Latest Post

Harapan Imam Budi Hartono dalam HUT Depok ke-16

Written By Roshana ocha on 27 Apr 2015 | 4/27/2015



Depoknews.com — Imam Budi Hartono (IBH) bakal calon Walikota yang sudah mendapat dukungan sejumlah pihak mengatakan Depok pada usia 16 tahun tampak cantik namun perlu dipercantik lagi.

“Kota Depok sudah maju dan tampak cantik. Namun ke depannya perlu terus dipercantik dengan makin banyak taman baik sebagai sarana bermain maupun sebagai paru-paru kota. Disamping banyaknya taman juga perlu terus diupayakan Depok bebas dari macet dan bebas dari sampah,” kata Imam Budi saat menghadiri peringatan HUT ke-16 Kota Depok Kecamatan Pancoran Mas di Taman Lembah Gurame baru-baru ini.

Menurut Imam untuk mewujudkan Depok yang cantik tidak bisa dikerjakan sendiri namun harus melibatkan banyak pihak.“Kita punya Pemerintah Propinsi, Pemerintah Pusat dan tentunya yang terpenting kita punya warga Depok yang bisa diajak untuk merealisasikan secara bersama,” tambah Imam Budi.

Imam Budi Hartono yang saat ini menjabat sebagai Ketua Forum Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Kota Depok selalu aktif terjun ke masyarakat dalam berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan yang banyak dihadiri adalah jalan sehat yang diadakan diberbagai tempat. (Muj/rpa)

Khutbah 3 Bahasa Aher: Menuju Asia Afrika Baru yang Damai dan Lebih Sejahtera

Written By Roshana ocha on 25 Apr 2015 | 4/25/2015



Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

 إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْن. أما بعد. أَيًّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَا اللهِ وَطَاعَتِهِ فقد فاز المتّقون. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Rasa syukur kita panjatkan kepada Sang Pemilik Alam, Allah SWT, karena atas izin dan kehendak-Nya kita dapat merasakan nikmat yang begitu besar terutama nikmat berkumpul bersama pada sholat jumat yang bersamaan dengan peringatan 60 tahun KAA di Bandung. Ungkapan syukur juga selalu kita panjatkan atas nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat hidayah dan nikmat merasakan kehadiran Allah SWT dalam setiap hembusan nafas kita. Masyarakat Indonesia khususnya warga Bandung bersyukur kepada Allah dan berbangga karena pada hari ini para Kepala Negara, para Kepala Pemerintahan dan tamu-tamu mulia lainnya yang hadir di acara Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika melaksanakan Sholat Jumat bersama-sama di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat. Hadirin Sidang Jumat yang berbahagia, Pada tanggal 24 April, tepat 60 tahun yang lalu, bangsa-bangsa Asia Afrika menyatakan kesepahaman dan kebersamaan untuk bangkit dan bersatu menuju cita-cita kemerdekaan dan perdamaian yang hakiki untuk menggapai kesejahteraan bersama di Kawasan Asia Afrika. Konferensi Asia Afrika 1955 adalah sebuah fenomena unik dan guru sejarah yang sangat bernilai bagi kemanusiaan. Negara-negara Asia Afrika tampil menyuarakan kekuatan baru. Keberanian ini tentu didasari oleh sebuah visi kemanusiaan dan kebersamaan yang sangat mendalam. Sesungguhnya memang sudah sewajarnyalah kita sebagai manusia bersatu dalam kehidupan. Persatuan adalah fitrah kemanusiaan. Sebab, hakikatnya seluruh manusia adalah umat yang satu, yang dipersatukan oleh persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah Insaniyah). Sebagaimana Allah SWT berfirman:


  كَانَا لنَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ ليحكم بين الناس فيما اختلفوا فيه

“Manusia itu merupakan umat yang satu. Dan Allah mengutus para Nabi sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan kepada mereka. Dan Allah SWT menurunkan bersama para Nabi tersebut kitab suci-Nya untuk memutuskan apa-apa yang diperselisihkan di antara mereka. (Q.S Albaqarah: 213) Dan bukan suatu kebetulan jika bagian besar dari bangsa-bangsa Asia Afrika juga adalah beragama Islam, sehingga mereka tidak hanya dipersatukan oleh persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah) tapi juga disatukan oleh persaudaraan yang lebih kokoh dan kuat, yaitu persaudaraan keislaman (Ukhuwah Islamiyyah). Sebagaimana Allah SWT berfirman: 

إنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

 Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(QS. Al Hujurat ayat 10) Karena keislamannya pula, Bangsa-bangsa Asia Afrika itu seperti satu bangunan yang sangat kuat, mereka bersatu, saling membantu dan saling menolong. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

 المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا 

Orang yang beriman terhadap Orang yang beriman lainnya, seperti satu bangunan yang kokoh yang saling menguatkan. (HR. Muttafaqun Alaih) Oleh karenanya, Bangsa Asia Afrika harus bersatu, tidak boleh terpecah belah sebab persatuan akan melahirkan kekuatan, kebersamaan, dan kesejahteraan, sementara perpecahan hanya akan menimbulkan kelemahan dan penjajahan. Sebagaimana Allah SWT berfirman :

 وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ 

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Q.S Al Anfaal : 46) Para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan Sidang Jumat yang berbahagia, Konferensi Asia Afrika yang mengangkat tema penolakan atas segala bentuk kolonialisme dan imperialisme, telah berhasil dengan baik. Saat ini, seluruh negara Asia Afrika telah berhasil mengusir penjajah dan meraih kemerdekaannya, kecuali satu negara yaitu Palestina yang hingga kini masih terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya. Adalah kewajiban kemanusiaan bagi Bangsa-bangsa Asia Afrika, untuk terus mendorong dan membantu kemerdekaan Bangsa Palestina. Para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Sidang Jumat yang berbahagia, Solidaritas Bangsa bangsa Asia Afrika 60 tahun lalu telah terbukti mampu menjadikan bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa-bangsa yang merdeka. Maka saat ini dan masa-masa ke depan, solidaritas tersebut harus terus digaungkan dan digelorakan dalam kerjasama untuk membangun bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa yang kuat, maju, aman, sejahtera dan beribadah serta bertakwa kepada Allah SWT. Karena sejatinya penghambaan Kepada Allah SWT akan terlaksana manakala ada kesejahteraan dan rasa aman. Sebagaimana Allah SWT Berfirman:

 فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هذَا البَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوْعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ 

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka’bah). Tuhan yang memberi makan sehingga tidak lapar atau sejahtera dan Tuhan yang memberi rasa aman sehingga tidak ada rasa takut (Q.S Quraisy : 3 - 4) Perkumpulan kita di hari Jumat ini mudah-mudahan menjadi saksi bahwa peringatan ulang tahun ke 60 KAA haruslah menjadi tonggak baru lahirnya sebuah komitmen bersama untuk membangun semua kawasan Asia Afrika yang lebih baik. Asia Afrika yang maju, modern dan makmur dengan berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemuliaan dan kemudahan kepada seluruh Pemimpin negara-negara Asia Afrika untuk memberi peran besar dalam upaya memakmurkan seluruh masyarakat Asia Afrika. Semoga Allah SWT takdirkan para Pemimpin Asia Afrika dan kita semua menjadi orang-orang yang beriman, bertakwa dan menjadi penghuni Surga-Nya di Akhirat nanti.

 بارك الله لي ولكم فى القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته وأَقُوْلُ قَوْلِي هذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ . للَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

 (English Version)

Moving Towards A New, Peaceful, and Prosper Asian-African Nations Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh All Praises indeed be to Allah SWT, blessings and salutations upon Muhammad SAW, we ask Allah SWT to bless him and his companions and everyone of us. Let us pray to Allah to keep the leaders of Asia and Africa and us all steadfast on this deen and may He make us from amongst the blessed and those who are chosen. Ya Allah we ask You to grant us knowledge that is beneficial and and we ask you to benefit us from the knowledge you have granted us. Ya Allah we do not have knowledge beside that you have granted us, for indeed you are the owner of knowledge, All Wise. Ya Allah it is with your permission that we are able to gather here today to perform the Friday prayer as well as to gather to comemmorate the 60th anniversary of the Asian-African Conference in Bandung. We the people of Indonesia, Bandung especially, are proud and humbled at the same time to welcome the Head of States, the Asian-African leaders and the distinguished guests of the 60th anniversary of Asian-African Conference today to perform the Friday prayer at the Grand Mosque of West Java Province. Distinguished and honorable guests of Friday prayer, 60 years ago today, on April 24, the nations of Asia and Africa expressed understanding and solidarity to rise and unite towards the ideals of freedom and peace that are essential to achieve shared prosperity in the Asia-Africa Region. 1955 Asian-African Conference was a unique phenomenon and a valuable historical track record to humanity. Asian and African countries came together to voice new strength. This courage is certainly based on a vision of humanity and deep solidarity. Indeed, it comes naturally for us as human beings to unite in life because unity is the nature of humanity. Therefore, the whole human nature is the one people, united by the brotherhood of humanity (ukhuwah Insaniyah). As Allah says: Mankind was one single nation; then Allah sent the messengers with glad tidings and warnings and with them He sent the Scripture in truth…(Q.S Al-Baqarah: 213) And it was not a coincidence that a large part of the Asian-African nations is also composed of Muslims who are not only united by the brotherhood of humanity (ukhuwah insaniyyah) but also by a stronger brotherhood that is the brotherhood of Islam (ukhuwah Islamiyyah). As Allah says: The believers are but brothers, so make settlement between your brothers. And fear Allah that you may receive mercy. Because of this Islamic faith, Asian-African Nations, is like a solid building they come together and help each other. As word of the Prophet: “The Believer to the Believer is like a solid building, one part supporting the other." [Related by Bukhari and Muslim] Therefore, it is imperative that Asian-African Nations unite, in order to prevent from being divided because the union will result in strength, unity, and prosperity, while divisions will lead to weakness and colonization. As Allah says: And obey Allah and His Messenger, and do not dispute and [thus] lose courage and [then] your strength would depart; and be patient. Indeed, Allah is with the patient. (Q.S Al-Anfaal : 46) The Head of States, the Asian-African Leaders, Distinguished Guests of The Friday Prayer, Asian-African Conference that carries out the theme of rejection of all forms of colonialism and imperialism has been successful. Currently, all Asian-African countries have managed to abolish all forms of colonialism and achieve independence, except one; the Palestinian state, which still continues to struggle to gain independence. It is a humanitarian obligation for all Asian-African Nations, to continue to encourage and support the independence of the Palestinian Nation. The Head of States, the Asian-African Leaders, Distinguished Guests of The Friday Prayer, 60 years ago, the Solidarity of Asian-African Nations has proven to be able to solidify the independence of Asian and African nations. From now on, solidarity must continue to be resounded and consolidated in cooperation to build much stronger, advanced, secure and prosperous Asian-African nations under the protection of Allah SWT, because servitude to Allah would take place after prosperity and sense of security. As Allah says: Let them worship the Lord of this House, Who has fed them, [saving them] from hunger and made them safe, [saving them] from fear. (Q.S Quraisy : 3-4) I hope that this Friday can be a witness that the 60th anniversary of the Asian-African Conference is able to bring an agreement to develop better, more advanced, modern and prosperous Asian-African nations based on faith and devotion to Allah SWT. We are always hopeful that Allah would bestow glory and ease upon the leaders of Asian and African countries to play a major role in this noble effort. Let us pray to Allah to keep the leaders of Asia and Africa and us all steadfast on this deen and may He make us from amongst the blessed and those who are chosen. ---------- 

(Arabic Version)

 نحو آسيا وإفريقيا الجديدة الأكثر أمانا وإزدهارا الحمدلله رب العالمين نحمد الله سبحانه وتعالى على نعمه الغزيرة وفضائله الواسعة فبقدرته ومشيئته نجتمع في هذا الجامع المبارك لأداء صلاة الجمعة تزامنًا مع جو إحتفالى لمرور ٦٠ عامًا على انعقاد مؤتمر القمة لدول آسيا وإفريقيا بمدينة باندونج، أندونيسيا. وساد هذا الإحتفال حضور رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا الذي يكون شرفا عظيما لجميع شعب اندونيسا وخصوصا مواطني مدينة باندونج محافظة جاوى الغربية وهذا فضل من الله عز وجل يجب شكره. ونشكر الله تعالى أيضا على نعمة الإيمان والإسلام حتى نسلك سلوك الهداية ونشعر بمعية الله فى كل أنفاسنا. أصحاب الفخامة والسمو رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا، أيها الحضور الكرام أسعدكم الله حياتكم إنه فى مثل هذا اليوم الرابع والعشرين من شهر إبريل عام ألف وتسعمائة وخمسة وخمسين ميلادية قام رؤساء دول فى قارتي آسيا وإفريقيا بمبادرة جماعية عبّر فيها عن روح التفاهم والتضامن بينهم للنهوض والإتحاد فى تحقيق الإستقلال والسلام الحقيقي فى القارتين، آسيا وإفريقيا، حتى يأخذ كل شعب حقهم فى أن يعيش بأمان وإزدهار ورفاهية. إن مؤتمر القمة لدول آسيا وإفريقيا مظهر فريد ومدرس تاريخي له قيمة عالية للإنسانية. حيث أظهرت هذه الدول شجاعة جماعية نبتت من رؤيا إنسانية وروح الأخوة بينهم. فإن الحقيقة تأمر كل واحد من الناس أن يعيش بالإتحاد جنبا إلى جنب، لأن الإتحاد هو من ضمن الفطرة الإنسانية. فحقيقة كل واحد من الناس فى هذا العالم يَنْتَمِى إلى أمة واحدة تربطهم أخوة إنسانية. حيث قال الله عز وجل : كان الناس أمة واحدة فبعث الله النبيين مبشرين ومنذرين وأنزل معهم الكتاب بالحق ليحكم بين الناس فيما اختلفوا فيه..... ( سورة البقرة : ٢۱٣ ) ومن ناحية أخرى إن كون معظم شعب هذه الدول من المسلمين تجعل هذه الأخوة الإنسانية أكثر قوة ومتينا برباط الأخوة العقيدية فهي الأخوة الإسلاميةـ .قال الله عز وجل: إنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ( سورة الحجرات : ٤٩ ) والأخوة الإسلامية المرسصوصة بين شعب آسيا وإفرقيا تجعلهم كبنيان قوي وهم متحدون ومتناصرون بعضهم بعضا كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا ( متفق عليه ) فمن هذا المنطلق فكل شعب من شعوب دول آسيا وإفريقيا عليهم الإتحاد ويتجنبون شتى أنواع الفرقة، لأن الإتحاد سبب القوة والأخوة ، وأما الفرقة والتفرّق فإنه من أسباب الضعف والوهن والإستعمار. قال الله تعالى : وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (سورة الأنفال : ٤٩) أصحاب الفخامة والسمو رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا، أيها الحضور الكرام أسعدكم الله حياتكم إن مؤتمر القمة لدول آسيا وإفريقيا بَلَّغَ رسالة إلى العالم ترفض كل أنواع الإستعمار، وتلك الرسالة تؤثر تَأْثِيْرًا قويا فى نجاح جميع دول آسيا وإفريقيا فى طرد المستعمرين من بلادهم وتحقيق الإستقلال، إلا شعب فلسطين فإنهم مازالوا يحاولون لتحقيق الإستقلال، فباسم الأخوة الإنسانية والأخوة الإسلامية بيننا فعلينا مساندتهم ومناصرتهم إلى أن تصير فلسطين دولة لها إستقلالها الكامل ويعيش شعبها فى سلام وأمان. أصحاب الفخامة والسمو رؤساء الدول والحكومات وكبار المسؤولين لدول آسيا وإفريقيا، أيها الحضور الكرام أسعدكم الله حياتكمإن روح التضامن القوي بين شعوب دول آسيا وإفريقيا فى السِتّين ع اما الماضى تجعل كل شعب يأخذون حقهم فى الإستقلال. أما فى هذا الزمن وأيام المستقبل فهذا التضامن لابد من تطويره حتى نعمل به على التعاون المتين لبناء تقدم دول آسيا وإفريقيا القوية ويعيش شعبها فى سلام و أمان وازدهار ويطيعون الله حق طاعته، لأن الطاعة سوف تتجسد قوية فى النفوس بتكامل الرفاهية والأمان فى حياة المجتمع. قال الله عز وجل: فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هذَا البَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوْعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (سورة قريش : ٣  ٤ ) إن إجتماعنا فى هذا اليوم يون الجمعة المبارك سوف يكون شهيدا على أن يكون نقطة الإنطلاق لاتّفاق الجميع على مبادرة العمل لبناء القارتين آسيا وإفريقيا لتكون أكثر تقدّما وتطوّرا وازدهارا وأساسها التقوى والإيمان بالله عز وجل. ونسأل الله سبحانه وتعالى أن يكرم كافة رؤساء دول آسيا وإفريقيا بالقوة والجدية للعمل على إعمار حياة مجتمع آسيا وإفريقيا. وجعلهم من عباده المؤمنين المتّقين والمنْعَمِين بنعيم جنته فى الآخرة.

Pawai Budaya HUT Depok Meriahkan Jalan Margonda


Depoknews.com — Ribuan masyarakat dari sebelas kecamatan dan beberapa perwakilan Dinas pemerintah memeriahkan pawai budaya, Sabtu (25/4/15). Pawai dimulai dari halaman Balaikota menyusuri Jalan Margonda berputar arah di depan Perumahan Pesona Kayangan dan kembali Balaikota.
Kegiatan ini merupakan rangkaian memeriahkan HUT ke 16 Kota Depok yang dipadu dengan peringatan hari tuberkolosis (TB) dunia. Kegiatan ini juga diikuti lebih dari dua ratus kader TB remaja Kota Depok yang turut aktif berperan mensosialisasikan penanganan TB di Depok.
Sebelum iring-iringan pawai dilepas Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail para peserta dengan berpakaian adat dari berbagai daerah  menunjukkan aneka atraksi di hadapan Walikota dan para tamu undangan.

Atraksi tersebut diantaranya, seni  bela diri pencak silat, barongsai, drumband, ondel-ondel dan berbagai kesenian lainnya. Meski kegiatan ini diikuti ribuan peserta namun atas kesigapan panitia dengan kerja sama pihak Dinas Perhubungan dan kepolisan berlangsung dengan lancar, meski arus lalu lintas sempat tersendat.

Sebelum melepas iring-iringan pawai budaya ini, Walikota Depok Nur Mahmudi mengajak masyarakat untuk sama-sama memerangi TB di Kota Depok. “TB penyakit yang berbahaya namun juga jinak atau bisa disembuhkan. Pemerintah Kota Depok memberikan pengobatan gratis bagi penderita TB,” kata Nur Mahmudi.

Kegiatan ini juga dihadiri Arifin Panogoro sebagai Ketua Forum Stop TB Nasional bersama istrinya sebagai Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolusis Indonesia (PPTI). Menurut Arifin Panogoro, TB sangat mudah menular karena penularannya tidak perlu perantara.

“TB sangat mudah penularannya, kalau DBD perlu nyamuk sebagai perantara, HIV juga perlu perantara kalau TB kan tidak. Kalau saya kena TB dan banyak orang bisa tertular dari saya. Untuk pengobatan TB perlu waktu enam bulan secara terus menerus, masyakat kita kadang minum obat satu bulan sudah bosan,” katanya. Untuk itu, lanjut Arifin perlu kesadaran masyarakat dan kerjasama dengan semua pihak untuk memberantas TB sehingga jumlah TB tidak terus bertambah. (muj/rpa)

Depoknews.com — Ribuan masyarakat dari sebelas kecamatan dan beberapa perwakilan Dinas pemerintah memeriahkan pawai budaya, Sabtu (25/4/15). Pawai dimulai dari halaman Balaikota menyusuri Jalan Margonda berputar arah di depan Perumahan Pesona Kayangan dan kembali Balaikota.
Kegiatan ini merupakan rangkaian memeriahkan HUT ke 16 Kota Depok yang dipadu dengan peringatan hari tuberkolosis (TB) dunia. Kegiatan ini juga diikuti lebih dari dua ratus kader TB remaja Kota Depok yang turut aktif berperan mensosialisasikan penanganan TB di Depok.
Sebelum iring-iringan pawai dilepas Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail para peserta dengan berpakaian adat dari berbagai daerah  menunjukkan aneka atraksi di hadapan Walikota dan para tamu undangan.
Atraksi tersebut diantaranya, seni  bela diri pencak silat, barongsai, drumband, ondel-ondel dan berbagai kesenian lainnya. Meski kegiatan ini diikuti ribuan peserta namun atas kesigapan panitia dengan kerja sama pihak Dinas Perhubungan dan kepolisan berlangsung dengan lancar, meski arus lalu lintas sempat tersendat.
Sebelum melepas iring-iringan pawai budaya ini, Walikota Depok Nur Mahmudi mengajak masyarakat untuk sama-sama memerangi TB di Kota Depok. “TB penyakit yang berbahaya namun juga jinak atau bisa disembuhkan. Pemerintah Kota Depok memberikan pengobatan gratis bagi penderita TB,” kata Nur Mahmudi.
Kegiatan ini juga dihadiri Arifin Panogoro sebagai Ketua Forum Stop TB Nasional bersama istrinya sebagai Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolusis Indonesia (PPTI). Menurut Arifin Panogoro, TB sangat mudah menular karena penularannya tidak perlu perantara.
“TB sangat mudah penularannya, kalau DBD perlu nyamuk sebagai perantara, HIV juga perlu perantara kalau TB kan tidak. Kalau saya kena TB you dan banyak orang bisa tertular dari saya. Untuk pengobatan TB perlu waktu enam bulan secara terus menerus, masyakat kita kadang minum obat satu bulan sudah bosan,” katanya.
Untuk itu, lanjut Arifin perlu kesadaran masyarakat dan kerjasama dengan semua pihak untuk memberantas TB sehingga jumlah TB tidak terus bertambah. (muj/rpa)

 0
- See more at: http://depoknews.com/pawai-budaya-hut-depok-dan-peringatan-hari-tb-dunia-meriahkan-margonda/#sthash.KxxngxNP.dpuf

Generasi Idaman Yang Dirindu | Satria Hadi Lubis

Written By pksdepok on 12 Apr 2015 | 4/12/2015

theguardian.com
Kalau kita bicara tentang generasi idaman maka kita harus mengacu pada sebuah hadits : "Sebaik-baiknya generasi adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya" (HR Bukhari). Para ulama mengartikan tiga generasi tersebut sebagai generasi sahabat ra, lalu tabi'in (murid para sahabat) dan lalu tabiit tabi'in (murid dari muridnya sahabat). Inilah tiga generasi idaman dalam Islam. Tentu yang terbaik di antara tiga generasi tersebut adalah generasi para sahabat Rasulullah saw.

Ciri-ciri tiga generasi idaman tersebut disebutkan Allah SWT dalam surah Al Maidah ayat 54-55 : “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”

Jadi berdasarkan dua ayat tersebut ciri-ciri generasi idaman adalah: 1. Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah, 2. Lemah lembut terhadap sesama muslim dan bersikap tegas kepada orang kafir, 3. Berjihad di jalan Allah, 4. Tidak takut kepada celaan dari orang-orang yang suka mencela, 5. Mengambil wali (pelindung) hanya Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan ruku (taat kepada Allah).

Pembentukan generasi idaman ini hanya bisa dilakukan melalui tarbiyah madal hayah (seumur hidup) yang menjadi tugas kaum muslimin sepanjang jaman. Tidak peduli dalam keadaan damai atau perang, dalam keadaan jaya atau terpuruk. Bahkan dalam kondisi kaum muslimin itu minoritas atau mayoritas.
Namun di zaman sekarang ini pembentukan generasi idaman menjadi lebih sulit akibat umat Islam sudah terkena penyakit hubud dunya (cinta kepada dunia) dan juga akibat ghozwul fikri (perang pemikiran) yang dilakukan musuh-musuh Islam. Dalam surah Al Fushilat ayat 26, Allah berfirman tentang strategi ghozwul fikri yang dilakukan musuh-musuh Islam. “Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka". Strategi utama musuh-musuh Islam adalah membuat hiruk pikuk di sekitar al Qur'an sehingga al Qur'an tidak lagi dipelajari kaum muslimin, terutama generasi mudanya. Kaum muslimin menjadi asyik dengan berbagai kegiatan hiruk pikuk yang menurut mereka penting dan asyik, padahal kegiatan tersebut membuat mereka jauh dari tugas mereka sebagai manusia, yakni mempelajari al Qur’an dan mengamalkannya.  

Sejauh ini strategi musuh-musuh Islam ini cukup berhasil dengan lahirnya generasi yang tidak idaman dengan ciri-ciri sebagai berikut :  
1
Bangga dengan mempelajari bahasa lain daripada mempelajari bahasa arab (Al Quran), sehingga tidak paham terhadap al Qur'an.
2
Menganggap ringan kemaksiatan. Padahal semakin banyak maksiat, semakin sulit seseorang memahami al Qur’an.
3
Menikmati berbagai permainan yang menggoda, sehingga tidak punya waktu mengkaji al Quran. Misalnya, berbagai jenis games, buku-buku komik, media sosial dan internet, kafe atau tempat kongkow, dan lain-lain.
4
Hidup dan terlena dengan budaya hedonisme dan induvialisme yang merusak pola pikir kaum muslimin.

Alhasil, muncullah paradigma yang terbolak-balik saat ini :
Yang Nyunnah - Radikal
Yang nyeleneh - Toleran
Yang jilbab syar'i - Ekstrem
Yang ga pake jilbab - cantik
Yang muda sholat 5 waktu -Waspadai
Yang muda ga sholat - masih muda
Yang jenggotan rajin ke masjid -Teroris
Yang jenggotan rajin dugem - keren
Yang ke majelis ta'lim pekanan -fanatik
Yang ke bioskop rutin - gaul
Yang hapal qur'an 30 juz - militan
Yang hapal jenis batu akik - hebat
Yang anaknya di jilbabin -keterlaluan HAM
Yang anaknya pake rok mini -imutnya
Yang pakai baju koko - sok alim
Yang ga pake baju - jantan
Yang hariannya bicara islam – sok kiai
Yang hariannya ghibah - up to date
Media islam - radikal
Media porno - lumrah

Benarlah sabda Nabi Muhammad saw bahwa suatu ketika Islam akan kembali asing.  “Islam muncul dalam keadaan asingdan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR.Muslim no 208).

Solusi untuk memunculkan kembali generasi idaman Islam adalah percaya diri untuk berdakwah terus menerus. Kaum muslimin harus lebih berani dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Dakwah khosoh (khusus) berupa tarbiyah atau ta'lim rutin harus ditumbuhkan dimana-mana. Sebab ia merupakan inti dari kekuatan Islam dari jaman ke jaman. Setiap muslim yang sadar harus turun ke lapangan menyelamatkan umat dari keterpurukannya. Setiap muslim yang sadar harus mau jadi murobbi atau apa pun namanya. Yang penting ia mau dan bersemangat menjadi mentor dari sekelompok orang untuk bersama-sama menumbuhkan kesadaran dan melakukan aktifitas bersama demi munculnya generasi idaman yang dirindukan Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah : “ Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya” (QS. Al kahfi ayat 28).

Kita berkejaran dengan waktu untuk menyelamatkan umat. Kita berkejaran dengan umur kita yang singkat ini untuk menyelamatkan umat. Setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt terhadap peran ini. Barangsiapa yang pulang tanpa ada gelar da’i yang mengajak orang lain kembali kepada generasi idaman,  maka ia akan pulang dalam keadaan bangkrut. Kelak ia akan  malu kepada Allah dan Rasul-Nya karena gagal memperjuangkan kebenaran ilahiah!

Berdakwah di media sosial dan forum tabligh itu penting, tapi tidak signifikan untuk merubah umat. Jika kita lihat sejarah mengapa tampil pemimpin besar semacam Umar bin Khatab, Hasan Bashri, Thoriq bin Ziyad, Musa bin Nashir, Muh. Al Fatih, Shalahuddin al Ayyubi, Ibnu Tarbiyah, empat imam mazhab, dan sederet pahlawan besar lainnya,  maka kita melihat ada satu kesamaan di antara mereka, yakni dibentuk melalui tarbiyah (pengajian rutin) yang panjang. Pengajian rutin dengan sistem talaqi (bertemu langsung dengan guru) tak tergantikan oleh sistem apa pun. Inilah yang diyakini para mufakir dakwah, termasuk Musthafa Masyhur rahimakumullah  sampai ia berkata: “Walau sudah berdiri daulah Islamiyah, tarbiyah tetap harus ada. Karena tarbiyah tak tergantikan!”

Semoga kita semua merindukan lahirnya kembali generasi idaman Islam dengan cara bekerja keras berdakwah dan mengajak sebanyak-banyaknya manusia untuk mengaji secara rutin (tarbiyah). Sebab segala kejayaan berawal dari tarbiyah dan berakhir pada pengamalannya secara konsisten. Wallahu’alam.


Fraksi PKS Dukung Penyelenggaraan Warnet Yang Sehat, Ramah Anak, Dan Keluarga


PKSDEPOK, Depok (06/04)  Empat Rancangan Peraturan Daerah (raperda) usulan eksekutif dibahas dalam rapat paripurna DPRD Kota Depok untuk masa sidang Januari hingga April 2015 di ruang paripurna DPRD Kota Depok.

Empat raperda usulan eksekutif ini bagian dari Prolegda atau Program Pembentukan Daerah (P3D) tahun 2015 yang telah disusun oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Kota Depok bekerja sama dengan pemkot Depok khususnya Bagian hukum sekretariat daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Salah satu dari empat raperda tersebut adalah raperda penyelenggaraan komunikasi dan informasi yang didalamnya ada klausul penataan warnet.

Selain itu tiga raperda lainnya yang dibahas yakni, raperda tentang pencabutan perda Kota Depok no 16 tahun 2001 tentang tata cara pembentukan produk hukum daerah, raperda tentang kesehatan ibu, bayi baru lahir, bayi, dan balita, serta raperda tentang pelayanan dan retribusi tera/tera ulang.

Hafid Nasir mewakili Fraksi PKS dalam pandangan umum fraksinya menyampaikan apresiasi kepada BPPD DPRD Kota Depok bersama bagian hukum Setda dan OPD terkait yang telah mengawal proses penyusunan raperda ini baik secara substansi maupun teknis prosedural. 

Ditanya soal penyelenggaraan warnet yang tertuang dalam raperda, wakil ketua Komisi D ini menjelaskan nantinya harus memperhatikan asas ramah anak dan keluarga serta kewajiban dan hak mendapatkan ijin usaha penyelenggaraan warnet dari pemkot. “Semoga ini menjadi sunnah hasanah atau tradisi yang baik bagi pemkot dalam penyusunan peraturan daerah,” tambahnya. (rsk) 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKSDEPOK.com - All Rights Reserved
Support by. Blogger