Latest Post

Efektifitas Program Kerja Fraksi PKS, FPKS Adakan Bincang Pagi dengan Humas DPD Depok

Written By pksdepok on 22 Mei 2015 | 5/22/2015


PKSDEPOK - Jumat (22/05) Fraksi PKS dikunjungi oleh tim Humas DPD PKS Depok guna membahas optimalisasi kehumasan Aleg FPKS. Bincang pagi ini diadakan di ruang fraksi PKS gedung DPRD Kota Depok. Pada kesempatan tersebut, Ketua Bidang Humas DPD PKS Depok El Shanti Yuliana menyampaikan harapannya agar tiap Aleg PKS aktif mempublikasikan kegiatan terutama di Dapil masing-masing.

Tujuan dari bincang pagi antara Humas DPD dengan Fraksi PKS agar koordinasi antara Aleg dengan Humas DPD bisa lebih baik ke depannya. Selain itu, bincang pagi ini membahas evaluasi arus berita dari kegiatan masing-masing aleg yang sudah berjalan.

Diharapkan masing-masing Aleg bisa bekerja sama dalam mengirimkan berita kegiatannya. Agar setiap kegiatan Aleg dapat dipublikasikan melalui media Fraksi PKS dan DPD PKS Depok. (Ina/ccm)


sumber : fpksdepok

Perkenalkan Maskot "Si Belli", KPU Depok Gelar Launching Pilwalkot

Written By pksdepok on 21 Mei 2015 | 5/21/2015


PKSDEPOK - Menuju Pilkada serentak yang jatuh pada tanggal 09 Desember 2015, Rabu (20/5) KPU Kota Depok menggelar Launching Pemilihan Waikota dan Wakil Walikota di Hotel Bumi Wiyata, Depok. Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU Kota Depok Titik Nurhayati membuka acara launching. Titik mengatakan Kota Depok sudah siap untuk memulai sosialisasi pilkada. 

Idris Abdul Somad selaku wakil walikota Depok berkesempatan untuk meresmikan acara. Acara launching ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat kota Depok. Diantaranya Para Camat, Parpol, Ormas Depok, LSM, Bem Raya Depok, dan Ketua Osis Sekota Depok. Launching ini juga sebagai momentum untuk memperkenalkan maskot Piwalkot Kota Depok, Si Belli (Belimbing Memilih).

Si Belli merupakan maskot yang berbentuk buah belimbing. Ahmad selaku kreator mengatakan alasannya memilih buah tersebut karena belimbing adalah ikon Kota Depok. Dua daun di atas Si Belli melambangkan rasa damai, teduh, nyaman, dan terlindungi.

Ahmad juga mengatakan makna lain dari maskot Si Belli. Mata berseri, pipi merona, senyum, dan tawa melambangkan rasa semangat, antusias, bahagia, dan gembira dalam menyambut Pilkada. Lidah putih melambangkan kejujuran, dan jauh dari kampanye hitam.

Si Belli mengenakan sarung tangan putih yang melambangkan ketulusan, rasa ikhlas, dan tidak adanya unsur paksaan. Warna kaki dan tangannya sesuai dengan warna KPU yang diartikan sebagai motor pengerak Pilkada depok. Kaki yang berwarna berwarna cokelat juga melambangkan bahwa dalam Pilkada, warga Depok memilih pemimpin yang siap bekerja dalam situasi dan kondisi apapun. Dan gerakan kaki melangkah diartikan dengan Pilkada Depok akan menuju masa depan yang lebih baik.

Acara launching diakhiri dengan penabuhan bedug secara simultan yang dilakukan oleh Wakil Walikota Depok beserta Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ketua KPU Depok dan Ketua DPRD Depok. Pemukulan bedug ini di lambangkan bahwa Piwalkot Depok siap untuk dimulai. (Bdeniw/ccm)


Memaknai Hari Kebangkitan Nasional dengan Semangat Perubahan

Written By pksdepok on 20 Mei 2015 | 5/20/2015


PKSDEPOK - Pada bulan Mei terjadi 2 peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut adalah hari Pendidikan dan Hari Kebangkitan Nasional. Rabu (20/5) bangsa Indonesia memperingati hari Kebangkitan Nasional yang ke 107.  Usia yang tidak muda lagi untuk menjadi negara yang merdeka baik secara moral dan spiritual.

Dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia, tentunya lahir para pejuang dan semangat kebangsaan untuk mendukung kemajuan bangsa ini sendiri. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi hari ini tidak terlepas dari peran para tokoh yang berpengaruh.

Salah satu tokoh berpengaruh adalah R. Soetomo yang mendirikan perhimpunan Budi Utomo. Soetomo bersama teman-temannya mendirikan perkumpulan tersebut dan memberi nama Budi Utomo. Budi Utomo mempunyai arti sebuah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, dan kemahirannya.

Perhimpunan Budi Utomo hanya salah satu contoh dari pergerakan pemuda menuju kebangkitan pendidikan bangsa. Sejatinya, hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai dengan semangat perubahan dari semua kalangan. Oleh karena itu, penulis mengajak kepada pembaca untuk memaknai hari Kebangkitan Nasional dengan meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dalam kerja nyata menuju Indonesia yang sejahtera.  (Ro/ccm)

Mudahnya Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Depok

Written By pksdepok on 19 Mei 2015 | 5/19/2015


PKSDEPOK - Perpustakaan umum Kota Depok yang berlokasi di kantor walikota Depok sudah memiliki gedungnya sendiri, letaknya tepat setelah pintu masuk Balaikota. Perpustakaan yang memiliki 3 lantai ini sudah beroperasi dan diresmikan saat hari ulang tahun Kota Depok, oleh walikota Depok Nur Mahmudi Ismail 27 April 2015 lalu.

Syarat untuk menjadi member perpustakaan tidaklah sulit. Hanya dengan berkunjung pada jam kerja perpustakaan, mengisi formulir anggota member, membawa KTP Depok / Kartu Pelajar / Kartu Mahasiswa dan foto untuk kartu member. Dalam beberapa menit kartu anggota perpustakaan sudah bisa didapatkan.

Bagi warga Depok yang ingin memimjam buku dan menjadi member perpustakaan, disarankan untuk berkunjung pada jam kerja perpustakaan. Jam kerja Perpustakaan Kota Depok mulai dari Senin – Jumat dari pukul 08.00 hingga 15.00. Dan setiap hari minggu terdapat perpustakaan keliling yang beroperasi di sekitar Car Free Day Grand Depok City.

Kini warga Depok tidak sulit lagi untuk mendapatkan buku yang diinginkan, karena gedung perpustakaan umum siap menjadi wadah dan sarana membaca bagi warga Depok yang haus akan ilmu pengetahuan. (Ro/ccm)

Inilah Jawaban Syaikh Abdullah Ali Bashfar Soal Qiro'at Langgam Jawa di Istana Negara

Written By pksdepok on 18 Mei 2015 | 5/18/2015


Pembacaan Al Quran dengan langgam Jawa yang dilaksanakan di Istana Negara dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj tidak hanya menjadi perbincangan didalam negeri. Qari’ internasional, Syaikh Abdullah bin Ali Bashfar pun ikut memberikan komentarnya mengenai qira’at dengan Langgam Jawa tersebut.

Seperti dikutip dari Fimadani, Ahad (17/05), Syeikh Ali Bashfar memberikan kritik dan catatan terkait video muratal dengan lagu Dandanggulo macapat Jawa yang dibacakan oleh Muhammad Yaser Arafat.

-  Kesalahan tajwid; dimana panjang mad-nya dipaksakan mengikuti kebutuhan lagu.

- Kesalahan lahjah (logat). Membaca Al-Qur’an sangat dianjurkan menggunakan lahjah Arab, sebagaimana orang Arab membacanya. Dalam hadist disebutkan: “Iqra’ul qur’aana biluhuunil ‘Arobi wa ashwaatiha”.

- Kesalahan takalluf, yakni memaksakan untuk meniru lagu yang tidak lazim dalam membaca Al-Qur’an.

Yang cukup berbahaya jika ada kesalahan niat, yaitu merasa perlu menonjolkan kejawaan atau keindonesiaan atau kebangsaan dalam berinteraksi dengan al Qur’an, membangun sikap ashabiyyah dalam ber-Islam. Dan yang paling fatal jika ada maksud memperolok-olokkan ayat-ayat Allah yang mereka samakan dengan lagu-lagu wayang dalam suku Jawa.

Beliau mengakhiri catatannya dengan berdoa, “Allahu yahdinaa wa yahdiihim. Semoga Allah memberikan petunjuk dalam menjaga dan menda’wahkan Al-Qur’an. Wallahu a’lam.”.

sumber : islamedia

Penyaluran Raskin masih Rendah, Pemkot Depok adakan Kordinasi dengan Bulog

Written By pksdepok on 16 Mei 2015 | 5/16/2015


PKSDEPOK – Jumat (15/5) Bertempat di Aula Bappeda Gedung Dibaleka I, Pemerintah Kota Depok melaksanakan rapat koordinasi bantuan beras miskin (Raskin). Hadir dalam rapat tersebut Asisten Ekbangsos, Eka Bachtiar, Kepala BPMK Kota Depok, Widyati Riyandani, Kepala Divisi Regional Bulog Provinsi Jawa Barat, Alip serta perwakilan dari tiap kelurahan se-Kota Depok.

“Pertemuan ini membahas tentang koordinasi kelancaran distribusi dan pembayaran,” ujar Alip.

Beliau mengatakan bahwa pendistribusian Raskin di Jawa Barat hingga bulan Mei 2015 sudah mencapai 86 persen di 27 kabupaten maupun kota. Adapun pendistribusian awal di Depok masih tergolong rendah. Untuk itu, Ia menambahkan koordinasi akan lebih ditingkatkan lagi agar penyaluran lebih lancar.

“Untuk penyalurannya kan harus dibayar Rp 1.600,00 perkilo, dan menurut aturan, pembayarannya harus selesai dulu baru kita salurkan lagi,” ujarnya.

Saat ini Kota Depok sendiri sudah ada progres seiring dengan komitmen adanya bersama antara pihak kelurahan, penerima dan pemkot. Perlu diketahui bahwa untuk Kota Depok total Raskin yang disalurkan sebanyak  616 ton perbulan dan ditujukan ke 41.103 rumah tangga.

“Keterlambatannya mungkin dari masyarakat belum bayar, namun selanjutnya pihak BPMK langsung merespon dengan baik dengan melakukan sosialisasi,” jelasnya. (ccm)

sumber : pemkotdepok

Aktor Film dan Seniman Didi Petet Meninggal Dunia

Written By pksdepok on 15 Mei 2015 | 5/15/2015


PKSDEPOK - Dunia hiburan kembali berduka. Salah satu aktor senior Indonesia, Didi Widiatmoko yang dikenal dengan Didi Petet, mengembuskan nafas terakhir pagi ini, Jumat (15/5).

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf yang juga ayah penyanyi Sherina Munaf, mengatakan Didi Petet meninggal karena sakit yang dideritanya. “Beliau meninggal hari ini pukul 05.00 WIB karena sakit. Sepulang dari Milan, kira-kira tiga hari lalu, rupanya recovery-nya kurang baik,” kata Triawan kepada CNN Indonesia. Saat ini Triawan sedang bersiap menuju rumah duka di Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan.

Didi Petet wafat di usia 58 tahun. Pria kelahiran Surabaya, 12 Juli 1956 itu menyumbangkan banyak karya untuk dunia perfilman Indonesia. Aktor serba bisa itu memerankan berbagai tokoh, salah satu yang paling terkenal ialah Emon dalam film Catatan si Boy. (ccm)

sumber : cnnindonesia

Depok untuk Semua, Semua untuk Depok



PKSDEPOK - Seiring perjalanan waktu, kota Depok terus mengalami perkembangan yang pesat di berbagai sektor. Posisi kota Depok yang strategis dan bertetangga dengan ibukota Jakarta, menjadikannya sebagai daerah yang memiliki nilai sosial ekonomis yang tinggi. Bahkan Depok juga mempunyai nilai politis yang signifikan. Contoh nyatanya adalah pada masa pemilihan walikota Depok 5 tahun lalu yang sedikit banyak melibatkan intervensi dari elit-elit parpol besar tingkat nasional. Dari sisi keamanan pun kota Depok dianggap strategis karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Jakarta, Tangerang, dan Bogor.

Selama kurang lebih berjalan lima tahun duet kepemimpinan Nur Mahmudi Ismail dan Idris Abdul Shomad, banyak agenda besar yang harus dikerjakan dan dituntaskan. Ada 8 (delapan) program pasangan yang di jalankan oleh Nur-Idris (yang lebih dikenal dengan sebutan Nur-Berkhidmad). Beberapa diantaranya adalah  gratis pendidikan SD, SMP, dan SMA negeri; tersedianya minimal 1 (satu) SMA/SMK negeri per kecamatan; gratis rawat pasien DBD di kelas III RSUD dan pelayanan puskesmas 24 jam; santunan kematian sebesar Rp 2 juta; dan betonisasi jalan lingkungan. Program-program tersebut bukanlah suatu utopia (khayalan) yang mustahil untuk diwujudkan dan tentunya telah melewati berbagai pertimbangan dan perencanaan yang matang, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. 

Program-program tersebut tidak akan bisa dituntaskan oleh Nur-Idris dan jajaran birokrasinya semata. Dibutuhkan semangat kebersamaan dan kekompakan semua pihak dan pemangku kepentingan (stake holder) yang saling bersinergi sehingga visi menuju masyarakat Depok yang maju dan sejahtera dapat terwujud. Terciptanya koordinasi dan kerjasama yang solid antara pihak eksekutif (Pemkot Depok) dan legislatif (DPRD Depok) yang didukung oleh seluruh elemen terkait, termasuk warga masyarakat, menjadi sebuah keniscayaan agar agenda-agenda pembangunan daerah bisa dijalankan. Sekarang bukan saatnya lagi mempersoalkan dan memperuncing hal-hal yang sebenarnya masih bisa dikompromikan.

Kita harus (rela) melepaskan primordialisme sempit yang menjadi sekat-sekat penghalang untuk bekerjasama dalam rangka mencapai tujuan bersama. Perbedaan asal-usul, suku, warna kulit (ras), budaya, agama dan kepercayaan,  status sosial ekonomi serta afiliasi politik bukanlah alasan untuk tidak bisa merajut kebersamaan dan sinergi membangun kota tercinta ini. Dari sekian banyak perbedaan itu pastilah ada persamaan-persamaan titik temu (interseksi) yang bisa dijadikan dasar pijakan untuk membentuk kohesi sosial budaya yang kuat. Nampaknya, semboyan "Depok for All" (Depok untuk Semua) dan "All for Depok" (Semua untuk Depok) bisa menjadi api spirit untuk mewujudkan cita-cita bersama itu. Itulah harapan kita semua warga Depok. Akhirnya, penulis mengajak kita semua untuk bergandeng tangan dan bahu-membahu demi kota Depok tercinta. Semoga! (Ro/ccm)


sumber : Hamdi - "Depok untuk Semua, Semua untuk Depok"

Bangkit atau Mundurkah Islam Hari Ini?

Written By pksdepok on 14 Mei 2015 | 5/14/2015


Kaum muslimin hari ini sedang mengalami berbagai cobaan. Dunia Islam semakin memanas karena berkembangnya paham rusak seperti hedonisme, sekularisasi, liberalisasi dan masih banyak lagi. Di lain sisi mulai terlihat gerakan-gerakan dakwah yang mulai menguat semenjak runtuhnya kekhalifahan Turki pada tahun 1924. Selain itu, banyak bermunculan berbagai rumah pendidikan Islam yang menghasilkan generasi berkualitas. Sehingga ada yang bertanya “Islam sedang bergerak menuju kepada kemunduran atau kemajuan?”

Indonesia adalah negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Maka coba kita perhatikan kehidupan bapak-ibu kita beberapa puluh tahun ke belakang. Budaya sopan-santun, menjaga diri dari zina dan pakaiannya sopan masih melekat kala itu. Bagaimana dengan hari ini? Perzinahan, pakaian mini, aborsi, hilangnya sopan-santun, tawuran hingga pemikiran sesat tersebar di sudut-sudut kota. Seolah-olah ini merupakan pemandangan yang sudah biasa di masyarakat. Lalu apakah ini menandakan kemunduran umat Islam? Tapi coba kita perhatikan lagi kehidupan pemahaman Islam di zaman ibu-bapak kita. Jilbab seolah-olah dilarang dan sangat sedikit yang memakai jilbab padahal jilbab wajib bagi muslimah. Majelis ilmu sulit sekali ditemukan bahkan sampai membuat kelompok majelis ilmu secara sembunyi-sembunyi jika ingin mempelajari Islam lebih dalam. Bagaimana dengan hari ini? Rumah tahfizh menjamur, majelis ilmu dapat kita temui di berbagai penjuru, jilbab sudah menjadi pemandangan yang biasa, gerakan-gerakan dakwah pun semakin kuat. Lalu apakah ini tanda dari kemajuan Islam?

Mari kita sedikit menyimpulkan bahwa di zaman orang tua kita beberapa puluh tahun yang lalu kehidupan kala itu begitu datar. Kerusakan moral juga tidak, pemahaman tentang Islam juga tidak. Keburukan tidak begitu besar dan kebaikan juga tidak begitu tampak. Beda sekali dengan hari ini. Tayangan televisi yang rusak merebak, perzinahan adalah wajar, rusaknya akhlak hingga tawuran merajalela di negeri mayoritas Islam. Di sisi lain gerakan dakwah, majelis Ilmu, pendidikan Islam juga semakin progresif.

Puncak keburukan dan kebaikan seolah-olah mulai berkumpul di zaman ini. Itu semua mempengaruhi generasi-generasi muda yang akan memimpin negeri ini kelak. Puncaknya mungkin ketika generasi ini dewasa dan menggantikan generasi ibu-bapaknya. Dunia mulai panas, hari ini yang jahat dan baik bagaikan sedang dalam persiapan untuk mengumpulkan pasukan perang yang akan bertemu pada generasi setelah ini. Para penjahat berhasil membuat banyak pasukan yang rusak dan jahat. Para pejuang Islam pun tak kalah dengan menciptakan banyak generasi Qurani dan tangguh.

Kehidupan hari ini (zaman kita) seperti masa transisi dan puncaknya ada di generasi setelah kita. Generasi buruk dan baik yang terbentuk hari ini akan bertemu di masa depan. Ketika masa itu datang sepertinya dunia ini akan panas… ya, panas. Dua kekuatan besar (buruk dan baik) akan bertemu. Jika itu benar, tidakkah kita mencoba menyiapkan generasi terbaik untuk masa depan kelak?

sumber :dakwatuna
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKSDEPOK.com - All Rights Reserved
Support by. Blogger