Home » , , , , » Kesaksian Ahmad Fathanah Jungkir Balikan Sangkaan Beberapa Media , TVONE & Metrotv Langsung Hentikan Penayangan

Kesaksian Ahmad Fathanah Jungkir Balikan Sangkaan Beberapa Media , TVONE & Metrotv Langsung Hentikan Penayangan

Written By pksdepok on 18 Mei 2013 | 5/18/2013


Hari ini Jumat (17/5) TV One dan MetroTV menyiarkan secara langsung  kesaksian Ahmad Fathonah (AF) di persidangan. Ahmad Fathonah menyatakan bahwa permintaan uang ke Indoguna murni dari keinginannya sendiri dan untuk kepentingan pribadi. Dalam persidangan ini AF juga menyatakan bahwa Mentan menolak untuk menaikkan kuota daging impor dan dia juga mengungkapkan bahwa LHI juga tidak ada menerima suap darinya. Berikut potongan kesaksiannya:
#Kesaksian AF: "Pak LHI mengatakan bahwa beliau tdk punya data soal daging dan tdk punya kapasitas utk pengaruhi kuota impor"
AF:"Semua itu inisiatif saya sendiri. Saya perkenalkan maria dgn LHI. Saya desak LHI terus menerus agar fasilitas ketemu Mentan"
AF: "saya yg mengatur pertemuan di Medan dgn mendesak terus LHI. Saya bersama Eldan dan maria berangkat ke medan"
AF: "Soal dana dari Indoguna utk PKS, itu hanya wacana saya dgn Bu Elda dan Maria saja. Nggak sampai ke PKS (dananya)".
AF: "Setiap saya sodorkan dana dari Indoguna, LHI selalu mengacuhkannya hingga akhirnya uang itu saya bawa dan gunakan sendiri"
AF: "saya mengaku pengusaha, saya adalah makelar yg menghubungkan dgn siapa saja (bisnis jasa)"
AF: "Motivasi saya murni memperoleh keuntungan. Dan itu saya konsumsi pribadi dan ada juga yg disumbangkan".
AF: "saya pernah memperoleh keuntungan sbg makelar hingga Rp 3 milyar. Banyak pihak kok yg saya sumbang"
AF:"pengajuan Indoguna impor sebesar 500 ton daging ditolak oleh Mentan dgn alasan kuota sdh habis"
AF: "kata Dirjen Iwan Sukur, apapun yg terjadi penambahan kuota impor sdh tdk memungkinkan lagi. Itu sesuai aturannya"
AF:"Eldan mencoba peluang utk ijin kuota utk 2013. Itu yg kami coba cari celah. Mentan tetap nolak"
AF: saya minta dana ke Bu Elizabeth secara pribadi. Saya dorong utk seminar uji publik penambahan kuota impor".
AF:"apakah saya mau kasih ke PKS itu tergantung saya, bukan permintaan siapapun (di PKS). Itu semua saya yg tentukan"
AF: "setelah terima dana Rp 1 M dari Elizabeth sy memang telpon LHI, bisa ketemu ngga nanti malam? Hanya itu kata2 dr saya"
AF: "LHI bilang lagi sibuk rapat dan kegiatan2 lainnya
AF:"Maharani sepakat datang ke hotel dan bicara ke saya perlu ini itu, ya udah saya kasih Rp 10 jt ke dia"
AF: "soal komitmen Rp 5.000 per kg daging impor. Itu omong2an saya dgn Elda. Soal ini LHI nggak pernah percayai saya"
AF:"Soal komitmen Rp 40 M itu, LHI selalu nanggapinya dgn becanda saja"
AF:"Saya nggak yakin kalau LHI itu mau bicarakan soal itu. Mnrt sy LHI itu nggak yakin soal komitmen fee itu. LHI suka becanda"
AF:"sbg Calo saya yg menginisiatifkan (create) utk permintaan tambahan kuota impor antara PT Indoguna dgn LHI
AF:"saya jd calo utk banyak proyek spt pertambangan, dan lain-lain"
AF:"saya tdk terlalu sering ke Kementan. Saya ke kementan utk urusan proyek dgn posisi sbg makelar.
Selanjutnya dua stasiun tv swasta (TVONE dan Metro tv) langsung menghentikan tayangan persidangan tesebut, setelah Ahmad Fathanah berbicara dalam kesaksiannya. Benarkah ini menandakan dua tv itu tidak ingin mengungkap fakta kebenaran, tetapi hanya sekedar ingin menyebarkan opini untuk menghancurkan PKS? Tvone dan Metrotv hanya mengulas beberapa kali mengenai kesaksian Ahmad Fathanah mengenai sumbangan Ahmad Fathanah  pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Padahal sumbangan Ahmad Fathanah kepada PKS adalah terlepas dari kasus yang sebenarnya.(intriknews/suaranews)
Share this article :

3 komentar :

  1. Saya Bukan kader, tapi saya masih gunakan nurati dan akal sehat dlm menilai sesuatu, jadi penilaian saya pad PKS obyektif. Ada masalah, tapi menjadi intrik politik itulah yang terjadi. Kala media dikuasai oleh para Petinggi Parpol, tidak ada obyektifitas berita, namun yang ada hanya pembodohan masyarakat untuk menaikkan elektabilitas tuannya dengan menciptakan opini sesat pada lawan politik. Sadis !
    PKS, teruslah bekerja, jgn goyah. Masyarakat masih bisa melihat kebenaran, teruslah lantang teriakkan hati nurani...Insyaallah kami akan ikut merapatkan barisan.

    BalasHapus
  2. Apakah selamanya politik itu kejam
    Apakah selamanya dia datang tuk menghatam
    Apakah yang sedang di saksikan..
    Pembodohan kah?
    Penindasan kah?

    atau ini adalah ketakutan...

    sudah dari jaman Bang Iwan masih remaja pertanyaan ini belum terjawab..tapi fakta yang berbicara..mungkin karena ini pula PKS ingin merubah bahwa TAK SELAMANYA POLITIK ITU KEJAM.. ya dengan CINTA..KERJA dan HARMONI nya.. terus berjuang PKS.

    BalasHapus
  3. Usul Mas Admin... Share Buttonnya dipindahin ke atas aja... Biar ga susah dicari...

    BalasHapus

 
Copyright © 2011. PKSDEPOK.com - All Rights Reserved
Template Edit by Team Web | Header by Marskal | Powered by Blogger