News Update

Ikan Tuna Kita Kalah Kualitas Dibandingkan Thailand, KKP Jangan Diam

Written By pksdepok on 16 Apr 2014 | 4/16/2014

Jakarta (16/4) - Anggota Komisi IV DPR RI Habieb Nabiel Almusawa meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak berpangku tangan mengetahui kualitas ikan tuna hasil ekspor Indonesia yang kalah dibandingkan Thailand.  
“Sejak tahun 2011 ada laporan bahwa orang AS menuding tuna asal Indonesia mengandung logam berat dan mereka mengaku keracunan jika makan ikan-ikan itu. Karena keracunan, maka mereka menuduh Indonesia melanggar ketentuan tentang keamanan makanan. Sudah 3 tahun berlalu, mengapa masalah ini tidak juga kunjung selesai?” paparnya menanggapi laporan lebih rendahnya kualitas ikan tuna Indonesia dibandingkan ikan tuna Thailand.
Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan melaporkan, kualitas ikan tuna Thailand lebih diakui dunia sehingga jadi komoditas ekspor Negara tersebut. Efeknya adalah harga jual ikan tuna Thailand di tingkat dunia jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual ikan tuna Indonesia.  Masyarakat Amerika Serikat tidak ragu untuk mengkonsumsinya.  Adapun tuna Indonesia, mereka masih ragu atas dugaan terkandungnya zat-zat tertentu.
Lebih jauh, Nabiel mengapresiasi langkah Indonesia yang telah menyelenggarakan  Developing World Fisheries Conference II di Nusa Dua, Bali belum lama ini.  Konferensi tersebut membahas pentingnya sertifikasi MSC (Marine Stewardship Council) bagi industri perikanan dunia khususnya bagi negara berkembang.  
Nabiel berharap hasil-hasil konferensi tersebut segera ditindaklanjuti. “Indikator keberhasilan konferensi ini adalah sejauh mana ikan kita kualitasnya bisa meningkat dan dihargai tinggi oleh dunia.  Semakin cepat hal itu terwujud maka semakin berhasil konferensi tersebut. Saya akan pantau terus realisasi konferensi tersebut di lapangan nanti,” urai Nabiel.

Penghitungan Suara Belum Usai, Wirianingsih Konsisten Advokasi TKI

Written By pksdepok on 15 Apr 2014 | 4/15/2014

Jakarta (15/4) – Pemilu 2014 benar-benar menyita perhatian masyarakat. Hitung cepat, koalisi, dan segala pernak-perniknya seakan-akan menenggelamkan isu nasional lainnya yang tidak kalah penting.  

Sebutlah kasus Satinah yang hingga saat ini belum bisa dikatakan aman dan selesai walaupun pemerintah sudah sepakat untuk membayar diyat. Perhitungan suara belum selesai, tetapi Wirianingsih, selaku Anggota Komisi IX DPR RI yang juga caleg DPR RI tetap konsisten mengadvokasi TKI seperti Satinah.  

“Saya sangat menyayangkan kasus yang melibatkan TKI kembali berulang, andai pemerintah konsisten untuk mempertahankan moratorium pengiriman TKI ke Saudi Arabia sambil menunggu revisi Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan  Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri (PPTKILN), saya rasa hal ini semacam ini tidak akan terjadi. Kasus Satinah ini menunjukkan bahwa pemerintah belum secara serius melindungi TKI kita di luar negeri, banyak Satinah-Satinah lain yang juga menunggu untuk diselamatkan, papar Wirianingsih di sela-sela kerjanya di gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa (15/4). 

Wirianingsih juga menyesalkan adanya penanda tanganan nota kesepahaman  berupa Perjanjian Penempatan dan Perlindungan TKI  antara pemerintah Saudi dengan  Menakertrans tanpa sepengetahuan DPR, padahal jelas-jelas moratorium masih diberlakukan. Lebih lanjut, Wirianingsih meminta pemerintah fokus menyelesaikan permasalahan TKI secara tuntas dan komprehensif dengan melibatkan semua sektor terkait.  

Diawali dengan pembuatan prosedur yang ketat dan jelas tetang proses seleksi TKI, sosialisasi yang masif tetang prosedur maupun regulasi tentang TKI kepada Perusahaan Jasa Tenaga Kerja indonesia (PJTKI). Pemerintah juga harus berani menindak secara tegas dengan mencabut izin PJTKI yang bermasalah. 

Selain itu Wirianingsih juga mendorong optimalisasi peran Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Saya yakin jika badan ini diberikan kewenangan yang jelas untuk melindungi TKI kita di luar negeri, maka masalah-masalah ini bisa diantisipasi dengan baik,” tegas Wirianingsih.

Anis Matta instruksikan pengawalan ketat rekapitulasi penghitungan suara

Written By pksdepok on 11 Apr 2014 | 4/11/2014

PKSDEPOK, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menginstruksikan  para kader dan simpatisan untuk mengawal dan mengawasi dengan ketat rekapitulasi penghitungan suara yang saat ini tengah berlangsung di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) kelurahan/Desa.                          
"Rekapitulasi pada PPS rawan terjadinya kesalahan maupun penyimpangan. Seluruh struktur partai,  kader dan para caleg harus ikut mengamankan suara, sehingga penyimpangan dapat dicegah " ujar Anis Matta di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (11/4).                                                               
Semua bentuk kecurangan, harus segera dilaporkan, agar pesta demokrasi yang sejauh ini telah berjalan aman dan lancar tidak ternoda.                      

Menyinggung perolehan suara PKS berdasarkan sejumlah hitung cepat yang mencapai 7 persen, Anis optimis angkanya bisa lebih tinggi. Sebab berdasarkan perhitungan real count yang dilakukan tim internal, untuk sementara angkanya mendekati 10 persen. "Angkanya masih fluktuatif dan belum stabil. Tapi kami optimis insya Allah perolehan suara dan kursi PKS Akan lebih tinggi dibanding pemilu 2009," ujarnya.                                             

Anis mengapresiasi soliditas kader, simpatisan dan mesin partai yang bekerja maksimal, sehingga berbagai prediksi tentang penurunan suara PKS terbantahkan. " Kami sudah terbiasa dengan prediksi semacam itu. Hal itu bukan melemahkan, namun malah melecut kami untuk bekerja lebih keras," tegasnya.                                         

Berdasarkan tahapan pemilu 2014, rekap pada  PPS akan berlangsung dari tanggal 10-15 April. Rekapitulasi nasional 26-6 Mei. Penetapan hasil Pemilu secara nasional 7-9 Mei.  Penetapan perolehan kursi dan calon terpilih nasional sampai kota/ kabupaten 11-18 Mei.[red]

"Saya Besok (9 April) Gak Jadi Golput"

Written By pksdepok on 8 Apr 2014 | 4/08/2014


PKSDEPOK - Operasi senyap dimasa tenang, masih bisa dilakukan. Pagi ini pukul 7.30 - 9.00 dalam sebuah taklim pekanan di salah satu instansi pemerintah di Jakarta, sekitar 20 orang (laki-laki & wanita).

Biasanya materi taklim tentang tadabbur Al Qur'an juz 28. Namun pagi ini saya tawarkan, "Bagaimana kita lanjutkan atau kita rubah dengan tema sikap umat Islam menghadapi pileg 2014?"

Salah satu dari jamaah bilang :"yang terakhir aja ustaz, krn itu relefan dgn kondisi saat ini" akhirnya tema yg belakangan yang dipilih.

Point penting yang saya angkat tentang sikap syiah, kaum liberal & caleg non muslim.

Alhamdulillah dengan izin Alloh mereka bersedia coblos PKS 9 april besok. Bahkan salah satu dr mereka mengatakan:" tadinya sy mau pergi dgn keluarga, tetapi setelah mendengarkan penjelasan pa ustaz, sy harus ke TPS dulu. Tadinya saya sudah tidak peduli dgn pemilu".
 
Saudaraku keluarlah kalian dari sarang-sarang kalian sekarang juga, jemput & datangi lumbung-lumbung suara kalian yang masih tersisa. Paling tidak batas waktu kalian hanya sampai wkt isya nanti. Kobarkan terus semangat kalian, jangan pernah lelah, apalagi menyerah. Kalian msh punya Alloh, Bukan kah Dia yg menggenggam seluruh hati manusia. Mintalah kepada-Nya, agar seluruh kaum mislimin mau mendukung perjuangan kalian di jalan dakwah ini". ALLOH lah pelindung kalian di dunia & akhirat."

Saya ketik ini dengan linangan air mata kebahagiaan & keharuan". Semoga ini bukan ujub tetapi tahaduts binni'mah.

Aman Wicahyo, 8 April, pkl 9.45, Jakarta-Depok, Commuter Line.



'Caleg Tanpa Banner' MOVE ON setalah 9 April?

Written By shabrina riska on 6 Apr 2014 | 4/06/2014

Baronn Noorwendo dalam talkshow NET TV
PKSDEPOK, DEPOK - Umumnya, caleg-caleg menyiapkan atribut kampanyeya sendiri. Mulai dari banner, spanduk, stiker, hingga kartu nama. Caleg yang satu ini justru atribut kampanyenya melalui media elektronik maupun cetak. Program Bank Sampah Baron yag sudah digegas dan dijalannkan sekitar tahun 2009, mendapat sambutan hangat dari berbagai media. Tawaran mengisi berbagai talkshow terus berdatangan meskipun waktu menjelang pemilu legislatif tinggal beberapa hari lagi, Baron yang merupakan caleg dapil Pancoranmas nomor 6 ini mengatakan bahwa peliputan dirinya pada berbagai media sebagai momentum sosialisasi dan kampanye konsep komunikasi politik yang santun, berkelanjutan panjang, produktif, dan ramah lingkungan. “Pendekata tanpa banner dan tanpa pencitraan, alhamdulillah profil saya malah dibuatkan dan diangkat oleh media-media besar seperti Harian Kompas dan Liputan 6 Siang SCTV,” ujarnya saat ditemui setelah shooting di NET TV.

Pada talkshow NET TV yang diarahkan oleh Sule dan Andre, Baron menjelaskan seputar konsep Bank Sampah dan produk daur ulang. Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa Bank Sampah adalah alternatif program untuk merubah perilaku kita dalam menangai sampah. Bank Sampah yang Baron bina saat ini bukan milik pribadi tetapi sebuah kelompok usaha bersama warga RT di lingkungannya, “Kami menabung dan mengambil manfaat dari sampah bersama,” katanya.


Bank Sampah yang telah dirintis Baron saat ini menunjukkan keseriusannya dalam penanganan masalah sampah dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan dengan menciptakan lapanga kerja baru serta peningkatan ekonomi. Jelas bahwa apa yang Baron upayakan bukan kegiatan musiman, tapi pengadian yang tak henti, “Karena program saya sudah nyata sejak lama, maka tidak ada masalah dengan apapun hasil pemilu 9 April nanti,” ujarnya mantap. Saksikan tayangannya, Baron Noorwendo dalam talkshow NET TV Kamis, 10 April 2014 jam 20.00 WIB. (ccm)


Kami Akan Tetap Disini

picture taken here
PKSDEPOK, DEPOK -  Sejak dikibarkannya panji da’wah pada masa Rasulullah saw, hingga saat ini panji da’wah ini tetap berkibar dengan tegar. Meskipun sejuta fitnah terus menggoyahkan da’wah ini. Meskipun hizbussyaithon tak pernah henti membuat makar pada da’wah ini. Meskipun para kaum munafik dengan kelicikannya terus menggoyahkan keyakinan dan kestiqohan prajurit da’wah ini…meskipun ancaman-ancaman yang dilontarkan terus menyinggapi jundi-jundi da’wah ini, meskipun arus deras fitnah yang membadai menghantam tubuh para qiyadah ini, kami akan tetap disini. Bersama kalian, saling berpegangan tangan, menyatukan hati, memperkokoh barisan, merajut ukhuwah, melangkah tegap bersama, menghantam badai fitnah murahan, sampai kemuliaan kami raih atau kesyahidan menjemput kami. Saksikanlah janji kami!
 
Fitnah hari ini tak berarti apa-apa bagi kami. Karena kami selalu berkaca dengan para pendahulu kami. Mereka disiksa, dibunuh, difitnah, dan sejuta kisah targis lain yang membuat kami malu untuk mengeluh apalagi menyerah pada musuh-musuh da’wah ini. Ujian kami tak seberapa, jauh dibanding Bilal bin Rabah yang disiksa ditengah terik matahari dengan ditindih batu besar. Ujian kami tak seberapa, engan sahabat yang dipotong anggota tubuhnya satu persatu agar meninggalkan dien ini. Ujian kami tak seberapa, dengan para syaikh kami yang kuku-kukunya dicabut satu persatu di dalam sel. Ujian kami tak seberapa, malu kami untuk mengeluh dan menyerah, malu kami menghakimi qiyadah kami, malu kami lebih percaya fitnah yang gencar menyerang lewat media terhadap qiyadah-qiyadah kami.
 
Kami memang terkadang menangis, tapi bukan karena fitnah yang membuat kami menangis. Tapi karena rasa tsiqoh kami dengan saudara sendiri dikalahkan dengan fitnah yang menimpah saudara kami. Kami menangis karena da’wah yang telah membesarkan kami, tak lagi kami percaya dengannya, karena arus deras fitnah media yang tak jelas siapa mereka, satu pertanyaan yang membuat kami tertohok “antum lebih tsiqoh saudara antum atau media???”. Maafkan kami duhai saudara kami dimanapun berada, maafkan kami duhai para qiyadah kami, kami sadar kalian terluka dengan tingkah kami, kami tahu kalian “kecewa” dengan kami. Maafkan kami yang sempat meragukan keikhlasan antum dalam berdakwah, dan “memaki” keikhlasan antum dalam beramal.
 
Bergugurannya para ikhwah dari kafilah dakwah ini, tak akan mempengaruhi kami. memang serasa bumi terbelah dan langit serasa runtuh saat satu diantara saudara kami harus pergi meninggalkan kafilah ini. Karena mereka adalah saudara kami se-iman, se-aqidah se-perjuangan. Kami tetap mendo’akan, mengajak untuk kembali bersama-sama mereguk manisnya iman dan ukhuwah bersama kafilah dakwah ini. Kami akan tetap menjaga kehormatan saudara-saudara kami yang sudah tak lagi bersama kami. Dan kami juga berdo’a agar mereka yang telah pergi tidak menjadi bagian apa yang disampaikan oleh asy-syahid Sayyid Quthb ini :
 
"Dari waktu ke waktu, ada sebagian anggota jamaah yg melakukan penyimpangan. Dan setiap kali para pelaku penyimpangan itu berguguran bagaikan gugurnya daun-daun kering dari pohonnya yg besar. Boleh jadi musuh memegang salah satu ranting dari pohonnya itu. Ia mengira bahwa dengan menarik ranting itu ia akan dapat mencerabut pohon secara keseluruhan. Hingga, ketika sampai waktunya, dan si musuh menarik ranting itu, ia lepas dalam bentuk kayu bakar kering, TANPA AIR & TANPA KEHIDUPAN. Sementara si pohon tetap berdiri dengan kokohnya" Asy-Syahid Sayyid Quthb

Dan kepada Pemilik Hati; Allah SWT, mari kita doakan saudara-saudara yang lain yg patah dari pohon besar itu agar kembali bersama kita dalam suka cita berjamaah.

 
Kami akan tetap bertahan disini, bersama saudara saudara kami, kalian salah menjatuhkan kami dengan fitnah, kalian keliru memborbardir kami dengan makar-makar kacangan. Kalian mengira, kami akan terpecah belah dengan semua fitnah-fitnah ini? TIDAK! Justru kami akan semakin kuat! sampai nyawa ini terbang mengangkasa, sampai dunia ini hancur lebur, kami akan tetap disini, maju atau hancur bersama dalam kafilah dakwah ini.
 
Dan apabila mereka mendengar Perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi Kami amal-amal Kami dan bagimu amal-amalmu, Kesejahteraan atas dirimu, Kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil". (Al Qashash:55)
 
-abu rafah-

Isi Pidato Anis Matta pada Kampanye Terakhir PKS di Solo



PKSDEPOK, SOLO (5/4) - Alhamdulillah, kita bisa menutup masa kampanye Pemilu 2014 dengan relatif aman dan  tenang. Ini pencapaian seluruh Bangsa Indonesia dalam berdemokrasi. Saya bersyukur hari terakhir kampanye PKS dilakukan di Jawa Tengah, khususnya di Solo, sepenggal Firdaus di Nusantara.. Solo adalah kota yang sarat nilai budaya. Strategi kebudayaan adalah peta jalan menuju kemajuan di masa depan. Di Solo ini kita juga bisa bereksperimen, menanyakan kembali hal-hal yg seolah sudah absolut dalam politik Indonesia. Misalnya, bagaimana kalau Presiden RI bukan orang Jawa? Yang lebih penting, bisakah wacana Jawa-luar Jawa kita akhiri di 2014 ini?

Indonesia adalah negara yang besar, tidak mungkin dikelola sendirian. Kolaborasi adalah kunci meraih masa depan. Pendiri bangsa ini pada Sumpah Pemuda 1928 menanggalkan identitas primordialnya, untuk menjadi bangsa Indonesia.

Nilai kebangsaan Indonesia harus dijunjung tinggi karena itulah komitmen dan konsensus yang menjadikan kita satu bangsa.

Semoga ada kemajuan berarti soal Jawa-luar Jawa dalam Pemilu 2014 sebagai bagian dari pematangan budaya demokrasi. Saya juga menyempatkan kampanye di Salatiga. Banyak yang tanya, kenapa saya repot-repot datang ke kota kecil? Saya bilang ,bukan soal kota kecilnya, tapi ini Salatiga.

Di Salatiga, kita bisa belajar hidup dalam kondisi masyarakat yang beragam.. PKS diterima dengan baik dalam pemilihan walikota. Lewat Salatiga kita sampaikan pesan hidup dalam keragaman. Ada pengalaman menarik dalam perjalanan dari Solo ke Salatiga. Di Boyolali saya sempat berjabat tangan dan berfoto dengan kader PDI Perjuangan.

Mulanya kader PDIP berfoto di dekat bus yang berhenti karena macet. Sebagian ada yang mengenali saya dan melambaikan tangan. Saya sempatkan turun untuk berjabat tangan. Semangat persahabatan yang hangat tanpa meributkan perbedaan.

Walau berbeda partai, kita tetap bisa bersahabat. Salam saya untuk seluruh kader PDI Perjuangan yang kemarin berkampanye di Jawa Tengah. Terima kasih kepada seluruh elemen bangsa Indonesia yang telah menjaga masa kampanye tetap aman dan kondusif.

Terima kasih kepada Kepolisian RI ysng telah bekerja keras menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita masuki minggu tenang ini debgan hati dan pikiran yagn betul-betul tenang. Saatnya bertawakal atas segala yang telah kita upayakan.

Semoga Allah meridhoi semua usaha kita memajukan Indonesia dalam Pemilu 2014 ini. [pks.org]

PKS Masuk Balairung UI

Written By Roshana ocha on 5 Apr 2014 | 4/05/2014


PKSDEPOK-DEPOK, Banyak jalan menuju Makkah. Keberhasilan yang kau raih tergantung kadar lelah dan kesungguhanmu dalam berjuang. Pepatah bijak inilah yang memotivasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk meraih kemenangan dalam pemilu legislatif 9 April 2014.
Sabtu, 29 Maret 2014 silam, menjadi saksi bahwa partai dapat masuk ke arena kampus. Masuknya partai ke dalam kampus bukan karena ada udang di balik batu atau kepentingan kampanye politik semata. Masuknya partai ke dalam kampus justru ingin menyadarkan dan mengajak para intelektual muda, yakni para mahasiswa dan pelajar aktif menyuarakan aspirasinya dalam kehidupan politik.
Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Universitas Indonesia ( PSHTN FHUI) bekerja sama dengan Yayasan IMAGO menggelar kegiatan edukatif, yakni Festival Partai Politik (Parpol Fest) di Balairung UI, Sabtu (29/3/14). Kegiatan dengan tema “Yang Muda yang Beraksi, Anti Golput? So Pasti" tersebut bertujuan untuk memperkenalkan partai politik peserta Pemilu 2014, sekaligus sebagai wujud keprihatinan terhadap kecendrungan meningkatnya suara golput, terutama dari kalangan para pemilih pemula.
Acara yang dikemas dalam bentuk dialog kebangsaan, penampilan perkusi, stand up comedy, dan kuis hiburan bertemakan politik tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, diantaranya Anies Baswedan, Hidayat Nur Wahid, dll. Selain itu, hadir pula perwakilan pemimpin daerah yang prestatif dan inovatif, diantaranya walikota Sukabumi dan walikota Tangerang. Mereka memaparkan pentingnya keterlibatan pemuda dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Panitia acara, Adi Zulfikar menuturkan bahwa kegiatan ini sebagai sarana pemberian pemahaman dan pengetahuan pada pelajar dan mahasiswa mengenai pemilu 2014. "Sebagai subyek dari demokrasi, posisi masyarakat harus diletakan sebagai penentu, bukan hanya terus diarahkan untuk kepentingan peserta pemilu,"
PKS, sebagai salah satu parpol yang membuka stand pada acara tersebut benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk mensosialisasikan partainya kepada peserta yang datang. Dengan dekorasi stand yang menarik dan pelayanan yang bersahabat, stand PKS menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi oleh peserta Parpol Fest tersebut. PKS berharap dengan antusiasnya peserta yang mampir dan bertanya di stand-nya, PKS dapat meraup suara besar dari kalangan pemilih pemula. (Rf/ccm)

 

Caleg PKS Kukurusukan

Written By Roshana ocha on 4 Apr 2014 | 4/04/2014


PKSDEPOK, DEPOK – Kukurusukan ala caleg PKS ini memang sangat dinanti warga Mekarsari dan sekitarnya. Ihsan Abdul Rosyid, caleg PKS nomor urut 6 Dapil Cimanggis ini tak segan untuk terjun bersama warga melaksanakan beberapa kegiatan. Ihsan yang biasa disapa mengatakan “Dalam rangka melanjutkan komitmen dekat dan melayani, maka saya dan segenap warga melaksankan Program Yankes (Pelayanan Kesehatan) untuk warga Mekarsari.” Yankes tersebut diselenggarakan senin (31/03) di lingkungan Rt 06 Rw 11 Mekarsari Cimanggis. 

Hari libur pun tidak menurunkan semangat dan minat warga untuk hadir dalam Yankes. Karena warga sudah cukup mengenal Ihsan dan dedikasinya selama ini kepada warga Mekarsari, sehingga setiap acara yang diadakan Ihsan selalu dipadati warga. Bukan hanya 123 warga dan tokoh Mekarsari yang hadir, tetapi Walikota Depok Nurmahmudi pun turut hadir. “Insya Allah kami semakin mantap memilih PKS dalam pemilu nanti”, sahut salah satu warga yang hadir sambil menunjukkan angka tiga pada jarinya.

Kukurusukan Ihsan selanjutnya yaitu mendatangi Rw 04 Jasindo dan SDN Mekarsari. Ihsan ditemani Walikota Depok Nurmahmudi kukurusukan menemui warga untuk menyapa dan berbincang hangat. Warga sangat antusias dengan kegiatan ini. terbukti Mereka tidak mau melewati kesempatan berbincang dengan Walikota dan calon anggota DPRD tersebut. Keluh kesah serta saran disampaikan warga untuk kemajuan Mekarsari dan Depok. “Semoga semua keluarga, tetangga, sahabat yang ada disini memilih PKS agar kota kita lebih sejahtera dan makmur.” ucap Ihsan dan langsung di Amini oleh seluruh warga yang hadir. 

Tidak berhenti disitu, ba'da magribnya kukurusukan dilanjut dengan agenda silaturahim Ihsan dan Walikota Depok bersama warga. Agenda silaturahim kali ini membahas persoalan lingkungan sampai masalah pemenangan pileg 9 April 2014. Agar pembagunan yang direncanakan berkesinambungan. Kedepan walikota juga harus dari PKS, agar program-program yg sudah bagus akan terus dilanjutkan. (ccm)



Bolehkah Pemimpin Dikritik?

Written By Roshana ocha on 3 Apr 2014 | 4/03/2014


Umar Bin Khatab adalah panglima perang paling terkenal sepanjang sejarah Islam. Bermula sebagai orang yang membenci Islam, kemudian ia berbalik menjadi pengikut setia Nabi Muhammad SAW dan pejuang Islam, pahlawan perang yang gagah berani.

Saat dilantik menjadi khalifah, dihadapan masyarakat Umar bin Khatab berkata: “Sesungguhnya aku diangkat menjadi pemimpin diantara kamu tetapi saya bukanlah orang terbaik diantara kalian. Karena itu jika aku berbuat kebaikan maka bantulah aku dan jika aku salah maka luruskan/ingatkanlah aku.”

Dalam masa pemerintahannya Umar memang sangat peduli dengan masyarakatnya. Ia terkenal sederhana dan rendah hati, selalu turun tangan langsung jika ada masalah di lapangan. Ia sering menangis disaat melakukan shalat malam, mohon petunjuk Tuhan agar ia mampu menjalankan amanah, memimpin secara adil dan bijaksana.

Hasil kerja keras Umar, kesederhanaan dan kerendahan hatinya itu tak sia-sia. Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).

Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.

Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk salat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia salat.

Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.

Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat sederhana.

Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam mulai dihitung saat peristiwa hijrah.

Semasa Umar masih hidup Umar meninggalkan 6 wasiat yaitu:
1. Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.
2. Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
3. Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah ALLAH SWT. Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain ALLAH SWT.
4. Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.
5. Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi, dan penuh penyesalan.
6. Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.

Secara garis besar ada 5 sikap teladan yang diberikan Umar, yaitu kerja keras, amanah, sederhana, rendah hati dan bersedia dikritik (diberi masukan) oleh siapapun. Sikap ini membuat Umar menjadi panutan dan pemerintahan yang dipimpinnya berhasil mencapai kejayaan.

Ke empat sikap itu pula selama ini saya anut, dan alhamdulillah berperan besar dalam perjalanan karir saya. Saya yakin jika lima sikap juga dianut oleh para pemimpin di Sumatera Barat, insya Allah Sumbar akan menjadi daerah yang maju, seperti motto yang kita anut: menjadi masyarakat madani, sejahtera dan bermartabat.

Kritik dan perbedaan pendapat tentu kita butuhkan, kritik dan beda pendapat yang memang bertujuan membangun, bukan untuk saling menjatuhkan, insyaAllah akan menjadi energi untuk maju ke depan. Jangan berpecah belah, mari kita bersatu.

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Apa Salah PKS ?

PKSDEPOK, DEPOK - Partai yang satu ini tidak pernah berhenti dihujat, difitnah, dan diblack list oleh pihak-pihak yang penuh benci dan maki. Partai yang satu ini dianggap ancaman dan batu sandungan bagi para big boss, sehingga keberadaannya harus disingkirkan. Partai yang satu ini ibarat kembang pasir yang menjijikan dan menghalangi jalanan mulus bagi para tiran. Dialah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, dengan slogan khasnya #AYTKTM, PKS tetap eksis. Berdiri tegak siap melayani. Dengan semangat menebarkan manfaat dan cinta, PKS siap bekerja untuk harmonikan Indonesia.

Menang jadi arang, kalah jadi abu. Peribahasa tersebut sepertinya cocok disematkan untuk PKS. Bagaimana tidak, apapun yang dilakukan oleh PKS selalu salah di mata lawan. Pihak-pihak yang kontra seakan memiliki beribu-ribu dalil untuk mematahkan gerak PKS atau bahkan menghancurkannya. Mereka dengan mudah memvonis PKS sebagai biang keladi masalah-masalah yang ada di Indonesia. Mulai dari masalah politik, hukum, sosial, ekonomi, sampai isu yang paling sensitif (agama). 

Di bidang politik, PKS dianggap sebagai partai yang ekslusif atau menutup diri dari golongan non-muslim. PKS dianggap saklek dan tidak luwes dalam pergaulan politik Indonesia. Padahal kader-kader PKS di DPR bekerja dengan total dan membaur dengan yang lain. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga menyuarakan aspirasi dan membela rakyat. Tak pernah sekalipun aleg-aleg PKS yang duduk di kursi DPR, DPRD, dan DPD mangkir dari rapat parlemen atau paripurna. Mereka selalu menerapkan etos kerja dan disiplin yang tinggi dalam menjalankan amanahnya sebagai wakil rakyat. Bahkan wakil rakyat dari PKS dikenal paling produktif melahirkan prestasi dan vokal membela kepentingan rakyat. Sebut saja, Hidayat Nur Wahid (HNW), mantan Ketua MPR periode 2004-2009. Di bawah kepemimpinan HNW, muka Indonesia diselamatkan dan berwibawa di pentas politik internasional. Di bawah kepemimpinan HNW pula, Indonesia dianggap sebagai bangsa terhormat dan tidak dianggap sebelah mata. Dengan tegas namun santun, HNW membuat AS meminta maaf pada Indonesia. Tidak hanya HNW, semua menteri dari PKS sangat prestisius. Mereka adalah Anton Apriyanto (mantan Mentan 2004-2009), Salim Segaf al- Jufri (Mensos), Suswono (Mentan), Tifatul Sembiring (Menkominfo), dan Suharna Surapranata (Menristek 2009-2011). 

Di bawah tangan dingin Anton, Indonesia berhasil melakukan swasembada pangan, bahkan hasil pertanian Indonesia surplus dan bisa diekspor ke luar. Salim Segaf membuktikan bahwa beliau benar-benar memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Salim Segaf membantu 86, 4 juta rakyat menerima BPJS. Mentan Suswono membawa Indonesia surplus 5,4 juta ton beras, membuat kebijakan pertanian yang memihak petani lokal dengan cara meningkatkan taraf hidup petani lokal melalui pengurangan kuota impor. Berkat kerja keras Menkominfo Tifatul Sembiring melakukan 3G Merger Operation, Kominfo meraih Rp 135 triliun. Suharna Surapranata, Menristek yang menjabat pada tahun 2009-2011 berhasil meluncurkan sistem inovasi daerah untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Indonesia. Akan tetapi, bagi para lawan politik yang dengki dan orang-orang buta politik yang termakan konspirasi menganggap prestasi menteri-menteri asal PKS tersebut bukan suatu yang menggembirakan, biasa saja. Bahkan, tak jarang lawan-lawan politik mengklaim bahwa prestasi yang diraih oleh menteri-menteri asal PKS tersebut prestasi mereka. Berita mengenai prestasi kader-kader PKS dipolitisir atau dijadikan alat untuk menusuk dari belakang. (apa) salah PKS?

Di bidang hukum, para kader PKS berusaha menjaga ‘kebersihan’nya dari hal-hal yang haram. Terbukti selama 1 dasawarsa PKS berkecimpung dalam politik Indonesia, kader-kadernya bersih dari cacat hukum. ‘Kebersihan’ inilah yang membuat iri lawan politik. Mereka berusaha menjebak agar PKS masuk ke dalam perangkap mereka. Hasilnya, taktik-taktik politik dimainkan, hingga dua kader PKS divonis korupsi. Meskipun tanpa bukti yang kuat. Di bidang sosial, PKS dianggap anti sosial. Padahal, nyatanya PKS-lah yang paling terdepan dalam membantu korban-korban bencana alam meski bukan dalam masa kampanye. Nyatanya kader-kader PKS sangat dekat dengan masyarakat. Mereka membaur dengan rakyat tanpa embel-embel kepentingan. Nyatanya PKS-lah yang peduli degan nasib bangsa lain, terbukti dengan beragam aksi yang dilakukan atas nama kemanusiaan. Bahkan, salah satu aleg PKS di DPR RI, almarhumah Yoyoh Yuroh, dianggap paling care dengan aleg-aleg dari partai lain. selain itu, Ketua Walubi, DGI, dan budayawan juga sering datang ke DPP PKS. Mereka duduk bersama, berdiskusi tentang kebangsaan dengan hangat. Tak ada caci di antara mereka. (apa) salah PKS?

Di bidang ekonomi, PKS selalu melakukan kerja-kerja nyata demi kesejahteraan bangsa. Kader-kader PKS yang duduk di bangku pemerintahan memanfaatkan jabatannya berbuat lebih banyak untuk rakyat. Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan misalnya, semakin bekerja demi kemakmuran warga Jawa Barat. Haslilnya Jabar semakin baik, pengangguran berkurang, produktivitas pertanian meningkat, APBD bertambah, dll. Sedangkan di daerah, para kader PKS berusaha menjadi pribadi-pribadi yang bermanfaat. Tak jarang para kader partai nomor urut 3 ini mengadakan bakti sosial, penyuluhan, dan pengobatan gratis bagi warga kurang mampu. Inilah bukti nyata PKS cinta Indonesia. Lalu, (apa) salah PKS?

Di bidang agama, PKS kerap dibilang pemecah kerukunan beragama. Pihak-pihak yang tidak suka dengan PKS menuding bahwa ajaran yang dibawa oleh PKS merupakan impor dari Timur Tengah yang notabanenya garis keras, teroris, mudah mengkafir-kafirkan, bid’ah, tidak sesuai dengan tradisi bangsa, dan tuduhan nyeleneh lainnya. Padahal, jika mereka mau melihat dengan seksama dan berinteraksi langsung dengan para kader PKS, tudingan tersebut tidaklah benar. Justru sebaliknya, PKS mengajak kepada kebaikan dengan cara yang santun. Menyentuh dengan cinta. Apakah jilbab panjang yang biasa digunakan oleh sebagian besar wanita PKS, janggut yang menghiasi dagu pria-pria PKS, dan istilah Arab yang kadang digunakan oleh orang-orang PKS merupakan suatu keanehan dan bentuk ekstrim dalam beragama yang berujung pada perpecahan? Ah, rasanya tidak bukan? Lagi-lagi memang nasib PKS menang jadi arang, kalah jadi abu. Lalu, (apa) salah PKS? (Rf/ccm)

 
Copyright © 2011. PKSDEPOK.com - All Rights Reserved
Template Edit by Team Web | Header by Marskal | Powered by Blogger