Latest Post

Yayasan Uswatul Ummah Gelar Bakti Sosial untuk Warga Cagar Alam Depok

Written By pksdepok on 5 Jul 2015 | 7/05/2015


PKSDEPOK - Ramadhan adalah bulan mulia yang seyogyanya bisa diisi dengan berbagai aktivitas positif. Salah satu yang bisa dilakukan ialah dengan melakukan bakti sosial seperti yang dilakukan oleh Raudhotul Athfal (RA) Usamah, Minggu (5/7).

RA yang berada di bawah Yayasan Uswatul Ummah tersebut mengadakan bakti sosial dengan sasaran masyarakat sekitar Cagar Alam, Pancoran Mas Depok. Pembagian 100 paket sembako gratis dan penjualan sembako murah menjadi aktivitas positif RA Usamah dalam mengisi bulan suci Ramadhan 1436 H.

Ketua Yayasan Uswatul Ummah, Abdul Ghoffar, dalam sambutannya mengatakan bakti sosial ini rutin setiap tahun dilakukan oleh Yayasan Uswatul Ummah. Dirinya berharap dengan adanya bakti sosial ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dalam menghadapi berbagai kebutuhan di bulan Ramadhan.

"Mudah-mudahan bakti sosial ini dapat membantu Bapak dan Ibu semua yg hadir hari ini," ujar Abdul Ghoffar.

Selain itu mantan anggota DPRD Depok ini juga mengaku bahwa RA yang berada di bawah yayasannya ini telah diwakafkan untuk warga sekitar RW 08. Untuk itu Ia menghimbau agar warga RW 08 dapat memanfaatkannya sebagai tempat pendidikan anak.

"Silahkan tempat ini dimanfaatkan untuk pendidikan anak Bapak dan Ibu sekalian, agar menjadi anak yang sholeh dan sholeha," tutupnya. (Bdniw/ccm)

PKS Mekarjaya Depok Bagikan 1500 Takjil

Written By pksdepok on 3 Jul 2015 | 7/03/2015


PKSDEPOK – Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok membagikan 1.500 paket takjil. Kegiatan berbagi Takjil ini berlangsung pada Jumat (3/7). Takjil On The road dilaksanakan di pertigaan Masjid Al Huda (Jalan Tole Iskandar, Depok 2 Tengah).

Paket takjil yang dibagikan terdiri dari kolak biji salak, lontong isi plus tahu isi/bakwan, kurma, dan air mineral. Acara berlangsung tertib dan mendapat sambutan hangat dari para pengguna jalan raya yang belum sempat sampai rumah ketika azan Magrib berkumandang.

Koordinator acara TOR, Untung Santoso, mengucapkan terima kasih kepada kader dan simpatisan PKS yang sudah berkontribusi dalam kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader dan simpatisan PKS Mekarjaya yang sudah menyumbangkan dana dan paket takjil serta mengerahkan tenaga untuk menyukseskan acara takjil on the road tersebut. Kami juga memohon maaf khususnya kepada pengguna jalan di sekitar pertigaan Masjid Al Huda yang terganggu perjalanannya selama acara TOR berlangsung,” ujar Untung.





Pemimpin Ingkar Janji, Fatwa MUI dan Krisis Kepemimpinan

Written By pksdepok on 2 Jul 2015 | 7/02/2015

Fatwa untuk pemimpin yang ingkar janji yang diwacanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru-baru ini cukup menarik. Ada masyarakat yang menyambut baik, ada yang menganggap hal ini tidak memerlukan fatwa karena sudah jelas hukumnya dalam nash, dan ada juga yang menuduh fatwa ini terlalu bermuatan politis, seolah-olah pihak terakhir tersinggung karena fatwa MUI mengarah kepada tokoh pujaannya.

Memang cukup debatable apakah perlu atau tidaknya fatwa ini mengingat Islam sudah tegas menghukum orang yang ingkar janji dengan melekatkan predikat munafik. Hadits riwayat Bukhori & Muslim telah masyhur di kalangan umat muslim mengulas tentang kriteria munafik.

“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat.”

Dan orang yang munafik diancam dengan neraka yang paling dasar.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS An-Nisa 145)

Tetapi fatwa ini menandakan masih ada kesadaran di tengah masyarakat akan krisis kepemimpinan yang terjadi di negara ini. Krisis pemimpin yang jujur, krisis multi dimensional akibat kepemimpinan yang tidak jujur, dan krisis sikap kritis masyarakat mengoreksi ketidakjujuran pemimpin. Fatwa hadir karena ada pertanyaan. Perlu diapresiasi masyarakat yang mencuatkan pertanyaan mengenai hukum pemimpin yang ingkar janji.

Islam Tutup Celah Krisis Kepemimpinan

Ajaran Islam bila diimplementasikan secara kompak oleh tiap individu yang memeluknya, niscaya bisa mencegah krisis kepemimpinan.

Dalam Islam, ajaran kepemimpinan bukanlah yang hanya mengurusi masyarakat banyak. Tetapi ajaran kepemimpinan dimulai dari individu. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw.

“Setiap kalian adalah pemimpin & akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin & akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga & akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinannya. Dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya & akan dimintai tanggungjawabnya. Serta pembantu adalah penanggungjawab atas harta benda majikannya & akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Setelah disadarkan akan tanggung jawab tiap individu, kemudian Islam melengkapi tiap insan dari umatnya dengan skill kepemimpinan. Islam mengajarkan tiap personal bagaimana mengontrol diri dan memerintahkan berpuasa  untuk mengendalikan hawa nafsu. Islam menyuruh berbuat adil sekalipun kepada pihak yang tidak disukai, memerintahkan menepati janji dan menunaikan amanah.

Seorang muslim diperintahkan bersabar dan bersyukur dalam merespon setiap keadaan. Sehingga dengan manajerial diri yang baik, semua keadaan menjadi baik.

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR Muslim)

Islam juga membekali umatnya pembelajaran manajerial keluarga yang baik. Al-Qur’an mencontohkan bagaimana nabi Ibrahim a.s. berdoa untuk keluarga. Rasulullah saw juga memberi model langsung profil keluarga yang harmonis. Bertebaran ajaran-ajaran kepemimpinan keluarga dalam Islam.

Islam juga tak melupakan ajaran mengurus kepentingan publik. Rasulullah saw menjadi contoh harum kepemimpinan yang dicintai rakyatnya. Tata negara dan politik Islam pun banyak diulas dan dibukukan oleh para ulama abad pertengahan. Sebut saja Ibnu Taimiyah yang menulis kitab As-Siyasah Syar’iyah. Imam Mawardi menyuguhkan beberapa kitab politik Islam seperti Al-Ahkamu As-Sulthaniyyah, Siyasatu Al-Wizarati wa Siyasatu Al-Maliki, dll. Dan Imam Adz-Dzahabi beserta banyak ulama lain ikut berkontribusi dengan pemikirannya tentang politik Islam yang berisi ajaran kepemimpinan.

Dengan ajaran-ajaran itu, harusnya tak ada krisis kepemimpinan pada negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Sumber Krisis Kepemimpinan

Lantas mengapa ironinya di Indonesia – negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia – malah tertimpa krisis kepemimpinan? Suksesi kepala daerah maupun anggota dewan tiap lima tahun sekali berjalan lancar, namun tak kunjung menghadirkan kehidupan yang sejahtera bagi rakyat. Sebaliknya, pemimpin yang terbuka aib kebohongannya bergonta-ganti mengambil alih tampuk kekuasaan.

Jawabannya mudah, karena ajaran Islam tidak diimplementasikan secara kaffah oleh seluruh umat Islam di Indonesia. Hingga akhirnya negeri ini melahirkan calon-calon pemimpin yang bukanlah mereka yang mampu memimpin diri sendiri dengan baik berdasarkan ajaran Islam, atau menjaga keluarganya dalam ketaatan kepada Allah swt.

Para pemilih yang beragama Islam pun tidak mempedulikan akhlak pemimpinnya. Orang yang telah terbukti berbohong, telah terbukti ingkar janji, tetap saja dipilih oleh masyarakat. Atau masyarakat tak mau mempelajari dengan serius siapa calon pemimpin yang fotonya terpampang di poster-poster KPU. Bagi sebagian pemilih di Indonesia, pemimpin yang layak pilih adalah yang tim suksesnya mau menggelontorkan sejumlah dana atau dikenal dengan money politic.

Padahal Islam memerintahkan agar umatnya mengangkat orang yang bertaqwa sebagai pemimpin.

Sumber krisis kepemimpinan juga disebabkan oleh kehidupan sosial masyarakat. Sebagaimana keadaan pohon tergantung dari tanah tempat ia tumbuh, pemimpin pun menjadi cerminan kondisi masyarakat. Di tengah kumpulan masyarakat yang baik akan lahir pemimpin yang baik, vise versa.

Allah swt menyatakan bahwa umat yang zholim akan dipimpin oleh pemimpin yang zholim pula.

“Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi penguasa bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.” (Al An’aam: 129)

Rasulullah saw pun memberi sinyal kehadiran pemimpin yang rusak akibat masyarakat yang rusak.

“Tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan disiksa dengan kezhaliman penguasa.” (HR Ibnu Majah)

Karena itu, rasanya fatwa MUI tentang hukum pemimpin yang ingkar janji belum cukup mengobati krisis kepemimpinan di negara ini. Pun bila ada mekanisme impeachment bagi pemimpin yang terbukti ingkar janji. Karena tiap seorang pemimpin pembohong diturunkan, mungkin saja akan diangkat pemimpin lain yang tak jujur.

Kecuali bila umat Islam di Indonesia ini bersungguh-sungguh menyiapkan individu-individu yang komitmen kepada ajaran Islam. Dan itu harus dimulai dari tiap pribadi secara merata.

Zico Alviandri

Zeni Faizah Wakili Fraksi PKS dalam Rapat Paripurna DPRD Depok

Written By pksdepok on 1 Jul 2015 | 7/01/2015


PKSDEPOK - Selasa (30/6) bertempat diruang paripurna DPRD Jl. Boulevard Kota Kembang, Zeni Faizah menjadi perwakilan Fraksi PKS dalam penyampaian pandangan umum fraksi – fraksi terhadap LPJ APBD 2014 di rapat paripurna DPRD kota Depok . Anggota FPKS ini mendapat kesempatan urutan ketiga dalam membacakan pandangannya setelah fraksi PDIP dan fraksi Gerindra.

Sebelum menyampaikan pandangan umum, Fraksi PKS menyampaikan apresiasi yang tinggi atas predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Pertanggungjawaban APBD Kota Depok selama 4 tahun berturut-turut sejak 2011-2014 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dalam LPJ APBD kota Depok tahun 2014 terjadi silfa yang cukup besar yaitu sebanyak 750 Milyar Rupiah. “Ini harus menjadi perhatian khusus para OPD terkait agar ditahun penganggaran berikutnya tidak terjadi lagi”. Demikian aleg dapil Sawangan-Cipayung-Bojongsari menyampaikan pandangan umum fraksinya.


sumber : fpksdepok

Forum Keluarga Harmonis Kota Depok Gelar Dialog Interaktif dan Dzikir Ramadhan

Written By pksdepok on 30 Jun 2015 | 6/30/2015


PKSDEPOK - Senin (30/6) Forum Kelurga Harmonis Kota Depok mengadakan kegiatan Dialog dan Dzikir Ramadhan Bersama Bunda Elly di kediaman dinas Wakil Walikota Depok, Pesona Depok Estate. Acara dialog interaktif yang bertajuk mambangun keluarga harmonis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga di Kota Depok.

Acara ini dihadiri lebih dari 50 penggiat majlis ta'lim sekota Depok. Acara dialog dibuka dengan sambutan Wakil Walikota Depok, DR. KH. Idris Abdul Shomad. Idris memaparkan secara singkat perkembangan pembangunan di Kota Depok.

Dra. Elly Farida atau yang akrab disapa dengan Bunda Elly memulai paparannya dengan membahas problematika keluarga yang banyak terjadi saat ini. Untuk mewujudkan keluarga harmonis, Bunda Elly menekankan perlunya setiap orang tua menjadi contoh yang baik dalam keluarga. Menurutnya keteladanan orang tua dalam kelurga merupakan jawaban untuk mewujudkan kerukunan dan keharmonisan dalam keluarga.

Acara FKH disambut dengan antusias oleh para hadirin dengan menceritakan kondisi yang terjadi di lingkungannya masing-masing. "Tarbiyatul aulad bil Islam (pendidikan Agama Islam di dalam keluarga) menjadi hal yang sangat penting untuk diterapkan dalam keluarga," ucapnya agar para orang tua juga senantiasa menanamkan nilai-nilai keagamaan di dalam keluarga masing-masing. (ccm/do)

Aleg FPKS Hafid Nasir Terus Perbaiki Pendidikan Kota Depok

Written By pksdepok on 29 Jun 2015 | 6/29/2015


PKSDEPOK -  DPRD Kota Depok menjanjikan sebelum akhir tahun 2015, pembangunan gedung sekolah negeri tingkat SMP dan SMA akan segera selesai. Hal Itu dikarenakan ada ribuan siswa Kota Depok yang bersekolah di luar Depok karena daya tampung sekolah negeri tidak memadai. Bahkan direncanakan pengajuan pembangunan tersebut akan dilakukan untuk membangun enam gedung sekolah SMP dan tiga gedung sekolah SMA negeri. Menurut Hafid Nasir, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, janji realisasi pembangunan gedung sekolah negeri itu sudah mereka laksanakan dengan Dinas Pendidikan Kota Depok.

Ketika pihaknya sudah menyetujui anggaran pembangunan Sembilan gedung sekolah tingkat SMP dan SMA negeri yang diusulkan. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontorkan tersebut mencapai Rp300 miliar lewat APBD murni. Ia melanjutkan, idealnya untuk menampung ribuan siswa dari 2 juta penduduk kota Depok meski mempunyai 22 gedung SMP dan 13 gedung SMA negeri. Akan tetapi, hingga sekarang infrastruktur pendidikan tersebut hanya mencapai 16 gedung SMP dan 10 gedung SMA negeri. Padahal setiap tahunnya siswa SD yang akan masuk SMP mencapai 16 ribu pelajar, dan SMA mencapai 5000 siswa.

Akibatnya, karena minimnya sarana pendidikan tersebut akhirnya para siswa itu memilih untuk sekolah di luar Depok. Ia menambahkan, Karena persoalan tersebut hingga akhir tahun 2015 Disdik harus segera menambahan 6 SMP negeri dan 3 gedung SMA. Selain itu, nantinya di setiap kecamatan akan ada lima belas gedung SD, tiga gedung SMP dan dua gedung SMA negeri. Dan hal tersebut dalam penilaian legislatif  akan menjadi solusi persoalan perbaikan infrastruktur pendidikan yang selama ini kurang diperhatikan dalam menampung siswa Depok sendiri.

Hafid menjelaskan, Walau begitu penambahan sekolah jelas masih belum bisa menampung jumlah kelulusan dari jenjang SD ke SMP dan SMP ke SMA. Untuk itu, perlu sinergi dengan sekolah swasta dalam menampung siswa dari golongan kurang mampu. Untuk mewujudkan hal itu, mekanisme komunikasi Disdik, BMPS, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) dan stakeholder pendidikan lain. Ia juga mengatakan, selain infrastruktur Pemkot Depok harus mengimbangi pembangunan fisik sekolah dengan tenaga pendidiknya. Dan artinya, Disdik meski mengimbangi tenaga pendidik berkualitas.


Kisah Dua Begadang Dahsyat

Written By pksdepok on 27 Jun 2015 | 6/27/2015


Di suatu pagi setelah begadang, saya merasakan kondisi yang sangat tidak nyaman. Mengantuk, lelah, mata perih, dan sebagainya. Ada pekerjaan yang mendesak sehingga saya harus lembur di kantor. Dan sampai pagi saya tidak tidur.

Saya jarang begadang. Dan setelah begadang itu, terasa sekali stamina saya terkuras hebat. Mata perih dan susah fokus. Tapi saya bingung dengan teman saya yang ikut begadang, mereka terlihat biasa saja. Paling cuma matanya sedikit merah. Mungkin karena dia sudah terbiasa.

Sering saya membaca artikel yang meneliti tentang begadang. Kesimpulannya, begadang itu tidak baik. Jadi tidak perlu dibiasakan. Sehingga saya pun tidak membiasakan diri untuk begadang.

Dalam keadaan itu, tiba-tiba saya teringat dua peristiwa begadang yang dahsyat.

Kisah Pertama

Pernah melihat kapal laut berjalan di darat? Mungkin terlihat konyol ya. Tapi “kekonyolan” itu benar-benar terjadi beberapa abad silam. Kapal laut mengarungi perbukitan dan berpindah dari satu laut ke laut lain melalui darat dalam satu malam.

Adalah Muhammad Al-Fatih, atau disebut juga Sultan Mehmed II, yang memimpin pasukannya menjalankan ide tersebut pada peristiwa penaklukan Konstantinopel. Sebelumnya, setelah berhari-hari mengepung kota Konstantinopel, pasukan Muhammad Al-Fatih tidak juga dapat menembus beberapa pertahanan berlapis dari pihak musuh.

Ada benteng setinggi 10 meter yang menjaga kota itu. Di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit selebar 7 meter. Dari sebelah barat melalui pasukan altileri harus membobol benteng dua lapis, dari arah selatan laut Marmara pasukan laut harus berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.

Berbagai usaha dikerahkan. Pernah dicoba untuk menggali terowongan di bawah benteng. Tapi usaha ini gagal. Pada akhirnya muncullah ide untuk memindahkan kapal melalui darat dari selat Bosporus ke selat Golden Horn. Karena pertahanan yang paling lemah ada di selat Golden Horn. Taktik ini lah yang mengantarkan pasukan Muhammad Al-Fatih menaklukan Konstantinopel.

Pemindahan kapal ini dilakukan pada malam hari. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana mereka begadang di malam hari dengan menarik 70-an kapal. Benar-benar kerja keras. Saya yang tidak melakukan aktifitas fisik yang berat saja staminanya drop sehabis begadang. Tapi pasukan terpilih itu, sehabis lembur dengan kerja yang amat berat, mampu menaklukan Konstantinopel yang selama 8 abad tidak mampu ditembus oleh berbagai bangsa yang mengincar posisi strategisnya. Subhanallah….

Kisah Kedua.

Peristiwa begadang dahsyat ini dilakukan oleh seorang ulama yang namanya akan selalu terkenang oleh umat muslim sampai akhir zaman. Dia adalah Imam Syafi’i Rahimahullah. Kedahsyatannya adalah pada pengabdian Imam Syafi’i pada ilmu dan umat.

Peristiwa begadang itu terjadi di rumah muridnya, Imam Ahmad Rahimahullah. Suatu ketika Imam Ahmad mengundang Imam Syafi’i ke rumahnya. Undangan ini atas desakan putri Imam Ahmad yang ingin mengetahui akhlak Imam Syafi’i. Putri Imam Ahmad penasaran, karena ayahnya selalu memuji-muji akhlak Imam Syafi’i.

Di rumah Imam Ahmad, Imam Syafi’i dihidangkan makanan. Imam Syafi’i memakan hidangan itu dengan lahap dan banyak hingga putri Imam Ahmad heran. Dan setelah makan, Imam Syafi’i dipersilakan untuk beristirahat di sebuah kamar yang sudah disediakan.

Di malam itu Imam Syafi’i tidak melaksanakan sholat sunnah malam. Bahkan saat sholat subuh, Imam Syafi’i tidak berwudhu terlebih dahulu. Perilaku ini benar-benar ganjil di mata putri Imam Ahmad.

Akhirnya putri Imam Ahmad protes pada ayahnya. Mendapat pengaduan itu, Imam Ahmad pun mencoba meminta klarifikasi dari gurunya, Imam Syafi’i.

Mengenai hidangan yang dimakannya dengan sangat lahap Imam Syafi’i berkata: “Ahmad, memang benar aku makan banyak, dan itu ada alasannya. Aku tahu hidangan itu halal dan aku tahu kau adalah orang yang pemurah. Maka aku makan sebanyak-banyaknya. Sebab makanan yang halal itu banyak berkahnya dan makanan dari orang yang pemurah adalah obat. Sedangkan malam ini adalah malam yang paling berkah bagiku.”

“Kenapa begitu?”

“Begitu aku meletakkan kepala di atas bantal seolah kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW digelar di hadapanku. Aku menelaah dan telah menyelesaikan 100 masalah yang bermanfaat bagi umat islam. Karena itu aku tak sempat shalat malam.”

Imam Ahmad bin Hanbal berkata pada putrinya: “inilah yang dilakukan guruku pada malam ini. Sungguh, berbaringnya beliau lebih utama dari semua yang aku kerjakan pada waktu tidak tidur.”

Imam Syafi’i melanjutkan: “Aku shalat subuh tanpa wudhu sebab aku masih suci. Aku tidak memejamkan mata sedikit pun. Wudhuku masih terjaga sejak isya, sehingga aku bisa shalat subuh tanpa berwudhu lagi.”

Subhanallah, bagi saya begadang imam Syafi’i saat itu adalah begadang yang sangat dahsyat. Malam harinya ia abdikan untuk ilmu demi menjawab berbagai permasalah umat.

Ah… saya jadi teringat kelakuan masa kuliah dulu. Saat itu saya dan beberapa teman sering berkunjung ke tempat kos salah seorang kawan. Di sana kadang saya menghabiskan waktu sampai larut malam cuma untuk bermain PS atau game komputer dengan kawan saya yang lain. Dulu belum ada tanggung jawab pekerjaan kantor, sehingga saya tidak terlalu memperhatikan pola tidur.

Saya juga teringat pernah begadang di warnet dengan beberapa teman mengambil tarif happy hour – tarif murah pada jam-jam tertentu. Niatnya sih mendownload bahan kuliah, artikel dan berbagai tutorial untuk belajar. Tapi nyatanya saya sempat cukup banyak menghabiskan waktu untuk chatting dengan orang yang tidak dikenal.

Ah, betapa sia-sianya begadang saya itu..



Zico Alviandri

Semarak Ramadhan, Kader PKS Harjamukti Cimanggis Berbagi Takjil Gratis

Written By pksdepok on 26 Jun 2015 | 6/26/2015


PKSDEPOK – Pengurus Dewan Pimpinan Ranting (DPRa) PKS Kelurahan Harjamukti Kecamatan Cimanggis Depok menggelar aksi bagi takjil gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan. Takjil on the road rutin digelar DPRa PKS Harjamukti.

Aksi bagi-bagi takjil gratis menjadi bagian dari program PKS dalam menyemarakkan Ramadhan. Dengan program “Ramadhan Bulan Cinta”, pembagian takjil dipusatkan di Perempatan Jalan Karet, Harjamukti, Cimanggis, Depok, pada Kamis (25/6).

Ketua DPRa PKS Harjamukti, Mochtar Ali, mengungkapkan bahwa program ini bukan yang pertama kali. Setiap tahun rutin digelar saat Ramadhan.

“Kegiatan seperti ini sudah menjadi kebiasaan bagi PKS di bulan Ramadhan dalam rangka menyemarakkan bulan suci umat Islam ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mochtar mengatakan bahwa dengan aksi ini diharapkan masyarakat bisa saling peduli. Juga, sebagai ajang pembersihan diri.

“Mengajak kader dan umat untuk belajar mencintai sesama dan sebagai upaya mensucikan jiwa, itu yang utama,” tandasnya.

sumber : depoknews

Kesolidan Kader PKS Menular Kepada Anak Kader


PKSDEPOK - Riuh rendah suara anak-anak memenuhi Gelanggang Olahraga di bilangan Beji.  Ahad (24/5) Sie Perempuan (Siepuan) DPC PKS mengadakan kegiatan Silaturrahim Anak Kader se-Beji. Acara yang digagas oleh Biro Ketahanan Keluarga ini mengawali rangkaian kegiatan Tarbiyah Anak Kader yang merupakan program kerja Siepuan Beji.

Acara Silaturrahim Anak ini mendapat sambutan dan antusiasme yang cukup tinggi dari para orang tua yang merupakan kader PKS Beji. Terlihat dengan banyaknya kader Beji yang mendaftarkan putra-putrinya usia kelas 3-6 SD untuk menjadi peserta. Pada awalnya panitia menargetkan 75 peserta, tapi rupanya pendaftar membludak hingga 115 peserta, dan peserta yang hadir pada hari H sejumlah 101 anak. Ini adalah hal yang luar biasa dan sangat menggembirakan bagi panitia.

Acara Silaturrahim Anak yang mengambil tema “Anak Hebat, Ceria, Kreatif dan Bersahabat” ini dimulai dari pukul 08.00 hingga 12.00. Acara dibuka dengan tasmi hapalan Al-Qur’an dari salah satu peserta putri, kemudian dilanjutkan briefing dan permainan tebak kata yang dipandu oleh Kak Taufik Ismail. Pada pukul 09.00 ada sesi motivasi “Bagaimana Menjadi Anak Hebat”, bersama Kak Oki atau yang dikenal dengan Mr.Pret (motivator anak dan remaja) mengajak peserta untuk mencari, menemukan dan memunculkan potensi dan kehebatan yang ada pada dirinya. Dengan melihat beberapa tayangan video yang menggugah dan penuh inspirasi, anak-anak seperti tercerahkan dan mengikuti acara ini dengan penuh semangat.

Setelah sesi motivasi, panitia membagi peserta menjadi beberapa kelompok berdasarkan wilayah tempat tinggal peserta dan dilanjutkan dengan games tim building untuk menumbuhkan semangat kerjasama, persahabatan dan egaliter antar peserta, acara ini berlangsung seru dan penuh keceriaan. Kemudian acara ditutup dengan pembagian bingkisan dan doorprize menarik yang disambut anak-anak dengan suka cita.

Beberapa anak mengaku sangat senang dan terkesan dengan acara silaturrahim tersebut. Terlebih orang tuanya, mereka menginginkan segera ada follow up dari acara ini. Bagaimanapun, anak adalah aset berharga dan kaderisasi adalah keniscayaan. Ketua panitia, Ibu Galiantina, menegaskan bahwa Biro Ketahanan Keluarga Siepuan Beji akan segera menggarap kegiatan lanjutan. Untuk itu bersamaan dengan momen Ramadhan dan liburan sekolah, akan diselenggarakan Pesantren Ramadhan Anak, dengan mengambil tema “Ramadhan Asyik”. Acara lanjutan ini insya Allah akan diadakan pada hari Kamis dimulai pukul 10 pagi hingga buka puasa bersama.

Semoga kegiatan anak kader ini menjadi salah satu alternatif kegiatan positif untuk anak-anak, dan menjadi solusi atas maraknya penyimpangan pergaulan dan derasnya arus informasi yang tidak bertanggung jawab, yang hanya menjadikan anak sebagai obyek semata.



sumber : pksbeji
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKSDEPOK.com - All Rights Reserved
Support by. Blogger