Latest Post

Nur Mahmudi Tinjau ODNR Di Kantin SMPN 2 Depok

Written By pksdepok on 1 Mar 2015 | 3/01/2015



PKSDEPOK, DEPOK – One Day No Rice (ODNR) atau Sehari Tanpa Nasi menjadi salah satu program unggulan Kota Depok. Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail sebagai penggegas ide ini, terus menggalakan ODNR melalui berbagai program bersama pemkot Depok.

Dalam kunjungannya ke SMP Negeri 2 Depok, Nur Mahmudi meninjau perkembangan berjalannya program ODNR (26/02). Program ODNR ini juga memantau jajanan di kantin sekolah agar menyuguhkan makanan yang beragam tapi bergizi, aman, dan sehat seperti yang sudah diperlihatkan oleh penjual berupa jajanan jagung keju, kentang goreng, siomay, dan cireng yang terbuat dari tepung kanji.

Nur Mahmudi juga berkesempatan meninjau kelas tata boga SMP Negeri 2 yang memperlihatkan karya siswa dalam mengolah jenis jagung, singkong, dan ubi menjadi menu steak yang biasa terbuat dari daging.

Kedatangan Bapak Walikota sudah pasti memberikan semangat menerapkan gerakan One Day No Rice ini di kalangan siswa dan guru menuju Indonesia sehat. Termasuk upaya sekolah untuk mewujudkan kantin sehat dengan melibatkan peran serta pengelola dan penjual untuk lebih peduli dengan bentuk jajanan yang sehat dan bergizi serta diharapkan dapat keuntungan dengan menjual menu ODNR,” jelas Hafid Nasir, Komite Sekolah SMP Negeri 2 Depok yang juga Wakil Ketua Komisi D DPRD Depok. (rsk)


Sukses Murenbang, Pancoran Mas Gelar Reses



PKSDEPOK, Depok -- Tujuh anggota dewan dapil Pancoran Mas mengadakan acara reses di aula Kecamatan Pancoran Mas pada 23 hingga 25 Februari dengan masing-masing anggota dewan menghadirkan konstituen yang berbeda tiap harinya. Reses ini memberikan kesempatan kepada warga khususnya di Kecamatan Pancoran Mas menyampaikan aspirasi yang belum tertampung pada pelaksanaan Musrenbang sebelumnya di tingkat kelurahan dan kecamatan. Sebelumnya, reses atau sekarang disebut Rapat Penyerapan Aspirasi Anggota DPRD Kota Depok di tahun 2015 ini dilakukan secara perorangan, yang saat ini diubah menjadi berkelompok.

Forum RW tingkat kelurahan dengan tujuan sebagai forum komunikasi semua stakeholder di tingkat kelurahan ini menampung usulan meliputi pembangunan fisik atau infrastruktur serta usulan di sektor ekonomi, sosial, dan budaya.


Hafid Nasir aleg Fraksi PKS menyampaikan untuk menjalankan forum RW di tingkat kelurahan dengan menghadirkan Ketua RW, tokoh masyarakat, pokdar kamtibmas, dan stakeholder lainnya. Setelah acara reses ini, seorang anggota dewan membutuhkan forum sebagai media komunikasi untuk menyampaikan progres terhadap aspirasi warga yang disampaikan dan kendala serta permasalahan yang ada di lingkungan,” imbaunya. Hafid berharap selain menjadi sarana pertemuan warga juga sebagai media komunikasi dalam membahas dan mencari solusi permaslahan yang ada dilingkungan kita. (rsk)

Disdik Konfirmasi UN Berbasis Komputer SMP-SMA-SMK Depok

Written By pksdepok on 25 Feb 2015 | 2/25/2015


PKSDEPOK, Depok -- Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik Balitbang Kemdikbud) melalui surat edaran nomor 0059/H4/TU/2015 telah memilih beberapa SMP, SMA, dan SMK yang dianggap memenuhi syarat dan siap melaksanakan Ujian Nasional (UN) berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT). Sekolah yang ditunjuk diminta mengirimkan lembar konfirmasi kepada Dinas Pendidikan kota/kabupaten setempat terkait kesiapan terutama mengenai prasarana.

Wakil ketua Komisi D DPRD Depok Hafid Nasir, meminta penjelasan Dinas Pendidikan Kota Depok apakah ini murni UN online berbasis komputer. Dalam konfirmasinya, Dinas Pendidikan Kota Depok menjelaskan online hanya dilakukan saat mendownload soal-soal UN ke komputer yang akan digunakan siswa dan pada saat pengumpulan jawaban. Selama waktu pengerjaan berlangsung, status jaringan offline.

Dalam pertemuan Dinas Pendidikan Kota Depok dan orangtua murid, Hafid menjelaskan ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pihak Sekolah :

1.     
Mensosialisasikan orang tua siswa bahwa ini bukan murni UN online berbasis komputer sehingga orangtua siswa tidak resah dengan kebijakan ini.
2.
Sekolah mengupayakan agar sejumlah server dan PC yang dibutuhkan dalam keadaan baik sehingga tidak memberikan permasalahan siswa ketika mendapatkan hasil yang tidak baik.
3.
Karena pelaksanaannya nanti akan dibagi 3 gelombang (rasio ketersediaan PC 1:3 dengan jumlah siswa 303 orang), maka perlu ada penjelasan yang utuh kepada siswa dan orangtua agar ini tidak dipermasalahkan.
4.
Jaringan internet agar tersedia sesuai kapasitas band with minimal yang dibutuhkan.

  
Hafid juga mengharapkan ada kontribusi puspendik melalui Dinas Pendidikan untuk pengadaan Personal Computer (PC) sesuai spesifikasi minimal yang dibutuhkan dan Dinas bisa memfasilitasi pinjaman dari sekolah lain agar jenis PC yang akan digunakan sama. “Memang sesuatu yang baik tidak perlu menunggu kesempurnaan sehingga perlu ada semangat dan pemahaman yang sama antara Dinas, Sekolah, Komite, dan orangtua siswa,” tegasnya. (rsk)

PKS Keluarkan Tiga Kandidat Calon Walikota Depok

Written By pksdepok on 20 Feb 2015 | 2/20/2015


PKSDEPOK, Depok –  Tiga nama kandidat calon Walikota Depok periode 2015-2020 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diumumkan. Mereka adalah KH. Idris Abdul Shomad, Supariyono, dan Imam Budi Hartono.

Pemilu Raya (Pemira) PKS untuk menentukan calon Walikota Depok telah digelar pada Agustus 2014 lalu. Kader PKS berhak memilih dari tujuh nama yang dikeluarkan PKS. Ketujuh nama tersebut adalah Ketua DPD PKS Depok Supariyono, Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat 2009-2014 Imam Budi Hartono, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Wakil Ketua DPR RI 2013-2014 M. Sohibul Iman, Anggota DPR RI Dapil Bengkulu Syahfan Badri Sampurno, isteri Nur Mahmudi Ismail Nur Azizah Tahmid, serta calon eksternal yang saat ini menjabat Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad.


“Tiga nama ini akan kita lempar ke publik. Elektabilitas dan popularitas mereka di masyarakat juga akan menjadi variabel yang menentukan siapa diantara tiga nama itu yang layak,” jelas Muttaqin, Ketua Bidang Kebijakan Publik DPD PKS Depok (19/02).

PKS Laksanakan Apel Siaga Kader Inti




PKSDEPOK (20/2) - Kamis (19/2) pukul 8 pagi sampai 16, PKS DPC Sukmajaya telah mengadakan "Apel Siaga Kader Inti se-Sukmajaya" di Graha Insan Cita, Kota Depok.  Acara berlangsung dalam dua sesi.

Sesi pertama adalah "Mengokohkan Soliditas & Pertumbuhan Kader" sampai waktu dzuhur. Sesi pertama ini ditujukan untuk Kader Inti di semua jenjang. 

Lalu sesi kedua, "Pengokohan & Pembekalan  PJRW" dilaksanakan sampai waktu ashar. Khusus sesi kedua, peserta adalah seluruh Pengurus DPRa & semua PJRW. [CCM]

Cara Walikota Depok Menjaga Generasi Muda

Nur Mahmudi Ismail saat menghadiri acara Maulid Nabi di Balaikota Depok (12/2)



PKSDEPOK (20/2) - Beberapa waktu lalu, saat ramai sejumlah Kepala Daerah mengeluarkan Surat Edaran terkait larangan perayaan hari valentine. Larangan tersebut dikarenakan adanya laporan jumlah generasi muda yang melakukan hubungan seks diluar nikah meningkat saat hari tersebut. Sejumlah pendapat menyatakan perayaan valentine tersebut bukan budaya asli Indonesia dan jelas tidak edukatif bagi rakyat Indonesia.

Terkait permasalahan generasi muda, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Depok sudah melakukan konsolidasi dengan sejumlah pihak seperti Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). PKK mempunyai program Bina Keluarga Remaja, program pembinaan anak-anak remaja, program pembinaan kesadaran bela negara, kalau semua program ini direalisasikan bersama juga dengan kegiatan Pramuka, program relawan lingkungan, duta lingkungan, dan sebagainya. 

"Apalagi, berdasarkan data KPAI, lebih dari 32% usia 14-18 tahun sudah melakukan hubungan seks di luar nikah, maka kepedulian kita adalah bagaimana supaya mereka terhindar dari kegiatan negatif tersebut dan tetap beragama dengan benar," ucap Nur Mahmudi Ismail dalam wawancaranya.

Nur Mahmudi Ismail meyakini kegiatan olahraga, ilmiah, sosial masyarakat, pendidikan adalah sebagai implementasi kurikulum pendidian tahun 2013 dan dapat menjadi solusi alternatif. Seperti beberapa waktu lalu, Pelajar Kota Depok bersama Pemerintah Kota Depok sudah mendeklarasikan A7, yaitu Anti Narkoba,  Anti Tawuran, Anti Miras,  Anti Rokok,  Anti Seks Bebas,  Anti Mencontek dan Anti Bullying.

Selain itu, Nur Mahmudi Ismail mengatakan bahwa Pemerintah Kota Depok selama ini selalu mendorong dan memotivasi supaya generasi muda, khususnya di Kota Depok, untuk mandiri dalam kewirausahaan, kebersihan dengan aktivasi Bank Sampah di banyak daerah, dan masih banyak hal positif lainnya.

Mengenai valentine kemarin, dalam Surat Edaran oleh Dinas Pendidikan Kota Depok tanggal 13 Februari 2014 lalu, bahwa dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, kreatif dan religius di Kota Depok dan mempersiapkan generasi terbaik yang berbudi pekerti di masa depan, Pemerintah Kota Depok menyampaikan hal-hal sebagai berikut : 

1) Mengisi kegiatan-kegiatan positif yang sesuai dengan nilai-nilai budaya ketimuran negara Indonesia,
2) Melarang kegiatan siswa yang berkaitan dengan hari kasih sayang / valentine day, baik di dalam maupun di luar sekolah,
3) Mengajak peran serta masyarakat, khususnya orang tua / wali murid untuk lebih peduli menjaga dan mendampingi putra-putrinya.

Pada tahun 2013 lalu, Tempo memberitakan bahwa Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad telah menghimbau kepada seluruh orangtua, khususnya di Kota Depok, untuk melarang anak-anaknya merayakan valentine dikarenakan Idris memiliki data soal jumlah pelajar Depok telah melakukan hubungan seks di luar nikah. [CCM]

Wakil Walikota Depok Data PKL di Margonda

Written By pksdepok on 18 Feb 2015 | 2/18/2015

Sumber foto dari Depoknews



PKSDEPOK (18/2) - Pada Rabu (18/2) pagi tadi, Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad melakukan pendataan Pedagang Kaki Lima di sepanjang Jalan Margonda. Pendataan dilakukan dua kali, yaitu saat pagi dan sore hari.

Idris menegaskan bahwa pendataan tersebut adalah untuk menjaga ketertiban, tidak ada penggusuran. 

"Jangan diangkut lapak mereka, jadi kita hanya pendataan dulu. Pagi ada pendataan, sore ada pendataan karena bisa jadi yang dagang antara pagi dan sore berbeda orangnya," ucap Idris.

Idris menjelaskan yang perlu didata adalah nama pemilik lapak atau penjaganya, jenis dagangannya, domisilinya, KTP, dan sudah berapa lama berdagang di tempat tersebut.

Idris memberikan pengarahan terlebih dahulu di Balaikota kepada ratusan petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Kecamatan Pancoran Mas dan Beji sebelum melakukan pendataan. 

Idris ikut turun langsung mendata sekaligus berdialog dengan para PKL yang didata sepanjang Jalan Margonda. [CCM]

Begal Motor, Pokdar Kamtibmas Jaga Keamanan dan Ketertiban Depok

Written By pksdepok on 15 Feb 2015 | 2/15/2015


PKSDEPOK, Depok (14/02) – Upaya pengamanan Kota Depok dari aksi begal motor terus dilakukan. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Taufan Abdul Fatah, mengundang camat dan lurah se-Kota Depok, serta jajaran pengurus Pokdar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) se-Kota Depok dalam rangka silaturahim menyikapi aksi begal motor. Pertemuan ini dilakukan setelah sebelumnya pemkot telah melakukan penambahan CCTV dan lampu penerangan jalan dibeberapa titik.

Acaranya yang dibuka oleh Nur Mahmudi Ismail serta Wakil Ketua DPRD Depok Supariyono ini dihadiri juga oleh Pasi Intel Kodim 0508 Depok Kapten M.Sujono dan Kasat Binmas Polresta Depok Kompol Suharto.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Depok Hafid Nasir, mengapresiasi sukarelawan pokdar kamtibmas meski tidak digaji. “Mereka sangat peduli dengan keamanan dan ketertiban. Bahkan ditengah-tengah kesibukan mereka, sering melakukan aksi sweeping pada malam hari di wilayah yang rawan dengan praktik narkoba, tindakan asusila pemuda pemudi diluar nikah, dan lainnya.”


Hafid yang juga Anggota Kehormatan Pokdar Subsektor Depok Jaya menjelaskan Perda no 16 tahun 2012 tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum. Bab 4 pasal 27 terkait peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban mengingat jumlah personal Satpol PP yang terbatas. Oleh karenanya keberadaan pokdar sangat diharapkan. Kami semua mengupayakan sinergitas pemkot dengan kepolisian dan kodim dalam rangka menjaga keamanan Kota Depok,” pungkasnya. (rsk)

Sikapi Valentine Day, Hafid Sebut Keluarga Sebagai Benteng Generasi Bangsa

Written By pksdepok on 14 Feb 2015 | 2/14/2015


Masa remaja adalah masa-masa yang paling indah. Pencarian jati diri seseorang terjadi pada masa remaja. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa remaja adalah tulang punggung sebuah negara. Statement demikian memanglah benar, remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menggantikan generasi-generasi terdahulu dengan kualitas kinerja dan mental yang lebih baik. Ditangan remajalah tergenggam arah masa depan bangsa ini.

Namun melihat kondisi remaja saat ini, harapan remaja sebagai penerus bangsa yang menentukan kualitas negara di masa yang akan datang sepertinya bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Perilaku nakal dan menyimpang di kalangan remaja saat ini cenderung mencapai titik kritis. Telah banyak remaja yang terjerumus ke dalam kehidupan yang dapat merusak masa depan.

Dalam rentang waktu kurang dari satu dasawarsa terakhir, kenakalan remaja semakin menunjukkan trend yang amat memprihatinkan. Kenakalan remaja yang diberitakan dalam berbagai forum dan media dianggap semakin membahayakan. Berbagai macam kenakalan remaja yang ditunjukkan akhir-akhir ini seperti perkelahian secara perorangan atau kelompok, tawuran pelajar, mabuk-mabukan, pemerasan, pencurian, perampokan, penganiayaan, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas pranikah kasusnya semakin menjamur.

Di antara berbagai macam kenakalan remaja, seks bebas selalu menjadi bahasan menarik dalam berbagai tulisan selain kasus narkoba dan tawuran pelajar. Dan sepertinya seks bebas telah menjadi trend tersendiri. Bahkan seks bebas di luar nikah yang dilakukan oleh remaja (pelajar dan mahasiswa) bisa dikatakan bukanlah suatu kenakalan lagi, melainkan sesuatu yang wajar dan telah menjadi kebiasaan.

Pergaulan seks bebas di kalangan remaja Indonesia saat ini memang sangatlah memprihatinkan. Berdasarkan beberapa data, di antaranya dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebanyak 32% remaja usia 14 hingga 18 tahun di kota-kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, dan Bandung) pernah berhubungan seks. Hasil survei lain juga menyatakan, satu dari empat remaja Indonesia melakukan hubungan seksual pranikah dan membuktikan 62,7% remaja kehilangan perawan saat masih duduk di bangku SMP, dan bahkan 21,2% di antaranya berbuat ekstrim, yakni pernah melakukan aborsi. Aborsi dilakukan sebagai jalan keluar dari akibat dari perilaku seks bebas.

Menyikapi persoalan tersebut di atas, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila melalui Surat Edaran Nomor 425 / 789 – Set Umum tertanggal 13 Februari 2015 menginstruksikan kepada Kepala PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK Negeri dan Swasta se Kota Depok, agar :

1
Mengisi kegiatan-kegiatan positif yang sesuai dengan nilai-nilai budaya ketimuran Negara Indonesia, 
2
Melarang kegiatan siswa yang berkaitan dengan hari kasih sayang / valentine day baik di dalam maupun di luar sekolah, 
3
Mengajak peran serta masyarakat khususnya orangtua / wali murid untuk lebih peduli menjaga dan mendampingi putra-putrinya. Instruksi dilakukan dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, kreatif dan religius di Kota Depok dan dalam rangka mempersiapkan generasi terbaik yang berbudi pekerti di masa depan.



Maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok mengeluarkan edaran.

Momentum 14 Febuari yang di klaim sebagai "Hari Kasih Sayang" dan maraknya pemberitaan baik di media cetak atau elektronik termasuk pusat perbelanjaan dan hiburan yang berlomba-lomba menggelar acara hingga larut malam bahkan dini hari, maka ketahanan keluarga sebagai unsur terkecil di masyarakat menjadi benteng menjaga generasi bangsa yang peduli dengan keimanan dan ketaqwaan


H. Moh. Hafid Nasir, Dipl, Inf
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Depok
Bidang Kesejahteraan Mayarakat dan Anggota Badan Anggaran


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKSDEPOK.com - All Rights Reserved
Support by. Blogger