Home » , , , » Ditimpa Prahara, Suara PD Kocar-Kacir Sementara PKS Makin Bagas

Ditimpa Prahara, Suara PD Kocar-Kacir Sementara PKS Makin Bagas

Written By pksdepok on 18 Mei 2013 | 5/18/2013


Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun mengatakan bahwa belakangan ini ada fenomena migrasi atau perpindahan pemilih dari partai-partai politik yang ada. Di antara faktor yang menjadi penyebab migrasi pemilih adalah karena pemberitaan negatif seputar dugaan korupsi yang dilakukan oleh para elit partai.

Menurut Rico, belakangan ini publik disuguhkan pemberitaan secara gencar seputar tuduhan korupsi yang menimpa dua partai yaitu Demokrat dalam kasus Wisma Atlit dan Hambalang, serta PKS dengan kasus kuota impor sapi. Tentu saja, kasus korupsi yang menimpa elit partai tersebut mempengaruhi persepsi publik terhadap kedua partai tersebut, dan menjadi pemicu terjadi migrasi pemilih.
 
Berdasarkan survei Median, ungkap Rico, Partai demokrat menempati peringkat pertama dalam  migrasi pemilih yang memilihnya pada pemilu 2009, yaitu sebesar 76,67 persen. Sehingga hanya sekitar 23,33 pemilih mereka yang diperkirakan memilih di pemilu 2014. Hal itu tidak mengherankan, jika melihat gonjang-ganjing kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh para petinggi partai itu.
 
Namun, katanya, berbeda dengan yang terjadi pada PKS. Walaupun belakangan ini juga gencar diberitakan media seputar isu korupsi yang diduga melibatkan para petinggi partai ini, namun pemilih PKS pada pemilu 2009 lalu tidak tertlalu signifikan untuk bermigrasi ke partai lain. Terlihat dari hasil survei bahwa 73,03 persen pemilih PKS akan tetap memilih PKS. Hal ini terjadi karena basis pemilih PKS solid dan memiliki tingkat pendidikan relatif tinggi dibandingkan partai lainnya. 

"Merupakan hal yang wajar ketika ada kasus korupsi yang menimpa kader dan berpengaruh pada elektabilitas partai. Namun dalam hal ini konstituen PKS relatif memliki kemampuan untuk solid dan memilah setiap informasi yang ada di media terkait PKS, dan mampu menetralisir isu-isu negatif di antara kader dan kepada para konstituennya," katanya di Warung Makan Bumbu Desa, Cikini, Jumat (17/5/2013). Dalam jumpa ini bertema "Elektabilitas Partai dan Migrasi Pemilih Jelang Pemilu 2014."
 
Sebenarnya relevan jika melihat hasil survei yang menanyakan alasan memilih partai. Sebagian besar pertimbangan publik, atau 18 persen, memilih PKS karena kerja kadernya. Dibandingkan pertimbangan lainnya, seperti religius (12 persen), kesolidan (11 persen), merakyat (10,6 persen). Sehingga jika melihat kecenderungan pemilih PKS itu, maka bisa diperkirakan goncangan besar yang terjadi belakangan ini di tubuh PKS, tidak akan secara signifikan menurunkan suara PKS pada pemilu mendatang
 
"Berdasarkan hasil survei, memang memperlihatkan bahwa PKS adalah partai dengan tingkat loyalitas pemilih paling tinggi, yaitu 73,07 persen. Disusul PDI P dengan tingkat kesetiaan pemilih sebesar 59,51 persen, Gerindra sebesar 57,01 persen, PKB 54,66 persen, dan PPP 52,78 persen," ungkap Rico.
 
Bagi partai Demokrat, lanjutnya, goncangan ini menurunkan suara secara signifikan dibanding perolehan suara pada pemlu 2009 lalu. Hal itu terjadi karena berdasarkan basis demografisnya, hanya 6,7 persen pemilih Demokrat yang berpendidikan tinggi, sehingga relatif sulit untuk memilah setiap pemberitaan negatif. Ditambah dengan ketidaksolidan struktur partai di tingkat elit Demokrat dalam menghadapi krisis di tubuh partai itu.

Setidaknya, lanjut Rico, dari hasil survei ditemukan bahwa 42,60 persen responden menilai Demokrat tidak solid dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret para elitnya. Migrasi pemilih Demokrat paling tinggi dibandingkan partai-partai lainnya. Tercatat tingkat kepindahan pemilihnya ke partai-partai lainnya mencapai di atas 50 persen. 

"Suara PD itu pindah ke beberapa partai, antara lain Partai Golkar sebesar 13,88 persen, Gerindra sebesar 10,59 persen, PKS sebesar 5,93 persen, PDI Perjuangan 5,8 persen, dan PKB 5,6 persen)," pungkasnya.
 
Survei ini dilakukan pada 28 April-6 Mei 2013 lalu, dengan 1.600 responden berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin error sebesar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.  

Beningpost
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. PKSDEPOK.com - All Rights Reserved
Template Edit by Team Web | Header by Marskal | Powered by Blogger