisa diperoleh dari pendidikan. Karena perempuan yang cerdas akan melahirkan generasi yang cerdas pula. Bagaimana perempuan dapat menjadi pendidik jika dirinya sendiri saja tidak terdidik?

Tugas mengandung, melahirkan, menyusui dan mendidik merupakan kemuliaan yang dianugerahkan bagi perempuan. Karena itulah Allah anugerahkan karakter tertentu kelembutan, kesabaran, ketelatenan, keindahan pada pribadi perempuan. Dengan karakter tersebut, perempuan akan  memberikan kelembutan dan kasih sayang ketika merawat anak-anaknya, mengajar dan mendidik mereka dengan sabar, memberikan teladan dalam bersikap, menghibur dan mendengarkan curahan hati anak-anaknya.

Orang tua memiliki tugas utama mendidik anak-anaknya. Dalam relasi antara anak dan orang tua yang secara kodrat mencakup unsur pendidikan untuk membangun kepribadian anak dan mendewasakannya, maka orang tua menjadi agen pertama dan utama yang mampu dan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat dan sikap mental yang sehat, akhlak yang terpuji, cerdas, kreatif, mandiri dan peduli terhadap sesama.

Perempuan sebagaimana lelaki menjadi satu kesatuan yang harmoni dalam mengampu sebuah kekuatan utama bangsa: Keluarga. Satu sama lain saling mengisi, tolong menolong, berlomba dalam kebaikan sesuai dengan potensi yang dianugerahkan pencipta. Di antara kaum laki-laki dan perempuan terikat dalam relasi yang proposional saling melengkapi dalam rangka merealisasikan amanah penciptaan manusia. Berkumpul dalam keluarga yang egaliter yang menjadi basis internalisasi  nilai-nilai kebaikan dan keimanan. Satu sama lain menyatukan hati untuk menghadirkan energi cinta bagi anak-anak agar mereka dapat hidup terlindungi.

Kemitraan perempuan dan laki-laki dalam keluarga pun termasuk dalam hal pengasuhan dan pendidikan anak. Ayah juga harus ikut berperan agar setiap anak memiliki katakter yang seimbang dan jiwa yang sehat sesuai fitrahnya. Anak membutuhkan tokoh ayah secara fisik dan psikologis. Pengasuhan selayaknya tidak dilimpahkan ke orang lain selain orang tua itu sendiri. Karena hakikatnya pengasuhan merupakan pengajaran yang  selaras antara ucapan dengan contoh perbuatan tersebut. Termasuk  bagaimana anak tersebut mencintai amal kebaikan dan menggenggam prinsip keimanan  yang dicontohkan oleh orang tuanya.

Ketika satu kesatuan yang harmoni ini sudah bersinergi dengan baik, maka akan tercipta keluarga yang kokoh. Keluarga merupakan unit sosial dari masyarakat. Jika terjadi degradasi dalam keluarga maka akan berdampak negatif terhadap kehidupan masyarakat. Sebaliknya, Keluarga yang berkualitas memiliki peran besar dalam terjadinya transformasi sosial terhadap bangsa dan negara.

Keluarga Berkualitas, menurut definisi versi baru BKKBN, ialah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sejahtera berarti sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Sehat mencakup sehat jasmani, rohani, dan sosial. Maju bermakna memiliki keinginan untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan diri dan keluarganya guna meningkatkan kualitasnya. Berjiwa mandiri diartikan memiliki wawasan, kemampuan, sikap dan perilaku tidak tergantung pada orang lain.

Berwawasan berarti memiliki pengetahuan dan pandangan yang luas, sehingga mampu, peduli, dan kreatif dalam upaya pemenuhan kebutuhan keluarga dan masyarakat secara sosial. Harmonis mencerminkan kondisi keluarga yang utuh dan mempunyai hubungan yang serasi di antara semua anggota keluarga. Yang terakhir dan paling utama, bertakwa berarti taat beribadah dan melaksanakan ajaran agamanya.

Mengenai ketaatan terhadap ajaran agama, Kartini pun sangat menyadari pentingnya hal ini. Tidak banyak yang mengetahui mengenai keinginan Kartini menjadi seorang muslimah sejati, seperti tertulis dalam suratnya,

”Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu : Hamba Allah (Abdulloh).” (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 1 Agustus 1903)

Bahkan Pandangan kartini tentang Barat-pun berubah, setelah sekian lama sebelumnya dia terkagum dengan budaya Eropa yang menurutnya lebih maju dan serangkaian pertanyaan-pertanyaan besarnya terhadap tradisi dan agamanya sendiri. Ini tercermin dalam salah satu suratnya,

”Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” (Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902)

”Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami menjadi orang-orang yang setengah Eropa atau orang-orang Jawa Kebarat-baratan.” (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 10 Juni 1902)

Walaupun Kartini seorang perempuan, sejatinya tidak hanya memperjuangkan perempuan. Kartini  memperjuangkan hal-hal mendasar yang sepatutnya dimiliki Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.  Kartini menghendaki terjadinya perubahan sosial yang lebih baik di masyarakat dengan memberikan hak memperoleh pendidikan yang layak.  Membangun masyarakat  dengan memulai membangun keluarga yang kokoh melalui pengajaran serta memberikan keterampilan kepada perempuan. Hal ini beliau wujudkan melalui perjuangannya dengan merencanakan mendirikan Sekolah Khusus bagi perempuan di rumahnya.  Di satu sisi kepeduliannya pada masalah ekonomi juga beliau tunjukkan dengan melakukan pendampingan kepada para pengrajin ukiran.  Kartini membantu membuka akses promosi bagi produk lokal di daerahnya, diantaranya ke Batavia.   Sekali lagi,  Kartini menyadari pentingnya membangun keluarga yang kokoh untuk hadirkan bangsa yang berkualitas.

(in/ccm)

 

 
 

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKSDEPOK.com - All Rights Reserved
Support by. Blogger